Kompas.com - 09/02/2021, 12:14 WIB


KOMPAS.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sedang merumuskan konsep visa long term stay atau second home untuk wisatawan asing, khususnya wisatawan bisnis.

“Kami menyepakati visa jangka panjang bagi pekerja maupun wisatawan pebisnis dalam rangka sesuai yang sudah dilihat sebagai tren,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (8/2/2021).

Nantinya, visa long term akan menyasar pebisnis wisatawan yang akan masuk ke Indonesia selama 3-4 bulan per tahun. Tepatnya saat berlangsungnya musim dingin di negara mereka.

“Konsepnya visa long term stay second home untuk visa lima tahun, mereka mendepositkan uang mereka Rp 2 miliar. Kalau keluarga Rp 2,5 miliar,” jelas Sandiaga.

Sandiaga menjelaskan, Kemenparekraf baru saja menyelesaikan pertemuan dengan Menkumham Yasonna Laoly.

Baca juga: Turis Asing yang Ajak WNA Tinggal di Bali Kena Deportasi 6 Bulan

Ia mengapresiasi langkah Kemenkumham yang sigap dalam pembukaan data kesehatan yang lebih baik.

Tak lupa juga soal protokol kesehatan yang lebih ketat dalam konteks pembukaan kedatangan wisatawan ke beberapa sentra pariwisata dan ekonomi kreatif.

Hal tersebut saat ini sedang terus disiapkan bersama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Satgas Covid-19, dan pemerintah daerah.

Destinasi wisata yang akan dibuka

Beberapa destinasi wisata yang akan dibuka aksesnya bagi wisatawan mancanegara adalah Bali, Batam Bintan, serta destinasi lain yang sesuai dengan bingkai Asean Travel Coridor. Diharapkan proses tersebut segera rampung dalam waktu beberapa pekan ke depan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.