Kompas.com - 11/02/2021, 10:10 WIB
Menjelang Matahari Terbenam di Bukit Paralayang Watugupit, Yogyakarta, Minggu (19/1/2020). KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAMenjelang Matahari Terbenam di Bukit Paralayang Watugupit, Yogyakarta, Minggu (19/1/2020).

GUNUNGKIDUL,KOMPAS.com - Dinas Pariwisata Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tetap membuka obyek wisata saat libur Imlek, Jumat (12/2/2021).

Padahal, seharusnya setiap hari Jumat harusnya tempat wisata di Gunungkidul tutup untuk pembersihan. Namun karena bertepatan dengan libur nasional, maka tetap dibuka.

"Untuk Hari Jumat pas libur nasional ada pengecualian," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukomono saat dihubungi melalui sambungan telepon Rabu (10/2/2021).

Untuk mengantisipasi kerumunan saat libur Imlek pihaknya sudah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain Untuk pengamanan dan pengawasan terhadap protokol kesehatan di area wisata.

Baca juga: Wisatawan dari Luar DIY Tak Perlu Rapid Antigen Saat ke Gunungkidul

 

Nantinya akan dilakukan penambahan jumlah personel sebanyak 52 orang, 25 personel dari pegawai di lingkup dinas pariwisata, sisanya 27 orang dari luar, seperti TNI dan Polri.

Dia memprediksi akan ada peningkatan kunjungan saat libur panjang akhir pekan nanti. Meski demikian, pihaknya tidak akan memberlakukan target kunjungan.

"Kami harus waspadai dengan memperketat pengawasan, sehingga protokol kesehatan benar-benar dijalankan di area destinasi wisata," ucap Harry.

Pihaknya meminta wisatawan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan jaga jarak saat berwisata.

Ada rapid test acak?

Saat disinggung mengenai rapid tes acak wisatawan, Harry mengaku belum mengetahui instruksi Pemerintah DIY.

"Kalau ada perintah (rapid tes acak), kami siap melaksanakan. Sejauh ini (Rabu, 10 Februari 2021), belum ada perintah untuk melakukan pengetesan secara acak," kata dia.

Pantai Wediombo, Gunungkidul.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pantai Wediombo, Gunungkidul.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan bahwa sampai saat ini masih dilakukan uji coba pembukaan kawasan wisata. Sejak Juni 2020, uji coba sudah dilakukan sembilan kali.

Kebijakannya pun masih sama, yakni adanya penerapan protokol kesehatan di area wisata dan pembatasan 50 persen dari kapasitas maksimal tempat wisata.

Baca juga: Wisata ke Gunungkidul, Jangan Lupa Beli Durian Kencono Rukmi yang Unik

 

"Kami mengajak wisatawan untuk menaati protokol kesehatan," kata Asti.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X