Kompas.com - 18/02/2021, 12:12 WIB
Ilustrasi Bali - Para umat Hindu sedang melakukan ritual di Pura Tirta Empul, Gianyar, Bali. SHUTTERSTOCK / Viktoriya KraynIlustrasi Bali - Para umat Hindu sedang melakukan ritual di Pura Tirta Empul, Gianyar, Bali.

Diubah jadi subsidi

Terkait hal itu, Pitana menyarankan bahwa pemerintah Indonesia tidak perlu menanggung semua biaya tes PCR wisman di bandara atau pun karantina mereka. Alternatifnya, pemerintah bisa memberikan sejenis subsidi, misalnya pada travel agent.

Baca juga: PHRI Gianyar: Indonesia Bisa Contoh UEA untuk Buka Pariwisata Internasional

Bentuk subsidi bisa bermacam-macam. Misalnya, subsidi terkait tes PCR yang dilakukan wisman ketika di bandara. Bisa juga subsidi untuk menurunkan harga paket wisatanya.

Berlaku di Pulau Bali saja

Ia pun menyarankan jika rencana tersebut benar-benar akan dilakukan, ada baiknya jika dilakukan di Pulau Bali saja dulu.

“Saya tidak setuju untuk seluruh Indonesia. Karena kita harus menimbang antara benefit dengan risikonya. Bali memang secara infrastruktur sosial, budaya, dan fisik untuk pariwisata kan siap,” tutur Pitana.

Ia melanjutkan, daerah tujuan wisata lain, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), atau pun Batam belum tentu siap.

Baca juga: Indonesia Rumuskan Visa Long Term untuk Turis Asing

“Mungkin bisa bersamaan dengan Bintan. Jadi kita bertahap betul-betul pelan-pelan ini,” imbuh dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X