Pelancong yang Sudah Divaksin Tetap Harus Karantina jika ke Australia

Kompas.com - 19/02/2021, 09:09 WIB
Orang Australia bersepeda untuk olahraga di sekitar Sungai Yarra dengan pemandangan kota Melbpourne City Financial District dengan pencakar langit pada pagi hari di Melbourne, Victoria, Australia. Prasit photoOrang Australia bersepeda untuk olahraga di sekitar Sungai Yarra dengan pemandangan kota Melbpourne City Financial District dengan pencakar langit pada pagi hari di Melbourne, Victoria, Australia.


KOMPAS.com – Pemerintah Australia berencana meningkatkan pembatasan kedatangan internasional.

Langkah tersebut termasuk juga kewajiban karantina hotel selama dua minggu yang tetap harus dilalui para pelancong yang sudah divaksin. Biaya karantina ditanggung pelancong.

Seperti dilansir dari Lonely Planet, Ketua Satuan Medis Australia Paul Kelly mengatakan bahwa keputusan tersebut terkait dengan belum adanya cukup bukti terkait efektivitas vaksin tersebut untuk membatasi penularan virus.

Pendistribusian vaksin di Australia diharapkan bisa dimulai pada akhir bulan Februari. Saat ini, pelancong yang bukan warga negara Australia masih dilarang masuk ke Negeri Kanguru. Sesuatu yang tetap jadi cobaan besar untuk sektor pariwisata di sana.

Baca juga: Ada Kasus Covid-19 Baru di Auckland, Australia Hentikan Perjalanan Bebas Karantina untuk Selandia Baru

Ada pembatasan yang begitu ketat mengenai berapa banyak penduduk Australia yang bisa kembali ke sana setiap harinya. Mereka pun masih harus melalui waktu karantina yang sudah ditentukan.

Ketentuan seperti itu bisa dimengerti. Walaupun sistem karantina hotel telah terbukti sangat efektif dalam mengontrol penyebaran virus ini, beberapa kasus lokal terisolasi juga muncul dari kebocoran di karantina hotel.

Misalnya, ketika staf hotel terinfeksi virus tersebut, dalam beberapa kasus melalui transmisi udara, mereka kemudian menyebarkannya ke komunitas.

Pantai Cottesloe, Perth (Tourism Australia) Pantai Cottesloe, Perth

Situasi ini telah menyebabkan lockdown kembali di Brisbane, Melbourne, dan Perth. Peningkatan orang-orang yang datang dengan membawa varian baru virus pun jadi kekhawatiran tersendiri.

Seperti dikatakan Perdana Menteri Negara Bagian Victoria Dan Andrews bahwa varian baru yang sangat menular ini terbukti sangat sulit dikendalikan.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, Australia akan berusaha memperluas kapasitas kamp karantina di pedalaman yang dikelola pemerintah.

Baca juga: Viral, Video Tempat Wisata Australia dengan Suasana Indonesia, Ada Gerobak Mi Ayam

Upaya itu diharapkan bisa mengurangi risiko transmisi virus ke area urban yang lebih padat penduduk.

Tiga lokasi terpencil yang bisa dijadikan lokasi karantina juga telah ditemukan. Namun, proses transportasi mereka yang sudah terinfeksi virus tersebut ke fasilitas-fasilitas terpencil ini juga memiliki risiko penyebaran.

Langkah lainnya adalah melakukan pemeriksaan saat kedatangan dengan lebih sering dan dalam kurun waktu lebih lama juga sedang dipertimbangkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rencana Thailand Terima Turis yang Sudah Divaksin Covid-19

Rencana Thailand Terima Turis yang Sudah Divaksin Covid-19

Travel Update
Sambil Gowes, Kompas.com Salurkan Donasi Internet dan Buku di Trenggalek

Sambil Gowes, Kompas.com Salurkan Donasi Internet dan Buku di Trenggalek

Travel Update
4 Wisata Seru Pulau Samosir yang Ada di Tengah Danau Toba

4 Wisata Seru Pulau Samosir yang Ada di Tengah Danau Toba

Jalan Jalan
Itinerary Solo Trip 3 Hari 2 Malam ke Belitung

Itinerary Solo Trip 3 Hari 2 Malam ke Belitung

Itinerary
Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam ke Belitung Bareng Teman-teman

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam ke Belitung Bareng Teman-teman

Itinerary
Hotel di Thailand ini Tawarkan Field Trip Virtual Gratis untuk Lihat Gajah

Hotel di Thailand ini Tawarkan Field Trip Virtual Gratis untuk Lihat Gajah

Travel Update
IATA: Paspor Digital Penerbangan akan Diluncurkan Maret 2021

IATA: Paspor Digital Penerbangan akan Diluncurkan Maret 2021

Travel Update
Antis dan Tiket.com Beri Promo Hotel, Diskon Hingga 60 Persen

Antis dan Tiket.com Beri Promo Hotel, Diskon Hingga 60 Persen

Travel Promo
Wisata Gunung Bromo Tutup Total Saat Hari Raya Nyepi, 14-15 Maret 2021

Wisata Gunung Bromo Tutup Total Saat Hari Raya Nyepi, 14-15 Maret 2021

Travel Update
5 Maskapai Penerbangan Ini Sediakan Layanan Gratis Rapid Test Antigen

5 Maskapai Penerbangan Ini Sediakan Layanan Gratis Rapid Test Antigen

Travel Update
Sriwijaya Air dan NAM Air Perpanjang Gratis Rapid Test Antigen hingga 17 Maret 2021

Sriwijaya Air dan NAM Air Perpanjang Gratis Rapid Test Antigen hingga 17 Maret 2021

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Garut, dari Gunung hingga Kebun Binatang

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Garut, dari Gunung hingga Kebun Binatang

Itinerary
5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Pulau Ganghwado, Korea Selatan

5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Pulau Ganghwado, Korea Selatan

Travel Tips
Kunjungan Wisata ke DIY Diharapkan Naik Setelah Pelaku Wisata Divaksinasi

Kunjungan Wisata ke DIY Diharapkan Naik Setelah Pelaku Wisata Divaksinasi

Travel Update
Sebelum ke Millenial Coffee & View Yogyakarta, Simak 9 Tipsnya

Sebelum ke Millenial Coffee & View Yogyakarta, Simak 9 Tipsnya

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X