Kompas.com - 20/02/2021, 18:06 WIB
Keindahan Komodo di Pulau Komodo. SHUTTERSTOCK/SERGEY URYADNIKOVKeindahan Komodo di Pulau Komodo.


KOMPAS.com – Tidak akan ada relokasi penduduk desa di Pulau Komodo dalam proses pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno. 

“Tidak ada relokasi penduduk. Kita ada zona khusus di sana sekitar 310,09 hektar untuk permukiman,” kata dia dalam Konferensi Pers Virtual Progres Pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Kunjungan ke Labuan Bajo Turun 83 Persen, Ini Strategi Pemerintah

Selain tidak ada relokasi, Wiratno melanjutkan bahwa pengembangan tersebut malah bisa meningkatkan kesejahteraan para penduduk. Pemerintah berusaha untuk melakukan upaya konservasi dan juga pemberdayaan masyarakat yang ada di KSPN Labuan Bajo.

Salah satu upaya konservasi yang saat ini sedang berjalan adalah adanya pemagaran di Kampung Komodo, Kerora, dan Rinca sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer (km) karena adanya kasus seorang anak yang digigit komodo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelatihan dan bantuan usaha

Wiratno juga mengungkapkan soal kerja sama Ditjen KSDA dan Balai Taman Nasional (TN) Komodo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat Kemitraan Konservasi.

“Jadi masyarakat desa itu kita bantu juga berbagai pengembangan yang terkait dengan tourism, terutama di Kampung Komodo yang sudah sebagian besar terlibat dengan pengembangan pariwisata,” imbuh dia.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF)HANDOUT/BOPLBF Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF)

Salah satu contoh komunitas yang terlibat dalam Kemitraan Konservasi adalah kelompok nelayan Lingkar Ihang Ata Modo di Desa Komodo).

Selain itu, ada pula kelompok Duli Ngenco, yakni masyarakat pengambil hasil hutan non-kayu berupa asam di Desa Komodo. Mereka mendapat bantuan usaha ekonomi dan pelatihan pengemasan asam.

Baca juga: Jangan Cuma Lihat Komodo, Yuk Belajar Kebudayaan di Kampung Melo NTT

Selanjutnya adalah kelompok petani Omang Ata Modo di Desa Komodo yang dibantu dalam proses pembuatan kebun organik estetika.

Kemudian, selama lima tahun ke depan, pengembangan pariwisata di KSPN Labuan Bajo akan berfokus pada community based tourism di tiga desa.

Program tersebut akan disusun bersama antara TN Komodo, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), dan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.

Pemandangan matahari terbit di Pulau Padar, Nusa Tenggara TimurKompas.com/Silvita Agmasari Pemandangan matahari terbit di Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur

“Selanjutnya sertifikasi dan pelatihan. Saya kira ke depan menuju destinasi prioritas kita akan memperluas sertifikasi para pemandu, sehingga mereka bisa lebih memahami,” ujar Wiratno.

Beberapa sertifikasi dan pelatihan yang sudah dilaksanakan di antaranya adalah pelatihan transplantasi karang bagi kelompok peduli lingkungan Desa Papagarang dan Desa Pasir Panjang di Pulau Pempe, juga Desa Komodo di Pink Beach.

Ada pula pelatihan water rescue ranger laut bagi masyarakat, pelatihan keterampilan menjahit dan daur ulang sampah, kepemanduan wisata alam bagi naturalist guide, hingga sertifikasi oleh LSP bagi 60 naturalist guide Desa Komodo, Pasit Panjang, dan Papagarang.

Baca juga: Sandiaga: Labuan Bajo Destinasi Investasi yang Seksi...

Di dalam TN Komodo sendiri, terdapat tiga desa yang jadi pusat peemukiman, yakni Desa Komodo dengan penduduk 1.818 jiwa, Desa Papagarang dengan penduduk 1.417 jiwa, dan Desa Pasir Panjang dengan penduduk 1.607 jiwa.

Sebelumnya, isu mengenai wacana relokasi permukiman masyarakat yang ada di dalam TN Komodo telah mencuat sejak 2019, khususnya sejak ada rencana pengembangan KSPN Super Prioritas di Labuan Bajo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata ke Rawa Pening, Bersih dari Encek Gondok dan Ada Pentas Tari

Wisata ke Rawa Pening, Bersih dari Encek Gondok dan Ada Pentas Tari

Travel Update
Punya Pantai Indah, Desa Wisata Ngilngof Cocok untuk Sport Tourism

Punya Pantai Indah, Desa Wisata Ngilngof Cocok untuk Sport Tourism

Travel Update
Janji Sandiaga di Desa Wisata Ngilngof Maluku: Perbaikan Jaringan Internet

Janji Sandiaga di Desa Wisata Ngilngof Maluku: Perbaikan Jaringan Internet

Travel Update
Berkunjung ke Kos-kosan Pelajar yang Kini Museum Sumpah Pemuda

Berkunjung ke Kos-kosan Pelajar yang Kini Museum Sumpah Pemuda

Jalan Jalan
Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Nusa Aceh Besar dari Bandara

Rute Tercepat Menuju Desa Wisata Nusa Aceh Besar dari Bandara

Jalan Jalan
Wisata Keraton Yogyakarta Sudah Buka, Ini Syarat Berkunjungnya

Wisata Keraton Yogyakarta Sudah Buka, Ini Syarat Berkunjungnya

Travel Update
Antigen 1x24 Jam Masih Jadi Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kapal, dan Bus Antarkota

Antigen 1x24 Jam Masih Jadi Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh, Kapal, dan Bus Antarkota

Travel Update
Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam

Tes PCR untuk Naik Pesawat Boleh 3x24 Jam

Travel Update
Fasilitas Wisata di Desa Wisata Nusa Aceh Besar, Ada Becak dan Homestay

Fasilitas Wisata di Desa Wisata Nusa Aceh Besar, Ada Becak dan Homestay

Jalan Jalan
Cerita Perajin di Desa Wisata Arborek Raja Ampat yang Terdampak Pandemi

Cerita Perajin di Desa Wisata Arborek Raja Ampat yang Terdampak Pandemi

Travel Update
4 Koleksi Menarik Museum Sumpah Pemuda, Ada Biola W.R. Supratman

4 Koleksi Menarik Museum Sumpah Pemuda, Ada Biola W.R. Supratman

Jalan Jalan
Wisata Raja Ampat Sudah Buka, tapi Kunjungan Masih Sepi

Wisata Raja Ampat Sudah Buka, tapi Kunjungan Masih Sepi

Travel Update
Paket Wisata ke Raja Ampat Mahal, Ini Kata Sandiaga

Paket Wisata ke Raja Ampat Mahal, Ini Kata Sandiaga

Travel Update
7 Cara Memilih Durian yang Sudah Matang, Manis, dan Banyak Daging

7 Cara Memilih Durian yang Sudah Matang, Manis, dan Banyak Daging

Travel Tips
Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Boneka Squid Game Muncul di Seoul Korea Selatan, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.