A Kurniawan Ulung
Wartawan

Wartawan tinggal di Jakarta, menekuni isu-isu hubungan internasional.

Tantangan Menghidupkan Kembali Wisata Halal di Indonesia

Kompas.com - 22/02/2021, 07:00 WIB
Bedah rumah ini tak hanya merupakan bagian dari Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta), melainkan juga mendukung pemulihan ekonomi di sektor pariwisata pada masa pandemi khususnya di KSPN Mandalika.
Kementerian PUPRBedah rumah ini tak hanya merupakan bagian dari Program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta), melainkan juga mendukung pemulihan ekonomi di sektor pariwisata pada masa pandemi khususnya di KSPN Mandalika.

Namun, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan bahwa tahun ini, pemerintah akan mengembangkan kembali wisata halal di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di daerah-daerah dengan mayoritas penduduk non-Muslim seperti Bali.

Walaupun saat ini industri pariwisatanya sedang mati suri, Bali masih menjadi primadona wisatawan dari dalam dan luar negeri. Karena Bali merupakan barometer pariwisata Indonesia, seberapa cepat kebangkitan pariwisata nasional ditentukan oleh Bali.

Apabila pariwisata Bali cepat pulih, destinasi-destinasi di luar Bali juga akan segera pulih. Hal inilah yang mungkin menjadi alasan di balik keinginan Sandiaga untuk mengembangkan wisata halal di Bali karena itu merupakan bagian dari upayanya untuk memulihkan pariwisata nasional.

Akan tetapi, keinginan Sandiaga untuk membangun wisata halal mendapat protes dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Hal ini mungkin disebabkan oleh dua faktor.

Pertama, minimnya sosialisasi wisata halal. Faktor ini menyebabkan banyak orang berpikir wisata halal bertujuan mensyariatkan destinasi wisata.

Wisata halal tidak berkaitan dengan islamisasi karena tujuannya ialah memberikan wisman Muslim layanan tambahan agar mereka berlibur lebih lama di Indonesia.

Setelah pulang ke negara asal, mereka diharapkan ikut mempromosikan wisata halal Indonesia, dan kembali berkunjung ke Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi, wisata halal tidak menggantikan wisata budaya yang selama ini menjadi andalan Bali, Danau Toba, dan beberapa destinasi lainnya.

Kedua, kekhawatiran atas praktik intoleransi. Masyarakat mungkin merasa khawatir akan potensi munculnya ormas agama tertentu yang tiba-tiba melakukan aksi pemberangusan dan penyegelan di destinasi-destinasi wisata apabila wisata halal diterapkan.

Kekhawatiran ini muncul dari kekecewaan atas sikap aparat negara yang terbukti sering melakukan pembiaran atas praktik-praktik intoleransi yang terjadi di Tanah Air.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Travel Update
Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Travel Update
Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Travel Update
Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.