Kompas.com - 28/02/2021, 07:31 WIB
Tempat makan bernama Camp Coffee & Nature di Kota Yogyakarta (dok. Camp Coffee & Nature). dok. Camp Coffee & NatureTempat makan bernama Camp Coffee & Nature di Kota Yogyakarta (dok. Camp Coffee & Nature).

 

KOMPAS.com – Kota Yogyakarta menawarkan sejumlah tempat wisata dan tempat makan menarik yang patut dikunjungi, salah satunya adalah Camp Coffee & Nature milik Listia Ningrum dan Ira Anggatama.

Selama berada di tempat makan tersebut, wisatawan dapat menikmati sensasi ngopi dan kulineran di tengah hutan dengan nuansa seperti berkemah.

Kepada Kompas.com, Selasa (23/2/2021), Listia mengatakan bahwa pihaknya sengaja mengusung konsep tersebut untuk ditawarkan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: 3 Kegiatan di Geblek Menoreh View Kulon Progo, Gowes di Tengah Sawah

“Konsep berkemah ini unik dan menarik menurut kita, terlebih lagi bisa merasakan makan dan minum di alam bebas. Makanya kita mengusung tema ini,” ungkap dia.

Selain ngopi dan kulineran, ada juga kegiatan lain yang tidak kalah serunya yang dapat dilakukan oleh pengunjung. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut telah Kompas.com rangkum, Kamis (25/2/2021):

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Ngopi di tengah hutan

Dari beragam menu yang ditawarkan, tempat makan milik Listia dan Ira ini menawarkan sejumlah pilihan kopi lezat yang patut dicoba.

Beberapa di antaranya adalah Americano, Cafe Latte, Cappuccino, Banana Coffee, Avocado Coffee, Caramel Coffee, Chocolatte, dan V60.

Tempat makan bernama Camp Coffee & Nature di Kota Yogyakarta (dok. Camp Coffee & Nature).dok. Camp Coffee & Nature Tempat makan bernama Camp Coffee & Nature di Kota Yogyakarta (dok. Camp Coffee & Nature).

Selain kopi, ada juga sejumlah minuman non-kopi lainnya yang dapat dicicipi seperti Wedang Uwuh dan Ice Sparkling Gum. Harga minuman berada pada kisaran Rp 15.000-Rp 30.000.

Usai pesan, kamu bisa pilih salah satu area tempat duduk untuk bersantai di tempat yang dikelilingi pepohonan rindang sambil meneguk segelas kopi. Jika ingin merasa seperti sedang berkemah, kamu bisa pilih area tenda. Ada juga area non-tenda yang terdiri dari 5-6 meja.

2. Makan-makan asyik sambil “berkemah”

Mengusung konsep kemah di tengah hutan, tempat ini menawarkan beberapa pilihan tenda seperti tenda besar, flysheet besar, dan flysheet kecil. Ada juga area kanopi bambu dengan susunan tempat duduk yang nyaman.

Baca juga: Wisata De Mangol di Gunungkidul, Bisa Lihat Gunung Merapi

Secara keseluruhan, tenda besar jika ditotal dapat menampung 30 orang. Sementara area flysheet besar cukup untuk 20 orang, flysheet kecil enam orang, dan kanopi bambu bisa menampung 35 orang.

Tempat makan bernama Camp Coffee & Nature di Kota Yogyakarta (dok. Camp Coffee & Nature).dok. Camp Coffee & Nature Tempat makan bernama Camp Coffee & Nature di Kota Yogyakarta (dok. Camp Coffee & Nature).

“Kita tidak ada biaya tambahan (untuk makan di area tenda). Bisa langsung ditempatin kalau kosong,” jelas Listia.

Untuk menu makanan, beberapa yang tersedia adalah Chicken Skin Ricebowl, Ribs, serta paket yang memungkinkan pengunjung memanggang hidangannya sendiri yakni Mbakar Marshmallow.

Selanjutnya adalah Mbakar Jagung, Camping Ber-2, dan Camping Ber-4. Paket Camping sudah termasuk rantang berisi daging sapi dan nasi dengan porsi sesuai paket yang dipilih.

Baca juga: HeHa Ocean View, Tempat Wisata Baru di Tepi Laut Gunungkidul

“Untuk paket grill (panggang) kita ada. Alat pemanggang dikeluarkan setiap pengunjung memesan, mereka memanggang sendiri,” tutur Listia.

Jika ingin makan-makan sambil merasakan sensasi seperti berkemah, harga makanan berada pada kisaran Rp 5.000-Rp 145.000.

3. Foto-foto tema berkemah

Setiap tenda yang ada di Camp Coffee & Nature telah disusun sedemikian rupa agar terlihat seperti tenda berkemah kekinian.

Apabila ingin berswafoto ria dengan tema berkemah, kamu bisa melakukannya di salah satu tenda dengan menggunakan pakaian bak sedang berkemah agar foto terlihat menarik.

Baca juga: Puncak Becici Jogja Kini Buka Sampai Malam, Ada Live Music

Selain itu, kamu juga bisa berfoto seperti sedang berpiknik di tengah hutan dengan membawa alas duduk dan menggelarnya di area rerumputan. Jangan lupa untuk membawa properti yang menarik.

Tempat makan bernama Camp Coffee & Nature di Kota Yogyakarta (dok. Camp Coffee & Nature).dok. Camp Coffee & Nature Tempat makan bernama Camp Coffee & Nature di Kota Yogyakarta (dok. Camp Coffee & Nature).

Namun menurut Listia, spot foto yang paling digemari oleh wisatawan adalah sebuah tenda kecil yang lengkap dengan peralatan kemah seperti susunan kayu untuk api unggun, lampu minyak, keranjang piknik, dan susunan kata “CAMP”.

Ada juga spot lain yang digemari yakni sebuah susunan kayu tidak bertenda yang memiliki sebuah meja kecil di atas undakan kayu berlapis kain yang unik.

4. Main gelembung

Sembari menunggu makanan diantar, kamu bisa bermain bubble terlebih dahulu agar tidak bosan. Fasilitas tersebut juga bisa digunakan pengunjung yang membawa anak-anak.

Untuk bermain bubble, wisatawan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk meminjam alat atau mengisi ulang cairan karena semuanya tersedia secara gratis.

Tempat makan bernama Camp Coffee & Nature di Kota Yogyakarta (dok. Camp Coffee & Nature).dok. Camp Coffee & Nature Tempat makan bernama Camp Coffee & Nature di Kota Yogyakarta (dok. Camp Coffee & Nature).

5. Ajak jalan-jalan hewan peliharaan

Tempat makan ini mengizinkan pengunjung membawa hewan peliharaannya, seperti anjing, kucing, atau kelinci dengan catatan para pemilik wajib membawa kantung sampah untuk kotoran peliharaannya.

Untuk meregangkan kaki sambil menunggu makanan dicerna sebelum kembali ke rumah atau melanjutkan perjalanan dari Camp Coffee & Nature, kamu bisa ajak jalan-jalan hewan peliharaan keliling area.

“Boleh bawa hewan peliharaan yang penting dirantai dan tidak mengganggu pelanggan yang lain. Bawa kantung untuk menjaga kebersihan,” tegas Listia.

Baca juga: Kisah Wisatawan Tebing Breksi, Soal Tarif Tiket Masuk Hingga Spot Foto

Camp Coffee & Nature berlokasi di Jalan Godean KM 4,5 di dalam perumahan Griya Mahkota, Kota Yogyakarta. Tepatnya 3,3 kilometer ke arah barat dari Tugu Pal Putih yang merupakan ikon kota tersebut.

Tempat makan tersebut buka setiap hari mulai pukul 11.00-19.00 WIB. Listia mengatakan, pihaknya berencana buka lebih pagi meski belum diketahui kapan.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.