Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Garut, dari Gunung hingga Kebun Binatang

Kompas.com - 06/03/2021, 11:11 WIB
Nabilla Ramadhian,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kabupaten Garut alias Swiss van Java memiliki deretan tempat wisata yang asyik untuk dikunjungi.

Selama 2 hari 1 malam, kamu bisa berkeliling ke beberapa tempat wisata. Mulai dari tempat wisata alam hingga wisata buatan yang menarik.

Baca juga: Pantai Sayang Heulang di Garut Punya Tiga Area Wisata, Apa Saja?

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut Bambang Heri Susanto mengatakan bahwa jika perjalanan dimulai dari Jakarta, waktu untuk memulai perjalanan disarankan pukul 06.00 WIB.

“Sampai (di Garut) jam 10.30 WIB. Pilihannya kawasan puncak Darajat atau Gunung Papandayan,” kata dia kepada Kompas.com, Rabu (3/3/2021).

Sejumlah tempat di bawah ini telah menerapkan protokol kesehatan sesuai standar ketika tulisan dibuat.

Baca juga: Pantai Sayang Heulang di Garut Punya Tiga Area Wisata, Apa Saja?

Meski begitu, kamu harus tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer, dan tidak bepergian jika sakit.

Berikut ini itinerary wisata 2 hari 1 malam di Garut yang Kompas.com rangkum dengan asumsi wisatawan berangkat dari Jakarta pada waktu yang disarankan Bambang, Kamis (4/3/2021):

Hari pertama

Taman Wisata Alam Gunung Papandayan berlokasi di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut dan Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Tempat wisata tersebut menawarkan sejumlah daya tarik wisata, seperti Kawah Baru yang unik karena dulu warna airnya hijau kehitaman sebelum berubah menjadi bening tidak berwarna.

Ada juga Hutan Mati yang terkenal akan pohon-pohon yang mati karena terbakar saat Gunung Papandayan meletus pada 2002.

Baca juga: 6 Pesona Papandayan, Gunung Api Ramah Pendaki di Barat Daya Garut

Untuk menuju ke Hutan Mati, pengunjung hanya perlu berjalan kaki selama lebih kurang 30 menit menyusuri jalur sepanjang 2 kilometer (km).

Jika ingin menikmati pemandangan, kamu bsa langsung menuju menara pandang yang tingginya sekitar 10 meter. Dari sana, Gunung Cikuray akan terlihat jelas jika tidak berkabut.

Panorama pegunungan dan gunung dari atas PapandayanKompas.com/Luthfia Ayu Azanella Panorama pegunungan dan gunung dari atas Papandayan

Apabila ingin berswafoto ria, ada juga spot selfie di dekat kolam air panas. Di sana juga terdapat beberapa batang kayu yang bisa diduduki untuk sementara sambil menikmati sejuknya udara Gunung Papandayan.

Taman Wisata Alam Gunung Papandayan buka setiap hari pukul 07.00-16.00 WIB, dan pukul 07.00-18.00 WIB untuk batas pembelian tiket bagi yang berkemah.

Baca juga: Serunya Mendaki Gunung Papandayan...

Harga tiket masuknya adalah Rp 20.000 per orang. Kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp 12.000 dan roda empat Rp 25.000 pada hari biasa.

Sementara untuk hari libur, harga tiket masuknya adalah Rp 30.000 per orang. Kendaraan roda dua tarifnya adalah Rp 17.000 dan roda empat Rp 35.000.

Tempat wisata selanjutnya adalah Darajat Pass di Jalan Darajat kilometer 14, Pasirwangi. Jarak dari Gunung Papandayan adalah 32,1 km atau sekitar 1 jam 16 menit naik mobil.

Jika ingin santap siang terlebih dahulu, kamu bisa langsung melipir ke Rumah Makan Darajat Pass. Selain makanan berat, ada juga jajanan, seperti sosis bakar, bakso, dan kue cubit.

Baca juga: Longsor di Cilawu Garut, Desa Wisata Dayeuhmanggung Tidak Terdampak

Setelah perut kenyang, kamu bisa langsung berwisata di sana seperti foto-foto dekat tulisan Darajat Pass, atau jalan-jalan di Taman Bermain Wisata Darajat Pass.

Tempat wisata bernama Darajat Pass di Kabupaten Garut (Instagram @darajatpassgarut).Instagram @darajatpassgarut Tempat wisata bernama Darajat Pass di Kabupaten Garut (Instagram @darajatpassgarut).

Di area tersebut, kamu dapat menelusuri jalur-jalur yang diapit rerumputan hijau dan beragam tanaman warna-warni.

Ada juga kolam renang air panas dengan kedalaman 30 sentimeter (cm), 90 cm, 150 cm, dan 190 cm. Ada pula taman air panas jika tertarik main air.

Baca juga: Cuti Bersama 2021 Dipotong Tidak Pengaruhi Wisatawan Lokal di Garut

Jam bukanya adalah setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB dengan harga tiket Rp 25.000 untuk anak usia 3-10 tahun dan Rp 30.000 untuk pengunjung di atas 10 tahun pada Senin-Jumat.

Sementara untuk kunjungan Sabtu-Minggu dan hari libur lainnya, harga tiketnya Rp 30.000 per orang. Dengan nominal tersebut. pengunjung sudah mendapat akses ke kolam renang.

  • Desa Wisata Sindangkasih (Alternatif)

Jika kamu ingin bermain air tetapi dalam lingkungan yang lebih menantang, kamu bisa langsung menuju Desa Wisata Sindangkasih di Sukamaju, Kecamatan Cilawu.

Jarak tempuh dari Darajat Pass adalah 37,3 km atau sekitar 1 jam 19 menit. Usai kulineran dan jalan-jalan di taman sambil berswafoto ria di Darajat Pass, kamu bisa langsung ke sana.

Baca juga: Warga Desa di Garut Mulai Sadar Wisata, Banyak Desa Wisata Bermunculan

“Desa Wisata Sindangkasih paket wisatanya river tubing, ngagobyag balong (menangkap ikan di kolam), homestay, nasi liwet goreng jengkol, dan karaoke,” ungkap Bambang.

Untuk river tubing, harganya adalah Rp 35.000 untuk orang dewasa dan Rp 20.000 untuk anak-anak dengan ketentuan pengunjung diajak memutar dua kali.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by DESA WISATA SINDANGKASIH (@desawisatasindangkasih)

Jika ingin menambah putaran, biaya tambahannya adalah Rp 15.000 untuk orang dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak.

Setelah puas susur sungai, kamu bisa foto-foto di Bukit Cinta yang letaknya tidak jauh dari spot foto Taman Bunga. Ada juga sebuah saung kecil yang letaknya dekat dengan sungai.

Baca juga: Puncak Sagara, Wisata Perkemahan Baru di Garut dengan Pemandangan Alam

Untuk informasi lebih lanjut seputar paket wisata dan homestay, kamu bisa langsung mengunjungi akun Instagram @desawisatasindangkasih.

Jam operasional tempat wisata adalah setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk Desa Wisata Sindangkasih adalah Rp 5.000 untuk orang dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

  • Menginap di Kampung Sumber Alam

Menjelang malam, kamu bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Jalan Raya Cipanas untuk mencari penginapan.

“Menuju kawasan Cipanas, menginap di Cipanas, atau (menginap) di pusat kota,” tutur Bambang.

Salah satu penginapan yang bisa disambangi adalah Kampung Sumber Alam Resort Garut di Jalan Raya Cipanas 122 Pananjung Tarogon Kaler, Pananjung, Cipanas.

Baca juga: Situ Bagendit di Garut Bakal Punya 6 Zona Wisata, Apa Saja?

Di sana, terdapat tiga tipe akomodasi, yakni Deluxe Suite, Villa Kawung, dan Bungalow Siceeh, dengan harga mulai dari Rp 484.500++ per kamar per malam dengan kapasitas tamu yang berbeda.

Selama menginap di sana, terdapat beragam kegiatan wisata yang bisa dilakukan seperti berenang, memancing, atau berswafoto ria di beberapa titik Instagramable dalam penginapan tersebut.

Hari kedua

  • Berburu oleh-oleh di Cipanas

Setelah sarapan dan bersiap-siap kembali ke rumah, kamu bisa langsung menjelajahi kawasan Cipanas untuk berburu oleh-oleh.

Beberapa oleh-oleh khas Garut yang bisa dibeli adalah dodol, burayot (sejenis kue berbentuk kuncup), batik, dan dorokdok (kerupuk kulit).

Baca juga: Cipanas Garut, Destinasi Favorit Wisatawan

Namun, jika ingin oleh-oleh khas Garut yang kekinian, kamu bisa beli Chocodot—coklat yang olahannya dicampur dengan beragam bahan termasuk dodol dan kemasannya memiliki kata-kata lucu.

Jika sudah puas belanja oleh-oleh, kamu bisa lanjutkan perjalanan ke salah satu tempat wisata ikonik di Garut.

“Sebelum pulang mampir ke Situ Cangkuang,” kata Bambang.

Rakit yang digunakan menuju Candi Cangkuang, peninggalan Hindu Abad ke-8, di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (13/1/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH Rakit yang digunakan menuju Candi Cangkuang, peninggalan Hindu Abad ke-8, di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (13/1/2018).

Adapun Situ (danau) Cangkuang berlokasi dalam area wisata Candi Cangkuang. Jika diukur dari penginapan, jarak menuju tempat wisata tersebut adalah 15,2 km atau sekitar 31 menit.

Apabila ingin berfoto-foto sambil menikmati pemandangan, kamu bisa menaiki rakit untuk mengelilingi danau dengan tarif Rp 5.000 per orang dewasa dan Rp 3.000 per anak.

Baca juga: 3 Spot Foto Instagramable di Kawasan Candi Cangkuang Garut

Setelah berkeliling dan menyeberangi danau, kamu akan tiba di lokasi candi yang memiliki candi berukuran 4,5x4 meter persegi dan tinggi 8,5 meter. Di sana, terdapat patung Dewa Siwa yang disimpan di dalamnya.

Candi Cangkuang terletak di Jalan Darajat Leuwigoong, wilayah Cangkuang, Kecamatan Leles. Jam operasionalnya adalah pukul 07.30-17.00 WIB. Harga tiket masuknya adalah Rp 5.000 per orang.

Tempat wisata terakhir yang dapat dikunjungi sebelum kembali ke rumah adalah Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora.

Jarak dari Candi Cangkuang adalah 4 km atau sekitar 11 menit naik mobil. Tempat wisata tersebut memiliki lebih dari 100 koleksi satwa dari beragam spesies.

Tempat wisata bernama Taman Satwa Cikembulan di Kabupaten Garut (Instagram @tamansatwacikembulan_official).Instagram @tamansatwacikembulan_official Tempat wisata bernama Taman Satwa Cikembulan di Kabupaten Garut (Instagram @tamansatwacikembulan_official).

Beberapa satwa yang bisa dilihat adalah singa, orangutan, beruang, dan burung merak. Bahkan, ada juga linsang air yang menggemaskan.

Di sana, pengunjung bisa berfoto dengan para satwa, mengunjungi taman bunga, serta foto-foto di spot berbentuk hati dihiasi bunga.

Baca juga: Tempat Wisata Baru Garut, Wisata Alam Leuwi Daleum

Taman Satwa Cikembulan buka setiap hari pukul 09.30-16.30 WIB. Harga tiketnya adalah Rp 30.000 per orang dewasa dan Rp 20.000 per anak di atas usia 3 tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Harga Tiket dan Jam Buka Curug Sewu, Air Terjun Tingkat Tiga di Kendal Jawa Tengah

Harga Tiket dan Jam Buka Curug Sewu, Air Terjun Tingkat Tiga di Kendal Jawa Tengah

Travel Update
Guru Spiritual Terkenal dari India: Bali Membawa Ketenangan dan Semangat untuk Pemulihan Jasmani dan Rohani

Guru Spiritual Terkenal dari India: Bali Membawa Ketenangan dan Semangat untuk Pemulihan Jasmani dan Rohani

Travel Update
7 Wisata Alam di Cilacap, Jawa Tengah, Lokasi Liburan Bersama Keluarga

7 Wisata Alam di Cilacap, Jawa Tengah, Lokasi Liburan Bersama Keluarga

Jalan Jalan
5 Wisata Pantai dekat Heha Ocean View, Ada yang Gratis

5 Wisata Pantai dekat Heha Ocean View, Ada yang Gratis

Jalan Jalan
Rafting Seru di Namu Hejo Pangelangan, Bandung

Rafting Seru di Namu Hejo Pangelangan, Bandung

Jalan Jalan
Namu Hejo: Harga Tiket, Jam Buka, dan Lokasi

Namu Hejo: Harga Tiket, Jam Buka, dan Lokasi

Hotel Story
Puncak Festival Balon di Wonosobo Digelar 21 April 2024

Puncak Festival Balon di Wonosobo Digelar 21 April 2024

Travel Update
Lanakila Lake Lampung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Lanakila Lake Lampung: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
9 Tips Tingkatkan Kenyamanan di Kamar Hotel

9 Tips Tingkatkan Kenyamanan di Kamar Hotel

Travel Tips
Pemindahan Spot Ikonik Wisata Hawai, Tangga Haiku, Telah Dimulai

Pemindahan Spot Ikonik Wisata Hawai, Tangga Haiku, Telah Dimulai

Travel Update
Berwisata di Bukit Pinteir Bangka Belitung, Lintasan Hiking Sudah Dilengkapi Gazebo

Berwisata di Bukit Pinteir Bangka Belitung, Lintasan Hiking Sudah Dilengkapi Gazebo

Travel Update
Libur Lebaran 2024, Lebih dari 120.000 Wisatawan Kunjungi Banyuwangi

Libur Lebaran 2024, Lebih dari 120.000 Wisatawan Kunjungi Banyuwangi

Travel Update
7 Perbedaan Visa Kunjungan Wisata dan Visa on Arrival, Jangan Salah

7 Perbedaan Visa Kunjungan Wisata dan Visa on Arrival, Jangan Salah

Travel Update
4 Lokasi untuk Lihat Patung Merlion Selain di Singapura, Ada di Madiun

4 Lokasi untuk Lihat Patung Merlion Selain di Singapura, Ada di Madiun

Jalan Jalan
6 Taman Nasional di Indonesia yang Dapat Pengakuan UNESCO

6 Taman Nasional di Indonesia yang Dapat Pengakuan UNESCO

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com