Kompas.com - 11/03/2021, 20:08 WIB
Kawasan perdesaan di sekitar Curug Surodipo. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAKawasan perdesaan di sekitar Curug Surodipo.

 

11. Nginap di desa

Sebelum pandemi, Desa Tawangsari menawarkan fasilitas homestay kepada wisatawan yang berkunjung.

“Dulu di sini ada homestay ala kadarnya. Sudah ada sepuluh rumah. Kalau mau pakai, bisa hubungi kami,” tutur Danang.

Apabila kamu ingin berkunjung ke Curug Surodipo tanpa harus menempuh perjalanan naik kendaraan dari rumah yang jauh, kamu bisa menginap di rumah warga.

12. Makan cucur khas Tawangsari

Danang mengatakan, di gapura menuju Curug Surodipo terdapat warung yang menjual berbagai minuman dan makanan ringan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di desa pun ada beberapa warung yang menjual minuman dan makanan ringan. Namun, baik warung atau desa, dia menuturkan bahwa saat ini belum ada yang menjual makanan siap santap.

Curug Surodipo di Temanggung dilihat dari udara.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Curug Surodipo di Temanggung dilihat dari udara.

“Cuma kalau mau, bisa pesan di sini makanan khas Tawangsari. Namanya cucur Tawangsari. Kabari dulu ke pengelola, supaya kalau mau pesan apa saja siap. Paling kalau mau makanan jadi di terminal, jarak sekitar 3 kilometer dari sini,” ujarnya.

Jika ingin coba menikmati cucur Tawangsari saat kemah atau menginap di homestay, pemesanan jangan dadakan agar warga yang membuatnya memiliki banyak waktu sehingga kudapan akan terasa nikmat.

Harga tiket masuk Curug Surodipo

Curug Surodipo terletak di Desa Tawangsari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Mereka buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB.

Harga tiket masuk Curug Surodipo adalah Rp 4.000 per orang. Tarif parkir motor adalah Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000. Biaya kemah plus tiket masuk adalah Rp 15.000.

Namun untuk kemah, kendaraan tidak akan ditaruh di kawasan wisata melainkan di area desa yang jaraknya tidak jauh dengan biaya penitipan Rp 5.000 per motor. Dari desa, pengunjung bisa naik ojek ke tempat wisata dengan biaya Rp 10.000 sekali jalan.

“Kalau tidak ada peralatan kemah, kita kerja sama dengan teman-teman di basecamp pendakian Prau, tidak jauh dari sini. Bisa pinjam ke sana. Kalau tidak salah per tenda kisaran Rp 50.000-Rp 70.000,” ujar Danang.

Baca juga: Air Terjun Aimitat, Wisata Air Tersembunyi di Maumere

Apabila ingin kemah namun belum familiar dengan Curug Surodipo, harga sewa pemandu lokal adalah Rp 100.000 per malam untuk rombongan minimal 10 orang.

“Ditemani pemandu untuk satu malam. Pemandu cuma bisa temani ke air terjun nomor satu,” kata dia.

Jika tertarik untuk menginap di dekat air terjun, di rumah warga, menjelajahi air terjun bersama pemandu, atau memesan banyak cucur, kamu bisa hubungi Danang lewat WhatsApp +6282332696600.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.