Kompas.com - 14/03/2021, 13:01 WIB
Ilustrasi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah Dokumentasi Biro Komunikasi KemenparekrafIlustrasi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah


KOMPAS.com – Aktivitas wisata di Candi Borobudur nantinya akan memanfaatkan aplikasi berbasis augmented reality.

“Ya betul (wisata Candi Borobudur akan memanfaatkan aplikasi berbasis augmented reality),” kata Sekretaris Perusahaan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Emilia Eny Utari ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (13/3/2021).

Sebelumnya, wacana tersebut sempat diungkapkan oleh Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hari Santosa Sungkari.

“Nanti di Borobudur, kita tidak bisa lagi naik ke stupa. Tapi kita bisa lihat di zona luarnya, pakai handphone di dalamnya ada apa,” kata Hari dalam acara diskusi strategis Redefining Sustainable Tourism Roadmap secara online, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: Kemenparekraf akan Berikan Dana Hibah untuk Bantu Pelaku Ekraf

Para wisatawan nantinya hanya akan bisa berwisata di area luar candi saja. Sementara bagian candi serta dalam candi sudah tertutup untuk umum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan penggunaan aplikasi augmented reality buatan anak bangsa ini, para wisatawan akan bisa melihat bagian dalam candi. Termasuk juga relief-relief bersejarah serta cerita di baliknya hanya menggunakan aplikasi tersebut.

Sejumlah wisatawan berada di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, Rabu (28/10/2020). Memasuki musim libur panjang kali ini  wisatawan dari berbagai daerah mulai mengunjungi kawasan wisata candi Borobudur meskipun tidak diperbolehkan menaiki candi dan hanya dibatasi hanya 3.000 pengunjung per hari. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww.ANIS EFIZUDIN Sejumlah wisatawan berada di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, Rabu (28/10/2020). Memasuki musim libur panjang kali ini wisatawan dari berbagai daerah mulai mengunjungi kawasan wisata candi Borobudur meskipun tidak diperbolehkan menaiki candi dan hanya dibatasi hanya 3.000 pengunjung per hari. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww.

“Mungkin yang kalau kita waktu dulu datang fisik kita enggak tahu di dalamnya ada cerita apa. Pakai augmented reality, kita merasakan tiga dimensi di dalam dan ada ceritanya. Dengan harapan ini, ekraf akan bangkit duluan,” tegas Hari.

Baca juga: Pembangunan Borobudur Highland Tidak akan Tebang Pohon Secara Liar

Sementara itu, terkait wacana ini Emilia mengaku belum bisa memberikan informasi tambahan. Termasuk juga perkiraan waktu kapan penggunaan aplikasi augmented reality ini bisa benar-benar dijalankan, serta seperti apa sistem penggunaannya nanti.

“Terkait hal tersebut nanti kalau sudah ada informasi yang jelas kami akan sampaikan,” tutup Emilia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.