Kompas.com - 15/03/2021, 20:08 WIB
tugu jogja flickr.comtugu jogja

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Naiknya wisatawan selama libur panjang Isra Miraj dan Hari Raya Nyepi 11-14 Maret 2021 berdampak pada kenaikan okupansi Hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 20-30 persen.

"Untuk Kamis dan Jumat (11-12 Maret 2021) rata-rata di DIY 20-30 persen. Sabtunya melonjak rata-rata se-DIY bisa mencapai 35 persen," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono kepada Kompas.com, Senin (15/3/2021)

Ia melanjutkan, kenaikan okupansi hotel di sektor tengah dan sektor utara bisa mencapai 45-60 persen. Sektor tengah dimaksud adalah Malioboro sekitarnya lalu utara Tugu Jogja, hingga Jalan Magelang.

Dengan naiknya okupansi hotel tersebut, Dedy berpendapat bahwa pariwisata DIY sudah mulai bergeliat kembali.

Baca juga: Libur Isra Miraj dan Nyepi, Jumlah Wisatawan di DIY Capai 31.000 Orang

"Kita kan sudah vaksinasi nih, tinggal sekarang bagaimana pemerintah membantu kita dalam hal kemudahan-kemudahan akses mobilitas orang," ujar dia.

Dirinya berterima kasih kepada pemerintah daerah dan pusat karena telah menggunakan hotel maupun restoran untuk kegiatan meeting, mengingat daya beli masyarakat masih rendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita juga tetap melakukan promosi. Ada harga promo misalnya. Tapi ada beberapa hotel yang menurunkan, hotel satu dengan hotel lain tidak sama. Sesuai dengan bujet mereka," imbuh Deddy.

Pengunjung memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis (11/3/2021). Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung.ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKO Pengunjung memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis (11/3/2021). Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung.

Sedangkan aturan membawa surat keterangan hasil antigen masih diberlakukan pihaknya. Surat antigen hasil GeNose juga sudah diterima. Menurut dia dengan menggunakan GeNose, wisatawan tidak terbebani.

"Yang jelas untuk wisatawan itu lebih murah. Kemudian kalau yang sudah vaksinasi dengan menyertakan sertifikat kita tidak perlu pakai itu (hasil tes)," lanjut dia.

Disinggung terkait okupansi harian, Deddy menjelaskan bahwa mulai hari ini, Senin (15/3/2021), okupansi sudah kembali turun di angka 15-20 persen.

Baca juga: PPKM Mikro Diperpanjang, Tempat Wisata Yogyakarta Tetap Buka

"Okupansi harian turun lagi dari kemarin itu kita lega sekarang rata-rata 15-20 persen weekdays," tutur dia.

Adapun selama libur panjang, kebanyakan wisatawan datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

"Urutan paling tinggi dari jawa Timur, jawa barat, jawa tengah dan DKI. Masih seputar jawa," jelas Deddy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.