Kompas.com - 17/03/2021, 20:05 WIB
Sawah Ubud, Bali Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafSawah Ubud, Bali

KOMPAS.com- Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gianyar, Pande Mahayana Adityawarman mengaku cukup kaget dengan adanya rencana pembukaan wisata untuk internasional dibuka di April 2022.

Sebelumnya pada saat meninjau kegiatan vaksinisasi di Gianyar, Bali pada Selasa (16/3/2021), Joko Widodo mengatakan bahwa jika penyebaran Covid-19 di Bali menurun dan hilang, sektor ekonomi khususnya pariwisata akan pelan-pelan dibuka dalam beberapa tahapan. 

Baca juga: Ini Syarat Jokowi jika Ingin Pariwisata di Bali Kembali Dibuka

“Kami cukup kaget yah mendengar rencana tersebut. Kalau yang dijadwalkan dulunya pertama September, kami berharapnya bisa dibuka di awal tahun tapi sekarang di tahun depan, lumayan berat untuk kami,” kata Adityawarman saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

Menurutnya pihak pariwisata di Bali sebagai pemilik dan pekerja sudah merasa sangat berat selama satu tahun ke belakang dengan adanya pandemi. Hal ini karena berkurang pendapatan tetapi tetap harus membayar maintenance tempat dan upah kerja.

Adit mengerti jika rencana tersebut untuk kesehatan orang banyak, tetapi pihaknya berharap rencana tersebut dapat dipertimbangkan lagi dari sisi perekonomian masyarakat Bali. Pertimbangan ini juga melihat bahwa sektor pariwisata sendiri menjadi sumber perekonomian masyarakat Bali.

ILUSTRASI - Turis asing di Nusa Penida, Bali.Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf ILUSTRASI - Turis asing di Nusa Penida, Bali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Karena kita di Bali, sektor pariwisata menjadi sumber penghasilan masyarakat Bali, ada juga perkebunan dan pertanian tetapi ini sebagai penumbuh sektor pariwisata juga. Biasanya hasil dari perkebunan sayur dan buah akan di supply ke hotel dan restoran,” jelas Adit.

PHRI berharap jika 90 persen masyarakat Bali sudah melakukan vaksin, rencana ini dapat ditinjau kembali untuk membuka pariwisata untuk internasional.

Baca juga: Mudik hingga Rencana Pembukaan Pariwisata Bali, Kabar Baik yang Bikin Waswas

“Harapannya semoga sekarang ini walaupun memang direncanakan di tahun depan, alangkah baiknya kalau bisa dimajukan setelah vaksin. Jika 90 persen masyarakat Bali sudah divaksin, bisa dicoba untuk trial pembukaan bandara untuk wisatawan internasional dengan tetap memberlakukan aturan penanganan Covid-19. Misalnya saja dari visa dan mereka melakukan karantina juga. Setidaknya kran pintu masuk pariwisata di Bali dibuka dulu,” sambungnya.

Selain itu, pihaknya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan pinjaman lunak kepada industri pariwisata untuk mendukung perekonomian masyarakat di Bali.

Baca juga: Desa Wisata Kutuh di Bali, Punya Pemandangan Pantai Pandawa

“Kami juga berharap pemerintah mau membantu kami di pariwisata. Misalnya diberikan pinjaman lunak, yang dapat dikembalikan beberapa tahun ke depan untuk kembali menggerakan sektor pariwisata di Bali,” tutup Adit.

Joko Widodo dan Sandiaga Uno sebelumnya mengisyaratkan akan kembali membuka wisata Bali pada Juli 2021, jika kondisi dan penanganan pandemi semakin membaik. 

"Agar semua mendukung. Agar tetap hati-hati. Nanti Juli lah (dibuka)," ujar Jokowi dalam Kompas.com.

"Jika angka Covid-19 terkendali, semua patuh protokol kesehatan, testing baik dan diperkuat, vaksinasi terus digenjot, mudah-mudahan bisa Juni-Juli," lanjut Sandiaga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X