Kompas.com - 20/03/2021, 11:31 WIB

 

KOMPAS.com – Kabupaten Garut di Jawa Barat memiliki destinasi wisata baru, yakni Desa Wisata Sindangkasih.

Di sana, wisatawan disuguhi pemandangan terasering yang asri, aliran sungai yang teduh, nuansa alam yang apik, serta udara yang sejuk dan bebas polusi.

Beragam kegiatan wisata pun tersedia di sana dan dapat dinikmati dengan harga terjangkau. Beberapa di antaranya adalah river tubing, menginap, menangkap ikan di kolam, dan menjelajahi desa.

Baca juga: Disparbud Garut: Cuti Bersama 2021 Dipangkas Pengaruhi Pendapatan Warga

Namun di balik kegiatan wisata yang kini meramaikan tempat tersebut, Desa Wisata Sindangkasih dahulu hanyalah lahan kosong penuh alang-alang.

Menurut informasi dari Ketua Homestay Desa Wisata Sindangkasih Dedi Sopandi kepada Kompas.com, Rabu (17/3/2021), lahan kosong tersebut ditinggali sebuah keluarga pada sekitar 1840-an.

Baca juga: Warga Desa di Garut Mulai Sadar Wisata, Banyak Desa Wisata Bermunculan

Saat itu, lahan bernama Pasir Eurih merupakan rumah dari seorang bapak bernama Eyang Ardasan, ibu bernama Ema Iyun, dan delapan anak mereka yang gagah dan tangguh, juga taat dalam beribadah.

Adapun, keluarga tersebut adalah penduduk pertama tempat yang saat ini dikenal dengan Desa Wisata Sindangkasih.

Kedatangan tentara Belanda

Pada 1860-an, seorang penjajah asal Belanda tiba di sana dan berniat untuk membeli sebidang tanah milik Eyang Ardasan, tepatnya tanah di selatan Pasir Eurih, yakni Cimindi.

Penjajah tersebut membeli sebidang tanah lantaran dia tertarik dengan suasana yang ditawarkan Pasir Eurih, yakni sejuk dan nyaman.

Tempat wisata di Garut bernama Desa Wisata Sindangkasih, Jawa Barat (dok. Desa Wisata Sindangkasih).dok. Desa Wisata Sindangkasih Tempat wisata di Garut bernama Desa Wisata Sindangkasih, Jawa Barat (dok. Desa Wisata Sindangkasih).

Selain itu, keluarga Eyang Ardasan pun dikenal ramah, sehingga membuat dia betah dan tertarik untuk tinggal secara berdampingan dengan keluarga sang Juragan Tanah.

Baca juga: Leuwi Jurig, Pemandian Alami nan Misterius di Garut

Tidak lama kemudian, berdirilah perkampungan Belanda di Cimindi yang lambat laun memiliki gedung-gedung yang pada saat itu terbilang cukup mewah.

Selain mendirikan gedung-gedung, para tentara Belanda juga membuat sebuah penampungan air yang kini disebut “bunker air” guna memenuhi kehidupan sehari-hari.

Kedatangan Jepang ke Indonesia

Setelah bertahun-tahun lamanya dan Eyang Ardasan tutup usia pada 1920, keturunannya masih menetap di sana berdampingan dengan para tentara Belanda.

Namun, Belanda akhirnya menyerah kepada Jepang pada 1942 dan meninggalkan Cimidi yang telah menjadi rumah bagi mereka.

Tempat wisata di Garut bernama Desa Wisata Sindangkasih, Jawa Barat (dok. Desa Wisata Sindangkasih).dok. Desa Wisata Sindangkasih Tempat wisata di Garut bernama Desa Wisata Sindangkasih, Jawa Barat (dok. Desa Wisata Sindangkasih).

Wilayah tersebut pun berpindah tangan pada kekuasaan Jepang. Pasir Eurih pun menjadi tempat singgah para penjajah Jepang karena dianggap nyaman untuk ditempati.

Meski begitu, berdasarkan keterangan yang diberikan Dedi, para penjajah Jepang tidak melakukan kekerasan kepada warga setempat dan hanya menduduki tanah bekas Belanda.

Baca juga: Wisata Pantai hingga Gunung yang Bisa Dikunjungi di Garut

Selama mereka tinggal di sana, disebutkan bahwa mereka membuat sebuah gua yang letaknya tidak jauh dari bunker Cimidi. Tepatnya di barat bunker tersebut.

Adapun, pembuatan gua bermaksud sebagai jalan penghubung antara Cimidi dan Cigangsa. Akan tetapi, hal tersebut tidak terjadi karena Jepang menyerah kepada sekutu pada 1945 dan Indonesia merdeka.

Asal mula nama Sindangkasih

Dalam catatan dari Dedi, pada 1890-an saat para tentara Belanda menetap di Pasir Eurih, tempat tersebut didatangi petugas pemerintahan yang diberi nama “Mantri Ukur” atau “Badan Pertanahan”.

Baca juga: Asal Usul Kampung Pulo Garut, Kampung dengan 7 Bangunan

Mereka disambut dengan tangan terbuka oleh para penduduk setempat. Tidak lupa penyambutan juga dilengkapi makanan khas daerah sana.

Menurut kisah yang diceritakan secara turun-temurun, setiap pagi para Mantri Ukur disuguhi teh hangat, gula aren, dan bubuy sampeu atau singkong bakar sebagai camilan.

Tempat wisata di Garut bernama Desa Wisata Sindangkasih, Jawa Barat (dok. Desa Wisata Sindangkasih).dok. Desa Wisata Sindangkasih Tempat wisata di Garut bernama Desa Wisata Sindangkasih, Jawa Barat (dok. Desa Wisata Sindangkasih).

Untuk diketahui, gula aren merupakan salah satu dari tiga produk unggulan Desa Wisata Sindangkasih saat ini selain sapu ijuk dan teh hijau.

Proses pengukuran tanah yang dilakukan para Mantri Ukur terbilang cukup lama. Tak ayal, mereka pun lama-lama menjadi betah bertugas di Pasir Eurih.

Baca juga: Akar Wangi hingga Jaket Kulit, Aneka Oleh-oleh Kerajinan dari Garut

Sambil bertugas, mereka juga meluangkan waktu untuk bersenda gurau dengan Eyang Ardasan, serta para kerabatnya yang juga tinggal di sana. Pada saat itu, kalimat pujian pun keluar dari Mantri Ukur karena para penduduk selalu menyambut dengan ramah.

Dari sinilah muncul nama Sindangkasih. Sebab, tidak hanya menyambut secara sosial, para Mantri Ukur selalu di “kasih” (dihidangkan) makanan saat sedang “sindang” (singgah) oleh penduduk setempat.

Harga tiket masuk Desa Wisata Sindangkasih

Desa Wisata Sindangkasih berlokasi di Jalan Garut-Tasik KM 16, Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jam operasionalnya adalah setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB. Harga tiket masuknya adalah Rp 5.000 per orang dewasa dan Rp 3.000 per anak.

Baca juga: Ada Gumuk Pasir bak Gurun Sahara di Garut

Desa Wisata Sindangkasih telah menerapkan protokol kesehatan sesuai standar termasuk pemeriksaan suhu tubuh, serta kewajiban cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak bagi pengunjung.

“Yang tidak pakai masker tidak boleh masuk, standar operasional prosedurnya begitu,” tegas Dedi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengunjung Antusias Kunjungi Balai Yasa Manggarai, Bengkel Kereta Api di Jakarta

Pengunjung Antusias Kunjungi Balai Yasa Manggarai, Bengkel Kereta Api di Jakarta

Travel Update
6 Pantai di Bali Barat, Asri dan Belum Banyak Dikunjungi

6 Pantai di Bali Barat, Asri dan Belum Banyak Dikunjungi

Jalan Jalan
Paspor Biasa dan Elektronik Sama-sama Sah, Bisa ke Negara Mana Pun

Paspor Biasa dan Elektronik Sama-sama Sah, Bisa ke Negara Mana Pun

Travel Update
Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Amaris Online Travel Fair 2022, Nginap Mulai Rp 200.000-an Per Malam

Travel Promo
Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Perlahan Pulih dari Pandemi, Tari Kecak Uluwatu Ditonton 1.200 Orang Sehari

Travel Update
DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

DAMRI Layani Rute Stasiun Rangkasbitung-Pantai Sawarna Mulai Rp 50.000

Travel Update
Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Balai Yasa Manggarai Dibuka untuk Tur Edukasi, Hanya sampai Besok

Jalan Jalan
Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Stasiun Samarang NIS, Stasiun Kereta Api Pertama Indonesia yang Hilang

Jalan Jalan
Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Menanti Dibukanya Alun-alun Bandungan di Semarang

Travel Update
Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Pertemuan Menteri Pariwisata Anggota G20 Sepakati 5 Poin Bali Guidelines

Travel Update
5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

5 Tempat Ngeteh Instagramable di Jakarta

Jalan Jalan
Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Kunjungi Kampung Adat, Turis Portugal Pakai Kain Songke dan Selendang Manggarai

Jalan Jalan
7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

7 Tips Aman Berkendara di Jalan Tol agar Tidak Kecelakaan

Travel Tips
3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

3 Tren Terkini Pariwisata di Indonesia, Ada Sport Tourism

Travel Update
Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.