Kompas.com - 20/03/2021, 19:07 WIB

UNGARAN, KOMPAS.com - Rest area di jalan tol saat ini tak hanya jadi tempat singgah untuk beristirahat setelah perjalanan. Dengan tempat yang strategis dan kelengkapan fasilitasnya, rest area bisa jadi salah satu tempat wisata.

Wisata tol pun bisa menjadi pilihan untuk mendapat pengalaman tak terlupakan. Di sepanjang Tol Semarang-Solo, ada tiga rest area yang menawarkan keunikannya masing-masing.

Rest Area 429 yang lengkap dan luas ini memiliki pemandangan Gunung Ungaran, sehingga pengunjung bisa mengabadikan keindahannya. Ada pula masjid berkubah merah dengan kapasitas 1.000 jemaah.

Baca juga: Rest Area Brebes, dari Pabrik Gula hingga Spot Instagrammable

Selanjutnya, Rest Area 487 sangat ramah difabel dan lansia. Dengan nuansa dan ornamen khas kota susu Boyolali, pengunjung dapat mencicipi berbagai olahan dari sapi yang dijajakan para pelaku UMKM. Selain itu, kuliner Boyolali juga bisa dinikmati di rooftop bangunan.

Jangan lewatkan pula Resta Pendopo 456. Pencinta pemandangan akan dimanjakan dengan panorama Gunung Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, dan Telomoyo. Rest area ini tampak megah dengan desain arsitektur joglo khas Jawa Tengah.

Selain menikmati keindahan pemandangan, Anda dapat juga merasakan Seger Meter yang hanya terdapat di Rest Area 456.

Suasana di Resta Pendopo jalan Tol Semarang-Solo KM 456KOMPAS.com/Dian Ade Permana Suasana di Resta Pendopo jalan Tol Semarang-Solo KM 456

 

"Ini adalah inovasi face recognition yang dapat mengukur kesegaran pengunjung dan memberikan rekomendasi apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan kesegaran," kata CEO Toll Road Business Group Astra Infra Krist Ade Sudiyono, Kamis (19/3/2021).

Rest area ini juga dilengkapi Sky Bridge yang menghubungkan Resta Side A (jalur Semarang-Solo) dengan Resta Side B (jalur Solo-Semarang).

"Fasilitas juga sangat lengkap, kuliner, 60 UMKM, aneka tenant nasional dan internasional juga tersedia, sehingga pengunjung bisa parking, pray, pee, play, dan pay (5P) dalam layanan one stop service under one roof," ujar Krist.

Baca juga: Jalan Dieng via Bawang Ramai di Internet, Disebut Tol Kahyangan

Dia melanjutkan, rest area sebagai tempat wisata adalah sebuah layanan baru yang berasal dari inovasi dan kreativitas.

Menurut Krist, infrastruktur publik sudah bukan lagi menjadi tempat singgah sementara, tapi harus menjadi tempat yang berdampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.