Kompas.com - 21/03/2021, 07:07 WIB
Pantai Labombo, Palopo, Sulawesi Selatan Citra Fany SamparayaPantai Labombo, Palopo, Sulawesi Selatan


KOMPAS.com- Selama masa pandem,i banyak sekali wisata yang mengalami pengurangan pengunjung, salah satunya pantai Labombo di Palopo, Sulawesi Selatan.

Pengelola Pantai Labombo bernama Max Taruk Allo mengeluhkan jumlah pengunjung yang berkurang di Labombo selama masa pandemi.

"Selama pandemi ini sangat sepi pengunjung. Per hari yah biasa 10, paling banyak 20 pengunjung," kata Max ditemui Kompas.com di Salekoe, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Rabu (18 Maret 2021).

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Palopo, Sulawesi Selatan, Air Terjun Sampai Pantai

Kondisi itu makin memperburuk keadaan wisata yang mulai sepi pengunjung sejak tahun 2018. Itu karena banyak bencana alam, seperti tsunami dan gempa bumi yang beberapa kali melanda Sulawesi.

"Jadi orang itu takut ke laut. Sedangkan market kita kan selain orang Palopo ya orang dari luar, seperti Toraja begitu dan mereka takut turut ke laut, ditambah juga jalan akses dari Toraja ke sini putus," kata Max.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibat sepinya Pantai Labombo

Beberapa sarana outbond, seperti flying fox, mesin bebek, perahu, banana boat, dan speed boad terlihat tidak terawat, bahkan rusak karena kurangnya perawatan.

"Kita sudah tutup semua aktivitas outbond. Ini karena kurang dukungan dari pemerintah. Misalnya ada kegiatan pemerintah, ada kegiatan outbond bisa memanfaatkan fasilitas di sini kan jadi mendukung juga orang ke sini, otomatis orang banyak tahu tempat itu," ujar Max.

Pengurangan jumlah pengunjung juga memengaruhi beberapa sektor lain. Pasalnya pariwisata merupakan industri yang terikat industri lainnya seperti hotel, penginapan, restoran dan rumah makan.

Pantai Labombo, Palopo, Sulawesi SelatanCitra Fany Samparaya Pantai Labombo, Palopo, Sulawesi Selatan
Max juga selalu terbuka dan mengajak berbagai pihak yang ingin berdagang di lokasi ini agar Pantai Labombo dapat ramai dan hidup kembali.

"Saya itu maunya kita berdayakan banyak sektor. Misalnya penjual ikan, arang, es kelapa muda, durian untuk berjualan di sini juga silahkan. Saya cuma kasih uang kebersihan saja," tambah Max.

Baca juga: Indahnya Bukit Nane Selayar, Pilihan Wisata di Sulawesi Selatan

Dirinya berharap setelah pandemi, wisatawan lebih banyak berkunjung ke Pantai Labombo dan pemerintah lebih memperhatikan industri pariwisata, khususnya pemerintah kota Palopo dengan terus berinovasi dan bekerjasama dengan wilayah lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.