Eropa Siapkan Sertifikat Digital untuk Mudahkan Perjalanan Antarnegara

Kompas.com - 21/03/2021, 08:08 WIB
Pembuatan paspor untuk urusan perjalanan ke luar negeri Pixabay/JoshuaWoronieckiPembuatan paspor untuk urusan perjalanan ke luar negeri


KOMPAS.com- Komisi Eropa telah mengumumkan proposalnya untuk menerapkan Digital Green Certificate (DGC) untuk melacak hasil tes dan vaksin Covid-19 yang akan digunakan masyarakat Eropa agar bisa bepergian ke negara Eropa lain dengan lebih mudah.

DGC merupakan bukti digital yang akan menunjukan hasil pemeriksaan seseorang terkait negatif Covid-19, status vaksinasi, dan pulih dari Covid-19.

Diharapkan sertifikat digital ini akan memungkinkan adanya pariwisata lintas Eropa dan merangsang pemulihan ekonomi.

Baca juga: Plus dan Minusnya Paspor Vaksin Covid-19 untuk Perjalanan Global

Dilansir dari Lonely Planet, di setiap rumah sakit, pusat pengujian, atau otoritas kesehatan, nantinya akan memiliki tanda tangan digitalnya sendiri lalu disimpan dalam database yang aman dan dapat diakses serta diverifikasi di setiap negara Uni Eropa (UE).

Sertifikat digital ini juga dilengkapi segel digital dan kode QR berisi informasi penting penggunanya yang dapat disimpan di perangkat seluler atau dalam bentuk kertas. Kartu ini kemudian akan diberikan kepada semua anggota negara UE.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi IATA Travel Pass bekerja sama dengan EmiratesDok. Emirates Ilustrasi IATA Travel Pass bekerja sama dengan Emirates
Dengan adanya DGC, dipastikan pembatasan pergerakan warga di negara Eropa dapat dicabut secara terkoordinasi, baik UE atau warga negara negara ketiga yang secara hukum tinggal di Eropa setelah mereka memegang sertifikat ini.

Jika negara anggota terus mewajibkan pemegang sertifikat untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 atau karantina, negara tersebut harus memberi tahu Komisi Eropa terlebih dahulu.

Negara-negara EU juga harus menerima sertifikat vaksin yang telah memenuhi standar otorisasi pemasaran UE.

Baca juga: 15 Negara di Uni Eropa yang Siap Terima Turis dengan Paspor Vaksin

Komisi ini juga telah bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) untuk memastikan bahwa sertifikat tersebut juga akan diakui di tempat lain di dunia.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengatakan, data pengguna sertifikat ini akan dilindungi keamanan dan privasi penggunanya. untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir.

Digital Green Pass harus memfasilitasi kehidupan orang Eropa. Tujuannya adalah untuk secara bertahap memungkinkan mereka pindah dengan aman di Uni Eropa atau luar negeri, untuk bekerja atau pariwisata,” kata Ursula.

Baca juga: China Luncurkan Paspor Covid-19 untuk Mudahkan Perjalanan Global

Infrastruktur digital untuk memfasilitasi penggunaan sertifikat akan disiapkan pada musim panas.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.