Kompas.com - 21/03/2021, 15:03 WIB
Sukasantai Farmstay Dok. Sukasantai FarmstaySukasantai Farmstay

Sama halnya dengan akses internet. Sukasantai hanya menyediakan akses WiFi di common area saja, seperti di resepsionis, dapur, dan area makan. Tujuannya agar para tamu bisa benar-benar liburan dan bersantai.

Jika ingin liburan yang lebih privat lagi, misalnya hanya rombonganmu saja di Sukasantai, kamu bisa menyewa seluruh gedung. Sukasantai juga menawarkan program Rent a Farm.

Untuk rombongan minimal 24 orang dan maksimal 48 orang sudah termasuk ekstra bed, kamu bisa menyewa satu gedung Farmstay dengan 12 kamar tersebut.

Jika ingin lebih banyak, kamu juga bisa menyewa Farmstay ditambah dengan vila Rumah Santai. Minimal pax adalah 32 orang dan maksimal 56 orang sudah termasuk dengan ekstra bed.

Baca juga: OJ Organic Farm Bogor, Piknik Privat di Tengah Sejuk Udara Pegunungan

“Mereka bisa pakai ruang umumnya untuk corporate meeting, meeting keluarga, acara kumpul keluarga. Itu juga cukup populer karena saat pandemi gini keluarga kadang ingin liburan dan tidak ketemu orang lain gitu,” tambah pemilik.

Biasanya paket seperti ini sangat diminati juga di hari-hari besar, seperti Idul Fitri dan Hari Raya Natal.

Harga menginap di Sukasantai Farmstay

Harga menginap di Sukasantai bervariasi. Sistem charge rate di Sukasantai adalah per orang per malam.

Untuk farmstay, rate-nya adalah Rp 720.000 per orang per malam di hari biasa. Sementara di akhir pekan Rp 880.000 per orang per malam. Untuk anak di bawah tiga tahun, masih gratis.

Sukasantai Farmstay dari ketinggian, dengan latar belakang Gunung Gede-PangrangoCredit: Fabian Ong Sukasantai Farmstay dari ketinggian, dengan latar belakang Gunung Gede-Pangrango

Sementara untuk Rumah Santai private villa, rate-nya adalah Rp 920.000 per orang per malam di hari biasa. Untuk akhir pekan, Rp 1,05 juta per orang per malam. Untuk anak di bawah tiga tahun juga masih gratis.

Baca juga: 7 Tempat Wisata di TN Gunung Gede Pangrango, Apa Saja?

Rate tersebut sudah termasuk satu kali makan siang, satu kali makan malam, satu kali sarapan, satu hingga dua kali snack, teh dan kopi gratis, serta seluruh aktivitas di kebun, seperti tur kebun organik, memerah susu sapi, hingga trekking di hutan bambu.

“Jadi kita sistemnya all-in. Kita buat seperti itu karena di lingkungan kita tidak banyak wisata lainnya. Kita juga merasa dengan kondisi jalan yang macet, ditambah pandemi, kita merasa kalau orang sudah datang ya datang dan istirahat saja di situ,” imbuh pemilik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.