Kompas.com - 01/04/2021, 19:07 WIB
Pantai Soge Pacitan yang terletak di samping jalan utama. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAPantai Soge Pacitan yang terletak di samping jalan utama.

KOMPAS.com – Pemerintah telah secara resmi melarang mudik Hari Raya Idul Fitir 2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Meski begitu, masyarakat tetap bisa berwisata selama periode pelarangan itu di domisili masing-masing. Hal itu karena seluruh tempat wisata di Indonesia tetap buka.

Kabar itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy, di Kantor Kemenko PMK, Kamis (1/4/2021).

Meski begitu, tempat wisata yang buka tetap harus mematuhi protokol Kesehatan dan CHSE guna menekan kasus Covid-19.

Baca juga: Larangan Mudik 2021, Sandiaga Ajak Masyarakat Dukung Wisata Lokal

“Kami secara tegas menyampaikan, memberikan pesan kepada masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif bahwa kami siap untuk menunggu keputusan pemerintah,” kata Sandiaga dalam rilis resmi yang Kompas.com terima, Kamis (1/4/2021).

Pihaknya pun tengah menyiapkan sejumlah kebijakan agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) bisa tetap menangkap peluang saat penerapan kebijakan larangan mudik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebijakan iku di antaranya adalah penyiapan opsi staycation dan pariwisata dalam bingkai PPKM skala mikro, termasuk penyediaan produk-produk ekonomi kreatif untuk mengganti fisik masyarakat di kampung halaman.

Perbedaan larangan mudik dari tahun sebelumnya

Sementara itu, Menteri Muhadjir menyampaikan bahwa larangan mudik tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Jika tahun sebelumnya, larangan mudik menerapkan skema pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tahun 2021 ini larangan mudik berdasarkan PPKM skala mikro.

Gazebo di Gunung Gamping Tawangmangu berlatar belakang Gunung Lawu.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Gazebo di Gunung Gamping Tawangmangu berlatar belakang Gunung Lawu.

Atas dasar itulah pihaknya tetap memberi izin tempat wisata local untuk tetap buka selama pelarangan mudik.

“Sehingga, kegiatan maupun pergerakan orang diyakinkannya masih dapat dimungkinkan dalam cakupan tertentu,” ujar Muhadjir.

Pihaknya pun mendukung Kemenparekraf yang akan menggairahkan staycation dan aktivitas wisata lokal di masing-masing domisili masyarakat.

Baca juga: Long Weekend Paskah, Wisata Gunungkidul dan Bantul Bakal Diserbu Wisatawan

“Tujuan utama kita ini untuk menekan penyebaran dan penularan covid-19, bukan untuk kemudian membuat kegiatan ekonomi, khususnya sektor pariwisata ikut terimbas drastis," imbuh Menko PMK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.