Kompas.com - 03/04/2021, 19:05 WIB
Suasana di kampung warna - warni di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (22/7/2016) KOMPAS.com / Andi HartikSuasana di kampung warna - warni di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (22/7/2016)

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang tidak mencatat adanya lonjakan kunjungan wisatawan di libur panjang Paskah 2021. Meski ada peningkatan, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Malang masih berada di bawah prediksi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Ida Ayu Made Wahyuni.

Ida mengatakan, tidak adanya lonjakan kunjungan wisawatan itu diduga disebabkan adanya Surat Edaran Menpan-RB nomor 7 tahun 2021.

Surat itu meminta Aparatur Sipil Negera (ASN) tidak bepergian keluar daerah selama libur Paskah, terhitung sejak Jumat-Minggu (2-4 April 2021) guna mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Alternatif Terbaru ke Malang, KA Brawijaya Resmi Beroperasi

"Biasanya kalau libur mereka (pengelola hotel) dapat tamu lebih banyak. Tapi karena ada surat edara itu, jadi ada penurunan dari prediksi," kata Ida saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (3/4/2021).

Ida mengatakan, volume kendaraan memang memingkat dari hari biasanya. Namun hal itu disebabkan karena Malang merupakan akses utama mobilitas warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau jalan-jalan penuh ya. Karena Kota Malang ini center, pintu gerbang. Orang yang dari Blitar ke Surabaya lewat Malang," ujar dia.

Ilustrasi kota Malang.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Ilustrasi kota Malang.

Sementara itu, secara umum aktivitas wisata di Kota Malang sudah mulai tumbuh. Sejumlah hotel yang semula sepi pengunjung, kini sudah mulai meningkat. Wisata tematik yang berbasis pada kampung di Kota Malang juga mulai dikunjungi wisatawan.

"Sekarang ini pergerakan untuk wisatawan yang di hotel sudah mulai merangkak naik karena banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah sudah dilaksanakan di hotel-hotel," tutur ida.

Untuk mencegah penularan Covid-19, pihaknya meminta supaya pengelola wisata benar-benar menerapkan 6M yang menjadi protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga: Harga Tiket dan Jadwal KA Kertanegara Jurusan Purwokerto-Malang PP

 

6 M itu yakni mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menjaga imunitas tubuh.

"Hotel-hotel kita juga banyak yang mendapatkan sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," sambung dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X