Kompas.com - 05/04/2021, 06:06 WIB
Kafe 24 jam di Jungle Milk Dok. Jungle MilkKafe 24 jam di Jungle Milk


KOMPAS.com – Jungle Milk merupakan sebuah camping ground dan area piknik privat yang ada di kawasan Jayagiri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Jungle Milk sendiri itu tepatnya kayak private camp ground. Artinya konsep private itu kita batasi jumlah pengunjungnya. Jadi antar kelompok tenda itu masih berjarak,” kata owner sekaligus pengelola Jungle Milk Astrid Rijker ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Jungle Milk di Lembang, Private Camping dan Piknik Tengah Hutan

Pengunjung bisa melakukan beberapa aktivitas wisata seru di sana, seperti camping privat dan juga piknik privat. Serta mencoba beberapa atraksi wisata, seperti bermain bersama hewan, horse riding, trekking, dan naik ATV.

Rute jalan ke Jungle Milk

Menuju ke Jungle Milk, rutenya tak terlalu rumit. Kamu hanya perlu mencapai Kota Bandung dari daerah asalmu.

Misalnya jika kamu berangkat dari Jakarta, ada dua pilihan jalan. Kamu bisa melewati jalan tol Cikampek dan Cipularang, lalu masuk ke Bandung melalui gerbang tol Pasteur. Durasi waktu tempuh jalur ini sekitar 3 jam 40 menit.

Atau bisa juga melalui jalan tol Cikampek, lalu masuk ke tol Cikopo-Palimanan dan keluar dari gerbang tol Subang dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam.

Jika kamu memilih rute masuk melalui Subang, maka keluarnya dari jalan tol susuri saja Jalan Otto Iskandar Dinata. Terus hingga melewati Alun-alun Kabupaten Subang. Kemudian ambil arah kanan, dan belok kiri di perempatan untuk masuk ke Jalan Jenderal Achmad Yani.

Dari sana, susuri terus jalan tersebut hingga masuk ke Jalan Raya Cijambe. Selanjutnya, kamu akan menemukan Tugu Nanas. Dari sana, ambil arah kanan ke Jalan Palasari Dua–Gunung Babakan untuk menuju ke arah Ciater.

Kemudian terus susuri jalan hingga melewati kawasan Pemandian Air Panas Sari Ater dan memasuki Jalan Raya Subang. Setelah melewati Kebun Teh Ciater–Subang, ada pertigaan Jalan Raya Tangkuban Perahu, ambil arah kiri.

Jika kamu sudah menemukan pintu masuk ke Orchid Forest Cikole, masuk ke arah dalam. Dari gerbang perhutani tersebut, terus susuri jalan naik sekitar 15 menit. Kamu pun akan menemukan gerbang Jungle Milk.

Kawasan api unggun di Jungle Milk camping ground di LembangDok. Jungle Milk Kawasan api unggun di Jungle Milk camping ground di Lembang

Jika kamu menggunakan jalur jalan tol Cipularang, maka sekeluarnya dari gerbang tol Pasteur, terus susuri jalan hingga melewati Hotel Ibis Bandung Pasteur. Di perempatan tersebut, belok kiri ke Jalan Pasir Kaliki.

Terus melewati mall Paris Van Java, dan masuk ke kawasan Jalan Dr. Setiabudi. Terus susuri jalan, melewati Universitas Pendidikan Indonesia. Terus naik ke atas dan menyusuri Jalan Raya Lembang. Melewati beberapa obyek wisata seperti Farmhouse Lembang.

Baca juga: Aktivitas Seru di Soekapi Camp Bogor, Bisa Jalan-jalan ke Curug Nangka

Sesampainya di kawasan kota Lembang, setelah melewati Polsek Lembang, ambil arah kanan di pertigaan hingga melewati Alun-alun Lembang.

Lurus terus, lalu ambil arah kiri di pertigaan ke Jalan Raya Tangkuban Perahu. Setelah itu ikuti jalan, dan di perempatan SDN 1 Cibogo, ambil arah kiri. Kemudian terus susuri jalan, melewati Restoran Sindang Reret.

Kamu pun akan tiba di gerbang masuk Grafika Orchid Forest Cikole yang jadi jalan masuk ke Jungle Milk.

Kondisi jalan menuju Jungle Milk

Menurut Astrid, kondisi jalan menuju Jungle Milk sudah cukup baik. Sebelum gerbang Cikole, jalan raya sudah diaspal dan kondisinya baik, serta tidak terlalu sempit. Sementara jalan di luar jalan protokol masih berupa tanah, tapi kondisinya cukup baik dan tidak ekstrem.

Area camping di Jungle Milk Lembang dengan kuda-kuda yang berkeliaran di sekitarnyaDok. Jungle Milk Area camping di Jungle Milk Lembang dengan kuda-kuda yang berkeliaran di sekitarnya

“Area jalan kita masih bisa diakses sama mobil yang ceper, sedan, motor juga aman sih sejauh ini. Kondisi jalannya bukan yang trek harus offroad gitu,” terang Astrid.

Baca juga: Rute Menuju ke OJ Organic Farm Bogor dan Harga Piknik di Sana

Lebar jalannya juga cukup baik. Bisa dilalui kendaraan berbadan lebar, seperti Alphard atau Vellfire. Tempat parkirnya pun cukup luas dan lokasinya tak terlalu jauh dari lokasi camp ground, sehingga kendaraan tetap bisa dipantau.

Harga camping dan piknik di Jungle Milk

Terkait harga camping dan piknik di sana cukup bervariasi. Untuk paket Camping Mandiri tanpa alat-alat yang disediakan oleh Jungle Milk, harganya Rp 125.000 per orang.

Sementara untuk Camping Manja harganya Rp 240.000 per orang sudah termasuk alat-alat camping lengkap. Seperti tenda, kasur busa, matras karet, bantal, selimut, sleeping bag, dan lampu tenda.

Untuk paket camper van, kamu perlu membayar biaya Rp 60.000 per mobil. Harga tersebut belum termasuk paket camping yang perlu kamu ambil. Kamu bisa memilih antara Camping Manja atau Camping Mandiri.

Pengunjung yang mengambil paket piknik juga bisa piknik sambil dikelilingi dengan kuda-kuda yang sedang merumpuh di kawasan Jungle Milk camping ground LembangDok. Jungle Milk Pengunjung yang mengambil paket piknik juga bisa piknik sambil dikelilingi dengan kuda-kuda yang sedang merumpuh di kawasan Jungle Milk camping ground Lembang

Sementara paket piknik, ada dua jenis yang bisa dipilih. Adalah paket dengan makanan tradisional yakni berupa nasi timbel khas Sunda lengkap dengan makanan penutup dan minuman. Harganya Rp 150.000 per orang.

Ada pula paket barbekyu dengan harga Rp 180.000 per orang untuk paket dengan daging saja. Dan paket Rp 240.000 dengan tambahan seafood.

Pengunjung akan disajikan makanan-makanan tersebut dengan konsep piknik di tengah hutan yang privat. Meja dan kursinya juga ditata sedemikian rupa sehingga terasa unik dan cantik.

Harga atraksi wisata di Jungle Milk

Di sana, pengunjung bisa menghabiskan waktu mencoba beberapa atraksi. Seperti horse riding keliling hutan lindung, dengan harga Rp 350.000 per kuda untuk jangka waktu satu jam. Kamu bisa menunggangi kuda bergantian dengan teman atau keluarga.

Ada juga atraksi naik ATV keliling hutan lindung dengan harga Rp 250.000 per ATV selama satu jam. Kamu juga bisa bergantian dengan teman atau keluarga untuk mengendarai ATV tersebut.

Baca juga: Jungle Milk di Lembang, Private Camping dan Piknik Tengah Hutan

Untuk paket trekking ke hutan lindung dan Tebing Lumut, harganya Rp 80.000 per orang sudah termasuk tour guide dan air minum.

Untuk harga makanan dan minuman di kafe 24 jam yang ada di kawasan Jungle Milk cukup terjangkau. Untuk harga minuman sekitar Rp 15.000 – Rp 25.000 sementara makanan sekitar Rp 20.000 – Rp 40.000. Di sana ada makanan ringan dan berat hingga aneka kopi.

Sebelum datang, kamu harus melakukan reservasi terlebih dahulu maksimal H-1 kedatangan ke nomor WhatsApp +6282126848242.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.