Kompas.com - 07/04/2021, 15:03 WIB
Ilustrasi wisatawan mancanegara menyaksikan Tari Kecak di Pura Uluwatu. SHUTTERSTOCK/MAZUR TRAVELIlustrasi wisatawan mancanegara menyaksikan Tari Kecak di Pura Uluwatu.

DENPASAR, KOMPAS.com - Bali sedang bersiap membuka pariwisata internasional. Sejumlah kebijakan sedang digodog untuk menyongsong dibukanya pariwisata Bali ini.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kurleni Umar mengatakan, pembukaan pariwisata Bali dilakukan secara bertahap.

“Pembukaan dilakukan secara bertahap. Nusa Dua, Sanur, dan Ubud sebagai pilot projectnya,” kata dia saat memaparkan materi terkait prakondisi pembukaan kembali Pariwisata Bali, Rabu (7/4/2021) di Taman Nusa, Gianyar, Bali.

Ia melanjutkan, pariwisata akan dibuka jika terjadi risiko penularan yang rendah. Oleh karena itu, dilakukan vaksinasi di tiga zona ini untuk tercapainya herd immunity.

Baca juga: Gaet Wisatawan Domestik, 20 Event Bakal Digelar di Bali Sepanjang 2021

Ada pula beberapa parameter yang harus dipenuhi, seperti penurunan tingkat kasus baru dan penurunan populasi tertular Covid-19.

Kesiapan sistem kesehatan dan keselamatan yang memadai juga menjadi parameter dibukanya Bali. Kurleni Umar juga meminta terwujudnya sistem transportasi yang aman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya ingin ada yang bertanggung jawab terhadap transportasi, artinya memastikan sistem transportasi yang terintegrasi dengan zona aman. Intinya di sini memastikan wisatawan berkunjung ke daerah zona hijau," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa menekankan, biro perjalanan harus mengajak wisatawan berkunjung ke zona hijau.

Baca juga: Libur Paskah 2021, Lebih dari 8.000 Wisatawan Berkunjung ke Bali

"Biro perjalanan juga harus mengatur paket tur sesuai arahan gubernur,” ujar dia.

Tentunya dengan integrasi berbagai elemen wisatawan yang datang sehat begitu pula saat pulang ke negaranya dengan sehat.

Travel Bubble dengan China, UEA, Singapura, dan Korsel

Astawa menambahkan, travel bubble yang dibuka nantinya yaitu wisatawan dari China, UEA, Singapura dan Korea Selatan.

Ia mengharapkan tata kelola pembangunan kepariwisataan harus diselenggarakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang lebih baik.

Menurut dia, Ubud sebagai pilot project dibukanya pariwisata juga disebabkan sejarah pariwisata Bali yang dimulai dari Ubud dan berkembang ke Sanur dan Nusa Dua.

Ilustrasi wisatawan mancanegara di Indonesia.Dokumentasi Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilustrasi wisatawan mancanegara di Indonesia.

Adapun, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun memaparkan sistem vaksinasi di Gianyar dilakukan berbasis banjar atau desa.

Hal itu karena di Bali pada khususnya banyak program yang telah berhasil dilakukan dengan berbasis pada banjar.

"Di samping itu dengan memanfaatkan kelian banjar untuk mendata masyarakatnya itu sendiri ataupun pekerja yang ada di wilayah banjarnya tersebut, sekaligus memobilisasi untuk datang melaksanakan vaksin,” tutur Agung Mayun.

Baca juga: Jumlah Wisatawan ke Bali Pada Libur Paskah 2021 Capai Setengah dari Sebelum Pandemi

Gianyar menyiapkan tim vaksin terdiri dari 33 tim. Setiap tim bisa melaksanakan vaksin kepada 150-250 orang per hari. Jadi jika diberi 30.000 vaksin akan terlaksana cukup dalam 5 hari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X