Kompas.com - 12/04/2021, 18:27 WIB
Ilustrasi Spanyol - Castillo del Papa Luna (dok. SHUTTERSTOCK/May_Lana). SHUTTERSTOCK/May_LanaIlustrasi Spanyol - Castillo del Papa Luna (dok. SHUTTERSTOCK/May_Lana).

KOMPAS.com – Spanyol mencabut dan mengklarifikasi aturan seputar penggunaan masker saat berjemur dan berenang di pantai usai mendapat kritikan.

Pekan lalu, mengutip The Independent, Sabtu (10/4/2021), sebuah undang-undang diperkenalkan kepada publik yang menyatakan, seluruh wisatawan dan warga setempat wajib memakai masker setiap saat.

Baca juga: Longgarkan Lockdown, Pantai di Spanyol akan Dibuka Kembali

Adapun, masker harus dikenakan setiap saat ketika mereka sedang berada di area publik termasuk pantai.

Aturan tersebut ditujukan untuk diterapkan di seluuh area publik. Artinya, penutup wajah akan diwajibkan saat berjemur di pantai atau berenang di laut.

Aturan diubah

Otoritas kesehatan Spanyol kini telah mengklarifikasi aturan tersebut. Sebuah pernyataan dari mereka menjelaskan, orang-orang diizinkan untuk melepas masker saat berjemur atau berenang di pantai.

Ilustrasi Spanyol - Pantai Majorca (PIXABAY/Walkerssk).PIXABAY/Walkerssk Ilustrasi Spanyol - Pantai Majorca (PIXABAY/Walkerssk).

Pernyataan tersebut menjelaskan, masker dapat dilepas saat seseorang berada pada tempat yang spesifik dan jaga jarak minimal 1,5 meter dari orang-orang yang tidak tinggal serumah dengan mereka.

Selain berenang di laut, masker juga dapat dilepas ketika sedang berenang di kolam renang, sungai, bendungan, dan danau selama aturan jaga jarak dipatuhi.

Baca juga: Liburan ala Legend of The Blue Sea di Spanyol, Jalan-jalan Kelar Corona

Akan tetapi, saat sedang berjalan-jalan di tepi pantai, wisatawan wajib menggunakan masker kembali.

Lalu, saat berada di luar atau di dalam bar dan restoran, masker harus dikenakan kecuali saat sedang makan.

Saat aturan tersebut diumumkan pekan lalu, Vice Presiden Exceltur—organisasi yang mewakili industri pariwisata Spanyol—bernama Jose Luis Zoreda menyampaikan pendapatnya kepada koran El Pais.

“Kami sedang melalui neraka dengan ribuan pekerjaan dan bisnis terancam. Sekarang mereka ingin mengubah pantai menjadi rumah sakit terbuka,” ungkapnya, mengutip The Independent.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X