Kompas.com - 14/04/2021, 14:02 WIB
Umat Hindu berjalan menuruni pura setelah melakukan  persembahyangan bersama Hari Raya Galungan di  Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/9/2020). Hari Raya Galungan merupakan hari kemenangan kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma) yang dirayakan umat Hindu setiap enam bulan sekali dengan melakukan persembahyangan di tiap-tiap Pura. ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYAUmat Hindu berjalan menuruni pura setelah melakukan persembahyangan bersama Hari Raya Galungan di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/9/2020). Hari Raya Galungan merupakan hari kemenangan kebenaran (Dharma) atas kejahatan (Adharma) yang dirayakan umat Hindu setiap enam bulan sekali dengan melakukan persembahyangan di tiap-tiap Pura.

Lalu, mereka akan lanjut bersembahyang untuk menyucikan dan membersihkan diri. Pada hari ketiga, umat Hindu umumnya akan serentak membuat tapai, kue, dan sesajen.

Baca juga: Merayakan Galungan dan Kuningan di Wassenaar Belanda

Sementara itu, lanjut Pitana, hari keempat adalah hari kosong. Hari ini dijadikan waktu untuk beristirahat sejenak sebelum melakukan upacara keagamaan lain esok.

Dua hari sebelum Galungan berlangsung, masyarakat Hindu Bali akan mulai memasang dekorasi penjor di halaman rumah dan di sepanjang jalan.

“Penjor itu bambu yang dilengkungkan kemudian dihias. Penjor itu lambang dari alam. Makanya penjor berisi buah-buahan, padi, hasil pertanian. Idealnya isi penjor itu hasil pertanian dari kebun yang telah didoakan,” kata Pitana.

Sehari sebelum Galungan

Sehari sebelum Galungan, juga disebut dengan Hari Penampahan, Pitana mengatakan bahwa umat Hindu di Bali akan mempersiapkan daging untuk upacara Galungan.

Daging yang digunakan bisa daging babi, ayam, atau itik. Namun, umat Hindu Bali cenderung lebih suka menggunakan daging babi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hari Penampahan dimanfaatkan sebagai hari untuk mempersiapkan makanan. Sajian pertama yang dibuat adalah sate.

Baca juga: Catat, Tips Wisata di Bali Saat Galungan dan Kuningan

Pitana mengatakan bahwa sate untuk upacara Galungan terdiri dari dua jenis yakni sate daging dan sate lilit yang merupakan sate khas Bali.

Sate tersebut dibuat dari daging babi, ikan, ayam, atau sapi yang dicampur dengan parutan santan, jeruk nipis, kelapa, bawang merah, dan merica.

Hidangan lain yang dibuat adalah lawar, campuran sayur dengan daging. Sayur yang digunakan biasanya terbuat dari nangka, kacang-kacangan, pakis, kelapa muda, bahkan bonggol pisang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.