Kompas.com - 21/04/2021, 13:03 WIB
Linggarjati Joglo, Magelang Dok. LINGGARJATI JOGLOLinggarjati Joglo, Magelang

 

KOMPAS.comLinggarjati Joglo yang terletak di Alas Krincing Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sedang menarik perhatian wisatawan.

Baca juga: Sandiaga: Salah Satu Homestay Berkelas Dunia Terbaik Indonesia Ada di Magelang

Penginapan ini menjadi sorotan para pelancong lantaran memiliki konsep desain yang unik yaitu seperti tenda dan gazebo joglo yang menghiasi halamannya.

Baca juga: Linggarjati Joglo, Penginapan Glamping Unik di Magelang

Tidak hanya itu, Linggarjati Joglo juga menawarkan pemandangan Gunung Sumbing yang indah dan persawahan hijau milik warga setempat yang membentang sangat luas mengelilingi tempat ini.

Linggarjati JogloDok. LINGGARJATI JOGLO Linggarjati Joglo

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keunikan konsep dan panorama alam yang indah di sekitar Linggarjati Joglo pun segera dikenal masyarakat setelah tersebar luas di media sosial.

Baca juga: 7 Tips Berkunjung ke Nepal van Java di Dusun Butuh, Magelang

Kini, banyak orang datang ke Linggarjati Joglo karena ingin menikmati pemandangan alam yang ada disana sambil bersantai ria untuk melepas penat.

Jika berencana berkunjung ke Linggarjati Joglo, simak dulu tips yang sudah Kompas.com rangkum, Rabu (21/4/2021):

1. Pastikan kendaraan kuat menanjak

Lokasi Linggarjati Joglo berada di ketinggian kurang lebih 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl) di lereng Gunung Sumbing. Oleh karena itu, pengunjung akan menemukan tanjakan saat menuju ke sana.

Baca juga: 53 Tempat Wisata di Magelang Buka Kembali, Ini Daftarnya

Kondisi jalan seperti itu tentu saja membutuhkan kendaraan yang kuat untuk menanjak, baik mobil atau sepeda motor.

Apabila motor belum terbiasa dengan jalan tanjakan, usahakan maksimal hanya membonceng satu orang.

Baca juga: 51 Obyek Wisata di Magelang Buka Kembali

Namun jika kendaraan tidak kuat menanjak, sudah ada jasa ojek yang bisa mengantar pengunjung sampai ke Linggarjati Joglo.

2. Sedia jas hujan 

Saat bepergian ke daerah pegunungan, cuaca tidak bisa diprediksi. Bisa saja pagi hari cerah, tetapi beberapa saat kemudian tiba-tiba turun hujan.

Maka dari itu, bagi para pengendara motor wajib sedia jas hujan, sebab jas hujan merupakan penangkal hujan yang lebih efektif dibandingkan dengan topi, tas anti-air, bahkan payung.

Letakan jas hujan pada bagian atas ranselmu agar mudah diambil saat hujan turun tiba-tiba.

3. Membawa jaket atau baju hangat

Mengingat lokasi Linggarjati Joglo berada di lereng gunung, maka udara di sana sudah pasti dingin. Apalagi saat bulan Juli sampai dengan Oktober, suhu udara di malam hari menjadi lebih rendah.

Sebelum berangkat, jangan lupa siapkan jaket atau baju hangat supaya kamu tidak kedinginan atau sakit saat berada di sana.

Bawa jaket atau baju hangat secukupnya dan simpan pada ransel bagian atas agar mudah diambil saat kamu merasa kedinginan.

4. Berkunjung di bulan Juli-Oktober

Waktu terbaik untuk mengunjungi Linggarjati Joglo adalah bulan Juli-Oktober.

Sebab, di periode tersebut intensitas hujan sudah menurun, sehingga para pengunjung bisa melakukan perjalanan dengan nyaman.

Selain itu, jika kamu juga ingin berfoto dengan latar belakang Pemandangan Gunung Sumbing dan persawahan sekitar, pemandangannya akan terlihat lebih jelas.

Namun, hanya saja pada bulan-bulan tersebut suhu udara di malam hari akan terasa lebih dingin sebab hujan jarang turun.

5. Patuhi protokol kesehatan

Saat pandemi seperti ini, semua pengunjung Linggarjati Joglo wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Tentu saja sudah jadi kewajiban semua orang untuk mencegah agar virus Covid-19 tidak menyebar ke orang lain.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Dukung Program Pemerintah, Sentul Highlands Golf Club Gelar Vaksinasi Massal

Travel Update
9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

9 Tempat Wisata Samosir, dari Perbukitan hingga Desa

Jalan Jalan
Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Aceh Utara-Medan

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

PPKM Diperpanjang, Layanan Keimigrasian Tatap Muka dan Online Tutup

Travel Update
IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

IHGMA Imbau Hotel Segera Sertifikasi CHSE

Travel Update
Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Lebih Baik Bikin E-Paspor Atau Paspor Biasa?

Travel Tips
Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Mak Yem, Sosok Legendaris Pendakian Gunung Semeru, Tutup Usia

Travel Update
Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Sejarah Danau Toba, Letusan Gunung Api yang Hampir Musnahkan Manusia

Jalan Jalan
Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Daftar Daerah PPKM Level 2, Level 3, dan Level 4 di Pulau Jawa dan Bali

Travel Update
7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

7 Fakta Menarik Tokyo National Stadium dalam Olimpiade Tokyo 2020, Dibuat dari Kayu

Jalan Jalan
Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Jalan Jalan
Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Travel Update
AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

Travel Update
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Travel Update
Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X