Kompas.com - 23/04/2021, 19:08 WIB
Sejumlah wisatawan berada di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, Rabu (28/10/2020). Memasuki musim libur panjang kali ini  wisatawan dari berbagai daerah mulai mengunjungi kawasan wisata candi Borobudur meskipun tidak diperbolehkan menaiki candi dan hanya dibatasi hanya 3.000 pengunjung per hari. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww. ANIS EFIZUDINSejumlah wisatawan berada di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, Rabu (28/10/2020). Memasuki musim libur panjang kali ini wisatawan dari berbagai daerah mulai mengunjungi kawasan wisata candi Borobudur meskipun tidak diperbolehkan menaiki candi dan hanya dibatasi hanya 3.000 pengunjung per hari. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww.

KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperbarui target turis domestik dan mancanegara di Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2016-2021.

Langkah ini diambil akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan adanya kemungkinan tidak tercapainya target yang telah direncanakan.

Mengutip Antara pada Kamis (22/4/2021), Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya menjelaskan, pihaknya telah melakukan beberapa penyesuaian. Target untuk turis mancanegara, misalnya, disesuaikan karena adanya pembatasan perjalanan.

Baca juga: 3 Rumus Menpar Capai Target Wisatawan Lewat Penerbangan

Adapun, RPJM untuk turis mancanegara diperbarui dari 19 juta pergerakan menjadi empat juta pergerakan.

Sementara itu, nilai devisa menjadi 4,8 miliar dollar AS dan ekspor ekonomi kreatif menjadi 17,45 miliar dollar AS. 

Perubahan target untuk wisatawan domestik

Sementara itu untuk wisatawan nusantara adalah dari 320 juta pergerakan, disesuaikan menjadi 180 juta pergerakan.

"Karena tidak hanya wisatawan mancanegara yang menghadapi tantangan dengan ditutupnya border. Wisatawan nusantara pun sama mengalami tantangan," ujar Nia.

Ilustrasi Wisatawan Mancanegara di IndonesiaDokumentasi Biro Komunikasi Kemenparekraf Ilustrasi Wisatawan Mancanegara di Indonesia

Kemenparekraf telah menerapkan beberapa strategi untuk membangun kembali industri pariwisata, di antaranya protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Saefty, and Environment) dan kampany Indonesia Care.

Melansir Kompas.comIndonesia Care adalah kampanye untuk menerapkan protokol kesehatan serta verifikasi guna menghadirkan destinasi wisata yang bersih, sehat, aman, dan lingkungan lestari.

"Reborn kami adalah wisatawan nusantara jadi strategi untuk pencapaian target, strateginya adalah lebih mengampanyekan protokol kesehatan atau destinasi-destinasi yang sudah menerapkan protokol dengan baik dan mendapat sertifikasi," tutur Nia. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X