Pendakian Gunung Rinjani Tutup, Tempat Wisata Non-pendakian Tetap Buka

Kompas.com - 26/04/2021, 16:09 WIB
Air Terjun Mangku Sakti di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB. Instagram @gunungrinjani_nationalparkAir Terjun Mangku Sakti di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.

KOMPAS.com – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady mengatakan bahwa semua tempat wisata non-pendakian tetap dibuka pada 12-14 Mei 2021.

“Wisata non-pendakian tetap dibuka karena risiko kecelakaannya tidak tinggi,” ujarnya, Minggu (25/4/2021).

Untuk diketahui, tanggal tersebut merupakan tanggal penutupan kegiatan wisata pendakian di TNGR di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, guna memperingati Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Baca juga: Kisah Penemuan Durian Si Gundul di Kaki Gunung Rinjani

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Instagram @gunungrinjani_nationalpark, Sabtu (24/4/2021), penutupan berdasarkan Surat Pengumuman Nomor PG 17/T.39/TU/KSA/4/2021.

Adapun surat yang ditetapkan pada 13 April tersebut berisi Penutupan Sementara Kegiatan Wisata di Jalur Wisata Pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani. 

Menurut Dedy, rendahnya risiko kecelakaan di semua tempat wisata non-pendakian di kawasan TNGR memungkinkan petugas untuk langsung berjaga usai shalat Idul Fitri.

“Kalau alasan lain kenapa menutup pendakian, kalau ada masalah di tanggal 12 Mei, evakuasi akan lebih lama (karena petugas shalat dulu),” jelas dia.

Air Terjun Mayung Polak atau Timbanuh di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.Instagram @gunungrinjani_nationalpark Air Terjun Mayung Polak atau Timbanuh di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB.

Baca juga: Bukit Kanji, Wisata Liar Alternatif Rinjani

Jika ingin berwisata pada 12-14 Mei, beberapa tempat wisata non-pendakian di kawasan TNGR adalah Otak Kokok Joben atau Joben Eco Park dan Telaga Biru.

Kemudian, ada Air Terjun Jeruk Manis, Timbanuh atau Air Terjun Mayung Polak, dan Air Terjun Mangku Sakti.

Meski tetap dibuka, masing-masing tempat wisata tetap membatasi kuota kunjungan per hari. Misalnya adalah Joben Eco Park yang hanya menerima 227 orang per hari.

Sementara untuk Telaga Biru, mereka hanya menerima 84 orang per hari. Lalu, Air Terjun Jeruk Manis 180 orang per hari, Timbanuh 60 orang per hari, dan Air Terjun Mangku Sakti 90 orang per hari.

“Pembelian tiket masih on the spot, tapi ke depan nanti pakai eRinjani. Kuota kunjungan masih sama seperti saat dibuka kembali,” pungkas Dedy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X