Kompas.com - 27/04/2021, 13:01 WIB
Wisatawan saat berada di Candi Arjuna, salah-satu candi di kompleks candi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (15/10/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWisatawan saat berada di Candi Arjuna, salah-satu candi di kompleks candi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (15/10/2020).

 

KOMPAS.com – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara Agung Yusianto mengatakan, mereka tetap menerima wisatawan dari luar daerah untuk berwisata ke Dieng dan Banjarnegara saat periode mudik 6-17 Mei 2021.

Namun, pihaknya tetap akan mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat, apakah nanti wisatawan dari luar daerah, termasuk dari sekitar seperti Wonosobo, Purwokerto, atau Magelang untuk wisata Banjarnegara dan Dieng, diizinkan atau tidak.

Baca juga: Kawah Sikidang Dieng Akan Buka Wisata Malam

“Pokoknya kita ikuti kebijakan dari pemerintah seperti apa. Saat ini boleh dari luar Banjarnegara dan Wonosobo,” tutur dia, Senin (26/4/2021).

Jika diizinkan, Agung mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan skenario penguraian kerumunan wisatawan di kawasan wisata Dieng.

Selain alur kunjungan wisata di Dieng, persiapan lain yang menurut Agung sudah mantap adalah penerapan protokol kesehatan di seluruh tempat wisata di Kabupaten Banjarnegara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Candi Arjuna Dieng yang berselimut kabut di Pagi Hari.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Candi Arjuna Dieng yang berselimut kabut di Pagi Hari.

“Masalah protokol kesehatan kita sudah tidak ada masalah. Tempat cuci tangan pakai sabun yang permanen sudah siap, alat ukur suhu tubuh juga, di Candi Arjuna pakai alat ukur digital. Siap semua dari sisi protokol kesehatan,” kata dia.

Kemudian, seluruh tempat wisata juga dibatasi kapasitasnya menjadi maksimal 30 persen. Jam operasional juga menjadi pukul 08.00-16.00 WIB.

Larangan mudik lintas daerah

Meski pariwisata Banjarnegara terbuka untuk wisatawan dari luar daerah, pemerintah Indonesia melarang adanya perjalanan orang dalam negeri lintas kota/kabupaten/provinsi.

Hal tersebut tertera dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

SE tersebut juga hanya memberi pengecualian untuk tujuan bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

Baca juga: Curug Sinom Indah di Banjarnegara , Air Terjun di Tengah Hutan Pinus

Sementara untuk perjalanan selain periode mudik lebaran 6-17 Mei, ada juga pengetatan pada 22 April- Mei dan 18-24 Mei. Hal ini disebutkan dalam Addendum SE Nomor 13 Tahun 2021.

Akan tetapi, terdapat pengecualian untuk mudik lokal atau perjalanan antarkota/kabupaten yang saling terhubung bagi masyarakat yang tinggal dalam wilayah aglomerasi.

Saat ini, Indonesia telah menetapkan delapan wilayah aglomerasi yakni sebagai berikut:

  1. Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro)
  2. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek)
  3. Bandung Raya
  4. Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi
  5. Jogja Raya
  6. Solo Raya
  7. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila)
  8. Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Tunda Buka Perbatasan Akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan Akibat Varian Omicron

Travel Update
Indonesia Larang Kedatangan WNA dari 11 Negara Akibat Varian Omicron

Indonesia Larang Kedatangan WNA dari 11 Negara Akibat Varian Omicron

Travel Update
Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Travel Update
Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Travel Update
Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Travel Update
7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

Travel Tips
Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Travel Update
8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

Travel Tips
Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Travel Update
Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Travel Update
Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Travel Update
3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

Travel Tips
Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.