Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/05/2021, 12:17 WIB
Nabilla Ramadhian,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Festival Burning Man yang sudah berusia 35 tahun terpaksa dibatalkan untuk yang kedua kalinya selama dua tahun berturut-turut akibat pandemi Covid-19.

Mengutip The Guardian, Rabu (28/4/2021), penyelenggara Burning Man yang acaranya kerap berlangsung di gurun Nevada, Amerika Serikat (AS) mengumumkan hal tersebut pada Selasa (27/4/2021) lewat sebuah video di situs resminya.

Baca juga: Panagbenga, Festival Bunga Tahunan di Filipina yang Penuh Warna

Mereka mengatakan, terlalu banyak ketidakpastian yang harus diselesaikan pada waktunya untuk mengadakan festival yang dijadwalkan pada 26 Agustus-3 September 2021 di Black Rock Desert—100 mil atau sekitar 160 kilometer utara Reno.

CEO Burning Man, Marian Goodell menuturkan, keputusan sulit diambil berdasarkan informasi terbaik yang tersedia bagi mereka.

“Kami juga menyadari bahwa pandemi belum usai. Kami memutuskan untuk memfokuskan energi kami untuk membangun Black Rock City 2022,” ujar dia, melansir The Guardian.

Reno Gazzette-Journal pertama kali melaporkan berita soal batalnya Festival Burning Man pada Selasa lewat situs mereka.

Baca juga: Solo Imlek Festival 2021 Dibatalkan karena Covid-19

Keputusan dibatalkannya festival tersebut, kata para penyelenggara, tidak didasarkan pada satu masalah melainkan pada sejumlah faktor.

“Meski di sini, di AS, kami mungkin merasa beban terangkat dan cahaya di ujung terowongan makin cerah, kami masih dalam pandemi. Dan ketidakpastian yang harus diselesaikan tidak mungkin diselesaikan dalam waktu yang kami miliki,” kata pernyataan dari penyelenggara.

Jika diselenggarakan, pengunjung wajib sudah vaksin

Pada awal April 2021, Goodell mengatakan bahwa mereka mempertimbangkan untuk mewajibkan para pengunjung menunjukkan bukti telah divaksinasi Covid-19 jika festival tetap diselenggarakan.

Namun, para penyelenggara sudah tidak lagi mempertimbangkan rencana itu, melainkan memutuskan bahwa pengunjung wajib divaksinasi Covid-19.

Festival Burning Man di Nevada, Amerika Serikat (Playaman | https://gallery.burningman.org/).Playaman | https://gallery.burningman.org/ Festival Burning Man di Nevada, Amerika Serikat (Playaman | https://gallery.burningman.org/).

Festival berusia 35 tahun ini biasanya menarik sebanyak 80.000 orang. Awalnya, mereka berencana membatasi pengunjung di gurun Nevada menjadi sekitar 69.000 orang tahun ini.

Goodell mengatakan, pihaknya masih berniat mengadakan acara-acara lokal di seluruh dunia sehubungan dengan pekan yang biasanya mengarah ke Hari Buruh. Puncaknya adalah pembakaran patung kayu besar.

“Kami tidak membatalkan Burning Man. Kami hanya tidak melakukan Black Rock City. Kami akan merayakan Burn Week secara online dan langsung,” tuturnya.

Baca juga: Festival Film Unik, Turis Nonton Sendirian di Pulau Terpencil Swedia

Melansir Far and Wide, Festival Burning Man adalah acara selama seminggu yang puncaknya adalah pembakaran patung raksasa.

Para pengunjung akan mendirikan sebuah kota sementara bernama Black Rock City yang lengkap dengan penegak hukum, perawatan medis, makanan, minuman, serta layanan seperti reparasi sepeda.

Dalam festival atau “kota” tersebut, partisipan dapat menikmati lantunan musik, ratusan instalasi seni, aktivitas, pertunjukan, serta banyak pengalaman lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com