Kompas.com - 06/05/2021, 07:10 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memfasilitasi pelaku usaha sektor parekraf dalam mewujudkan gagasan mereka melalui program Nyatakan.id.

Namun, dilansir dari Kompas.com, Rabu (18/8/2021), program tersebut dibatalkan dan anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19. 

Baca juga: Program Nyatakan.id Kemenparekraf Batal, Anggaran Dialihkan untuk Covid-19

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam menjelaskan, dalam program tersebut pihaknya akan menyerahkan bantuan berupa dana senilai maksimal Rp 50 juta dengan target 40 orang pelaku usaha. 

Adapun bantuan tersebut diberikan agar mereka dapat mewujudkan gagasan-gagasannya dalam bentuk aplikasi dan permainan digital. 

Baca juga: Kemenparekraf Siapkan Aplikasi End-to-End untuk Wisatawan

“Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman adaptasi kebiasaan baru, pemulihan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja baru,” kata Neil menurut rilis yang diterima Kompas.com, pada Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut, ia menyebutkan tiga hal yang menjadi fokus dari program tersebut, yaitu Emerging Technologies (Cyber security, Blockchain, Big Data, IoT, e-health), AR/VR (Augmented Reality/Virtual Reality) Borobudur, dan aplikasi atau permainan digital yang mendukung program destinasi super prioritas (DSP).

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam,

Baca juga: Kemenparekraf akan Berikan Dana Hibah untuk Bantu Pelaku Ekraf

Tahap penerimaan proposal sudah dibuka sampai 31 Mei 2021, pukul 23:59 WIB. Setelah penerimaan, fase selanjutnya adalah proses kurasi dan seleksi proposal pada bulan Juni dan Juli 2021. 

Proposal yang sudah diterima harus diskrining terlebih dahulu melalui beberapa tahapan, yaitu seleksi administrasi, seleksi teknis, hingga pitching.

“Proposal yang lolos kurasi dan ditetapkan sebagai penerima bantuan kemudian dilakukan proses penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kemenparekraf dengan penerima bantuan yang berisi besaran dana bantuan, waktu pengerjaan, dan gambaran umum ide atau produk yang akan diwujudkan,” jelas Neil.

Baca juga: Dana Hibah Pariwisata 2021 Masih dalam Proses Pengajuan

Selanjutnya, pada bulan Juli-September 2021, Nyatakan.id akan memasuki fase ketiga yaitu perwujudan karya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.