Kompas.com - 08/05/2021, 20:58 WIB
Ilustrasi Sydney Ferry. shutterstock/gnoparusIlustrasi Sydney Ferry.

KOMPAS.com - Pemerintah Australia kemungkinan masih akan menutup perbatasannya untuk pengunjung asing hingga awal 2022.  Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Australia Simon Birmingham kepada The Australian Kamis lalu.

"Kami tidak akan melihat perbatasan dibuka pada awal tahun depan dengan sangat mudah," kata Simon mengutip dari telegraph.co.uk, Sabtu (8/5/2021).

Adapun, keputusan tersebut diambil tidak hanya berdasarkan ketidakpastian dalam kecepatan peluncuran vaksin, tetapi juga pihaknya masih melihat sejauh mana keefektifan vaksin untuk varian Covid-19 yang baru saja muncul.

Baca juga: Australia Enggan Buru-buru Buka Perbatasan

Hal ini memberi sinyal adanya penundaan dalam rencana pembukaan negara tersebut yang sebelumnya dicanangkan akan membuka perbatasannya pada Oktober 2021 tahun ini.

Tidak hanya itu, keputusan tersebut juga memberikan pukulan besar bagi warganya yang telah terpisah dari orang yang mereka cintai di luar negeri selama lebih dari setahun.

Panorama Sydney Opera House di kala matahari terbenam, (22/8/2010).SHUTTERSTOCK/LAUREN ORR Panorama Sydney Opera House di kala matahari terbenam, (22/8/2010).

Melansir travelandleisure.com, meskip Australia tetap menutup negaranya untuk sebagian besar negara di seluruh dunia, tetapi pihak nya tetap mewajibkan karantina hotel selama dua minggu bagi warga negara yang diperbolehkan masuk ke negaranya.

Sebelumnya, negara Australia telah memperluas gelembung perjalanan tanpa syarat karantina dengan Selandia Baru.

Namun menurut laporan Reuters, Selandia Baru menghentikan perjalanan bebas karantina ke New South Wales Australia pada Kamis (6/5/2021) lalu untuk menyelidiki kasus baru di Sydney.

Sementara itu meski Birmingham memiliki pandangan bahwa perbatasan tidak mungkin dibuka, Perdana Menteri Scott Morrison justru memiliki rencana berbeda.

Baca juga: Australia Perpanjang Larangan Perjalanan Internasional hingga Juni 2021

Morrison mengatakan dia akan mendorong warga Australia yang divaksinasi agar dapat bepergian ke luar negeri tanpa perlu karantina ketika mereka kembali.

"Ini yang saya tugaskan kepada para ahli medis, adalah memastikan bahwa kami dapat mengetahui kapan seorang Australia divaksinasi di sini dengan dua dosis mereka, dapat melakukan perjalanan ke luar negeri dan kembali tanpa harus melalui karantina hotel," kata Morrison kepada stasiun radio pada bulan April.

Sejauh ini, Australia telah memberikan lebih dari 2,3 juta dosis vaksin Covid-19 di seluruh dunia. Jumlah tersebut dirasa cukup untuk memvaksinasi sekitar 4,7 persen populasi dengan asumsi setiap orang membutuhkan dua dosis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.