Kompas.com - 10/05/2021, 14:01 WIB

KOMPAS.comZakat fitrah merupakan salah satu kewajiban umat Islam yang sudah memenuhi syarat saat akhir Bulan Ramadan sebagai bagian dari rukun Islam.

Menurut laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan.

Keraton Surakarta di Kota Solo, Jawa Tengah, yang merupakan peninggalan sejarah dari Kerajaan Mataram Islam pun ikut menyerahkan zakat.

Baca juga: Mengenal Malam Selikuran, Tradisi Unik Keraton Surakarta Sambut Turunnya Lailatul Qadar

Uniknya, penyerahan zakat tidak dilakukan secara biasa saja, melainkan dengan satu acara atau prosesi yang menjadi bagian tradisi kebudayaan Keraton Surakarta.

Acara itu bernama Maringaken Zakat Fitrah Dalem. Tahun 2021 ini, acara digelar Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 20:30 WIB.

Jalannya prosesi Maringaken Zakat Fitrah Dalem

Prosesi tradisi Maringaken Zakat Fitrah Dalem dilakukan dengan mengarak (kirab) zakat fitrah dari Kori Kamandungan Lor Keraton Surakarta Hadiningrat menuju Masjid Agung Surakarta.

Acara kirab diikuti ratusan peserta yang terdiri dari para abdi dalem, pejabat, dan keluarga keraton, sampai petugas keamanan dari kepolisian dan Satpol PP.

Peserta kirab memasuki gapura Masjid Agung Surakarta dalam rangkaian tradisi Maringaken Zakat Fitrah Dalem Keraton Surakarta, Minggu (9/5/2021).KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Peserta kirab memasuki gapura Masjid Agung Surakarta dalam rangkaian tradisi Maringaken Zakat Fitrah Dalem Keraton Surakarta, Minggu (9/5/2021).

Dari titik awal di Kori Kamandungan Lor, para peserta yang mengenakan baju beskap putih dan hitam berjalan beriringan sambil bertelanjang kaki.

Sembari berjalan, mereka terus melantunkan lagu-lagu Jawa yang berisikan pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Jalannya kirab juga diterangi lampu ting atau pelita.

Baca juga: Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sesampainya di Masjid Agung Surakarta, zakat fitrah yang dibawa para abdi dalem dengan dipikul itu diletakkan di selasar masjid.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.