Kompas.com - 10/05/2021, 16:04 WIB
Suasana Mempawang Mangrove Park (MMP) di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. MMP merupakan salah satu kawasan ekowisata andalan. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASuasana Mempawang Mangrove Park (MMP) di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. MMP merupakan salah satu kawasan ekowisata andalan.

KOMPAS.com – Sejumlah destinasi wisata di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tetap buka saat libur Lebaran 2021 dengan pengawasan Satgas Penanganan Covid-19.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar Windy Prihastari.

“Aktivitas pengelolaan wisata yang dibuka di Kalbar itu tetap di bawah pengawasan Satgas Covid-19 yang didampingi oleh TNI dan Polri. Razia rutin dan pengawasn juga akan dilakukan secara ketat,” kata Windy kepada Antara, Minggu (9/5/2021).

Adapun beroperasinya sejumlah obyek wisata di Kalbar guna mengantisipasi warga lokal agar tidak mudik.

Ia menambahkan, dibukanya destinasi wisata di provinsi itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Kalbar Nomor 443.1/0111 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan Penerapan Disiplin Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19.

Pengelola obyek wisata wajib memajang SE tersebut dalam bentuk baliho, banner, dan lainnya.

Protokol kesehatan di kalangan pelaku sektor pariwisata

Sejak Januari 2021, pemerintah telah menjalankan program uji sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) terhadap pelaku sektor pariwisata, di antaranya di perhotelan, restoran, kafe, dan destinasi wisata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak hanya itu, Windy menuturkan bahwa pelaku sektor pariwisata di Kalbar juga sudah divaksinasi.

“Kami melakukan vaksinasi bagi pelaku wisata dan masyarakat umum. Untuk pelaku wisata di Kalbar sudah vaksinasi tahap kedua,” ujarnya.

Tidak menguntungkan sektor pariwisata

Walau sejumlah destinasi wisata tetap dibuka saat libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H, keputusan tersebut dinilai tidak memberi dampak signifikan pada sektor pariwisata.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agent (ASITA) Kalbar Nugroho Henray Ekasaputra mengatakan, adanya larangan mudik tetap tidak menguntungkan sektor pariwisata – meski sejumlah destinasi sudah beroperasi.

“Kondisi sekarang sektor pariwisata buka, namun tidak boleh mudik karena ada pembatasan-pembatasan. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan pariwisata Kalbar. Pelaku pariwisata tentu terpukul dengan kondisi sekarang,” ujar Nugroho.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.