Kompas.com - 15/05/2021, 16:21 WIB
Tembok Besar China ShutterstockTembok Besar China

KOMPAS.com - Dua orang turis asal Senegal, Afrika Barat, di-blacklist dari Tembok Besar China.

Pada hari Selasa (11/5/2021), Operator Tembok Besar mengatakan, keduanya dilarang masuk lantaran menerobos tanpa izin ke bagian kuno Tembok Besar China yang belum dikembangkan di Mutianyu.

Baca juga: China Akan Dirikan Garis Pemisah di Puncak Gunung Everest, Ada Apa?

Melansir dari CNN.com, Selasa (13/5/2021), kedua pria itu mengabaikan tanda "dilarang menyeberang" dan memanjat ke bagian tembok di luar Menara Pengawal 20 (Watchtower 20) yang masih dalam tahap pembangunan.

Alhasil, aksi mereka dilaporkan oleh para pengunjung lainnya pada Jumat (30/4/2021).

Dalam pernyataan di akun WeChat resmi Tembok Besar China Mutianyu, operator mengungkapkan bahwa sebagian area ini tidak stabil dan perlu diperbaiki.

Baca juga: Tembok Besar China Penuh Wisatawan, Seolah Tak Ada Covid-19

"Dari sudut pandang keamanan, tembok besar itu masih liar, curam, dan batunya bisa terlepas. Jadi, jika kamu tidak berhati-hati, kamu akan tersesat atau terluka," tulis operator dalam pernyataan tersebut.

"Lokasi itu tidak pernah cocok untuk dijadikan tempat memanjat dan berjalan kaki," lanjutnya.

Tembok Besar Chinashutterstock.com Tembok Besar China

Operator Tembok Besar China meminta pengunjung untuk menghormati dan melindungi bangunan bersejarah yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO tersebut.

Setelah mengetahui perilaku kedua turis itu, katanya, pihaknya segera mengambil tindakan yang sesuai.

Baca juga: China Buka Lagi Jalur Pendakian Everest, Terapkan Protokol Kesehatan

Mereka menggunakan sistem tiket dan pemantauan untuk menemukan informasi mengenai kedua turis dan memasukkan mereka ke dalam daftar hitam. 

Menurut surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah, peristiwa mem-blacklist orang asing merupakan kali pertama di negara mereka.

Sebelumnya, sistem serupa telah diterapkan di banyak tempat wisata di sana guna mendorong perilaku pengunjung yang lebih beradab.

Surat kabar itu melaporkan bahwa topik tersebut menjadi viral di Weibo, sebuah situs yang setara dengan Twitter di China. Seorang pengguna berkomentar agar wisawatan lokal dan asing harus diperlakukan sama jika mereka melanggar peraturan.

Pada bulan Maret, tiga turis China yang kedapatan merusak bagian Tembok Besar China dekat Badaling ditahan dan didenda. Operator memperingatkan bahwa siapa pun yang tertangkap tangan melakukan hal itu juga akan masuk daftar hitam.

Baca juga: Daftar 10 Bandara Tersibuk di Dunia Tahun 2020, China Geser AS

Seperti dilansir dari Pehalnews.in, Tembok Besar China adalah salah satu tempat wisata paling populer di China yang berhasil menarik lebih dari 10 juta pengunjung dalam setahun sebelum pandemi.

Bahkan tahun lalu, lebih dari 48.000 orang berkunjung setiap hari selama momen liburan Golden Week pada bulan Oktober.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.