Kompas.com - 16/05/2021, 13:53 WIB
Penampilan kesenian Gendang Beleq di desa wisata Dusun Sasak, Sade, Rembitan , Pulau Lombok. SHUTTERSTOCK/FARIZUN AMROD SAADPenampilan kesenian Gendang Beleq di desa wisata Dusun Sasak, Sade, Rembitan , Pulau Lombok.

“Sebanyak 15 persen dari total kapasitas amenitas Eropa berada di desa wisata yang berkelanjutan. Begitu juga dengan serapan tenaga kerja, desa wisata memiliki kontribusi yang besar untuk mengatasi masalah pengangguran,” kata Sandiaga dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Animator Indonesia Terlibat dalam Beberapa Proyek Film Hollywood

Di Inggris, Sandiaga melanjutkan, sebayak 12 persen lapangan kerja disumbang dari desa wisata. Jika jumlah tersebut mampu diadaptasi di Indonesia, desa wisata dapat menjadi solusi bagi permasalahan tenaga kerja di Tanah Air.

“Indonesia memiliki 74.000 desa yang dapat dioptimalkan sebagai desa wisata. Masing-masing desa itu pun punya kearifan lokal tersendiri. Hal ini akan menambah nilai bagi wisatawan yang ingin berkunjung,” kata Sandiaga.

Kontribusi komunitas dalam pembangunan desa wisata

Dalam rangka mempercepat perkembangan desa wisata, pemerintah juga melakukan strategi promosi digital. Dengan menggandeng industri kreatif, seperti Traval.co dan Caventer, Kemenparekraf/Baparekraf mengadakan tur virtual ke 10 desa wisata yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adapun acara bertajuk “Surga yang Tersembunyi” tersebut digelar pada 30 Januari hingga 28 Februari 2021.

Sandiaga kembali mengatakan bahwa Kemenparekraf/Baparekraf mengusung konsep kolaborasi pentahelix dalam membangun ekosistem desa wisata bersama komunitas. Dengan begitu, masyarakat tidak dijadikan sebagai objek pengembangan, melainkan subjek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pengembangan desa wisata di Indonesia berbasis komunitas atau community based tourism. Langkah ini mampu menjadi jawaban atas tantangan wisata berkelanjutan. Kolaborasi juga merupakan inti utama sebuah desa wisata dapat berkembang menjadi desa wisata mandiri,” jelasnya.

Baca juga: 10 Novel Remaja Indonesia Peraih Best Seller

Adapun komunitas yang turut ambil bagian dalam pengembangan desa wisata saat ini adalah Generasi Pesona Indonesia (GenPI), Generasi Wonderful Indonesia (GenWI), beberapa kelompok sadar wisata (Pokdarwis) serta komunitas kreatif terkait sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

GenPI sendiri adalah komunitas nirlaba yang memiliki ketertarikan pada bidang pariwisata. Anggota peguyuban ini terdiri dari berbagai kalangan yang berasal dari hampir seluruh daerah di Indonesia.

Umumnya, anggota GenPI adalah anak muda kreatif yang punya ketertarikan untuk berselancar di media sosial. Karena itu, dalam pengembangan desa wisata di Indonesia, selain aktif melakukan kunjungan, GenPI juga mempromosikan desa wisata melalui media sosial.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.