Kompas.com - 22/05/2021, 15:38 WIB
Ilustrasi restoran tutup. SHUTTERSTOCKIlustrasi restoran tutup.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Selama pandemi Covid-19, sektor wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi sektor yang sangat terdampak.

Terbukti, setelah satu tahun pandemi Covid-19, sebanyak 53 hotel dan restoran memilih tutup permanen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, 53 hotel dan restoran yang memilih tutup permanen beralasan mereka tak bisa menutup ongkos pengeluaran bulanan. Sebab, wisatawan yang berkunjung sangat sedikit jika dibanding sebelum pandemi.

Baca juga: Perpanjangan Sanksi Putar Balik Mudik, Okupansi Hotel di Yogya Anjlok

"Ya mungkin seperti itu (tak bisa menutup ongkos pengeluaran), tahun lalu 50 hotel dan restoran sekarang tambah tiga jadi total 53 hotel dan restoran tutup permanen," kata Deddy saat dihubungi wartawan, Sabtu (22/5/2021).

Ia menambahkan, selain 53 hotel dan restoran yang tutup permanen, ada juga sebanyak 100 hotel dan restoran yang memilih tutup sementara selama pandemi Covid-19.

Adapun hotel dan restoran anggota PHRI yang bertahan lebih kurang ada 180.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi hotel. Pixabay/Ming Dai Ilustrasi hotel.

Deddy mengatakan bahwa dari total 53 yang memilih tutup permanen, sekitar 32 merupakan hotel, sedangkan sisanya adalah restoran. Tak hanya hotel melati yang memilih tutup, tetapi juga hotel berbintang.

"Dari 32 hotel yang tutup permanen, tiga di antaranya hotel bintang," imbuh dia.

Baca juga: Wisatawan Keluhkan Parkir Mahal, Tukang Parkir Ilegal Diamankan Polresta Yogyakarta

Ketika disinggung terkait adanya hotel yang dijual melalui situs jual beli, dirinya belum mengetahui apakah kabar tersebut benar atau tidak. Sebab, hingga sekarang dia belum mendapatkan laporan dari anggotanya.

"Belum dapat kabar, baik dari owner-nya atau general manager (GM). Belum ada laporan juga ke PHRI, saya sendiri belum dapat info," ujarnya.

Saat pandemi seperti sekarang, dia mengakui sulit sekali untuk bertahan mengingat okupansi hotel saat libur Lebaran kemarin hanya di angka 5 hingga 7 persen.

Baca juga: Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

"Karena yang diharapkan lebaran kemarin itu bisa mendongkrak karena barusan membayar karyawan, ternyata zonk hanya lima sampai tujuh (persen) karena ada penyekatan dan sebagainya itu. Kebijakan pemerintah yang berubah-ubah dan selalu mendadak itu yang menyebabkan mereka tidak kuat," ungkapnya.

"Ini sudah SOS kita hidup ya sulit mati yo enggak," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.