Kompas.com - 22/05/2021, 19:07 WIB
Ilustrasi Bali - Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali. SHUTTERSTOCK / GODILAIlustrasi Bali - Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.

KOMPAS.com - Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Odo R M Manuhutu mengungkapkan bahwa program Work From Bali (WFB) dibuat oleh pemerintah berdasarkan kondisi pariwisata di Bali yang saat ini sedang sekarat.

Ia menjelaskan bajwa banyak hotel-hotel yang beroperasi di Bali dengan okupansi minimum atau kurang dari 10 persen.

Dengan okupansi hotel yang hanya terisi 10 persen, dia menjelaskan bahwa hotel-hotel di Bali kesulitan untuk membayar gaji karyawan, bahkan perawatan hotel.

Baca juga: Travel Pattern Zona Hijau Bali-Tiga Gili Lombok Akan Dikembangkan

" Akomodasi di Bali terdapat 140.000 kamar, bayangkan kalau 140.000 itu hanya terisi kurang dari 10 persen. Artinya, banyak tenaga kerja yang ada di Bali tidak bekerja selama 10-14 bulan," kata Odo dalam konferensi pers virtual, Sabtu (22/5/2021).

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa untuk sebuah hotel bisa membayar biaya perawatan, paling tidak occupancy rate harus mencapai 30-40 persen.

Ilustrasi Bali - Umat Hindu Bali yang sedang berada di area pura di Kabupaten Buleleng, Bali.SHUTTERSTOCK / Judith Lienert Ilustrasi Bali - Umat Hindu Bali yang sedang berada di area pura di Kabupaten Buleleng, Bali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, Odo menyampaikan, selama berbulan-bulan, occupancy ratehotel-hotel di Bali hanya di kisaran 8-10 persen. Menurutnya, situasi tersebut sangat tidak menguntungkan bagi para pekerja di sektor perhotelan.

Odo menceritakan pengalamannya saat menjalankan Bali Investment Forum dengan BI di Nusa Dua Hotel di Bali.

Selama berbulan-bulan okupansi rate hotal itu hanya berkisar di 8-10 persen. Namun, saat acara tersebut digelar, okupansi rate hotel itu meningkat perlahan-lahan hingga mencapai 50 persen.

Baca juga: Penerbangan Singapore Airlines ke Bali Akan Dimulai 4 Mei

"Jadi salah satu cerita, ini adalah cerita nyata seorang pekerja di salah satu hotel itu mengatakan selama empat bulan tidak bekerja, hanya di rumah dan terpaksa makan tabungan. Saat kami gelar acara tersebut, mereka di-hire kembali," kata Odo.

Oleh karena itu, Ia menyampaikan hal yang sama juga bisa terjadi dengan adanya program Work From Bali. Odo mengatakan, program ini akan memberikan kontribusi untuk perkembangan pariwisata di Bali perlahan bangkit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.