Kompas.com - 24/05/2021, 17:15 WIB
Pengunjung menerbangkan lampion perdamaian saat perayaan Waisak 2563 BE/2019 di Taman Lubini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/5/2019). Pelepasan ribuan lampion itu merupakan simbol perdamaian serta menjadi rangkaian perayaan Tri Suci Waisak. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOPengunjung menerbangkan lampion perdamaian saat perayaan Waisak 2563 BE/2019 di Taman Lubini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/5/2019). Pelepasan ribuan lampion itu merupakan simbol perdamaian serta menjadi rangkaian perayaan Tri Suci Waisak.

KOMPAS.com - Hari Raya Waisak yang merupakan perayaan agama Buddha yang paling penting. Tahun ini, perayaan Waisak jatuh pada Rabu (26/5/2021).

Adapun, penyelenggaraan perayaan Waisak atau Hari Buddha merupakan perayaan hari ulang tahun Buddha.

Melansir BBC, Kamis (7/5/2020), Waisak bagi sebagian umat Buddha menandakan pencerahannya atau saat Buddha menemukan makna hidup.

Baca juga: Usai Waisak di Borobudur, Yuk ke 8 Obyek Wisata di Sekitar Magelang

Selain itu, Hari Raya Waisak juga waktu untuk merefleksikan ajaran-ajarannya dan apa artinya menjadi seorang umat Buddha.

Sejarah Waisak

Buddhis, sebutan bagi umat Buddha, tidak percaya pada Tuhan tunggal yang menciptakan dunia dan segala yang ada di dalamnya.

Faktanya, banyak Buddhis percaya dalam ajaran-ajaran seorang pria bernama Siddhartha Gautama yang juga dikenal dengan Buddha.

Siddhartha dipercaya sebagai seorang pangeran yang lahir dari keluarga kaya di tempat yang saat ini disebut Nepal pada abad ke-5 sebelum masehi.

Sidharta Gautamashutterstock Sidharta Gautama

Dipercaya bahwa Siddhartha Gautama sadar bahwa kekayaan dan kemewahan tidak menjamin kebahagiaan.

Alhasil, dia bepergian sebagai seorang tunawisma suci untuk mempelajari lebih banyak tentang dunia dan melihat penderitaan dunia.

Lebih lanjut, dipercayai bahwa setelah enam tahun belajar dan meditasi dalam perjalanannya, dia menjadi sadar secara spiritual dan mencapai tujuannya untuk mencari makna dalam kehidupan. Hal ini disebut pencerahan.

Baca juga: Selain Perayaan Waisak di Borobudur, Intip Juga Wisata Unik Ini...

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.