Work From Bali Ditargetkan sebagai Pertolongan Pertama Pariwisata Bali

Kompas.com - 25/05/2021, 07:07 WIB
Ilustrasi Bali - Pura Tanah Lot. SHUTTERSTOCKIlustrasi Bali - Pura Tanah Lot.

KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, program work from Bali (WFB) ditargetkan sebagai pertolongan pertama untuk sektor pariwisata Bali.

Sebelumnya diberitakanKompas.com bahwa WFB difasilitasi negara untuk aparatur sipil negara (ASN) di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Kemenko Marves mengomandoi tujuh kementerian, salah satunya Kemenparekraf.

Sandiaga menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan Nusantara ke Pulau Dewata turun drastis selama dua minggu sebelumnya akibat larangan mudik dan pembatasan. Namun, per hari Senin (24/5/2021), kunjungan wisata Bali sudah kembali ke level di 5.000-6.000 orang.

Baca juga: Pariwisata Bali Sekarat, Pemerintah Luncurkan Program Work From Bali

“Tingkat hunian kamar untuk hotel bintang adalah di bawah 10 persen, tepatnya 8,99 persen, dan hotel non-bintang lebih rendah lagi, 7,7 persen," kata Sandiaga saat Weekly Briefing, Senin (24/5/2021) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat.

Ia melanjutkan, rata-rata lama menginap pada Februari 2021 untuk hotel bintang adalah 2,67 hari dan untuk hotel non-bintang adalah 1,89 hari. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dengan hadirnya kami di Bali, diharapkan ada peningkatan tingkat keterhunian karena multiplier-nya sangat besar. Bukan hanya dari perhotelan, restoran, tapi juga dari produk-produk ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga.

Salah satu pantai di Jimbaran di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.UNSPLASH/Max Salah satu pantai di Jimbaran di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Ia menambahkan, realisasi anggaran belanja pemerintah akan dikawal agar tidak terjadi pemborosan.

Baca juga: Kedatangan Penumpang ke Bali Anjlok Saat Larangan Mudik

Sebelum Covid-19 mewabah, kedatangan wisatawan mancanegara mampu berkontribusi terhadap 55 persen dari penghasilan devisa dan pariwsata.

“Jika kita bisa mendapatkan 75 persen replacement atau penggantian dari wisatawan mancanegara dengan wisatawan nusantara dengan tingkat kualitas belanja maupun lamanya tinggal di Bali mendekati, maka harapan kita bahwa Bali bisa positif pertumbuhan ekonominya,” tutur Sandi.

Baca juga: Travel Pattern Zona Hijau Bali-Tiga Gili Lombok Akan Dikembangkan

Dalam program WFB ini, tercatat 25 persen ASN diusulkan untuk mengikutinya. Program ini juga sedang dalam tahap finalisasi Kemenko Marves.

Diharapkan, program ini dapat membawa pertumbuhan positif terhadap perekonomian Bali di akhir Q3 dan Q4 tahun ini. 

Mendorong digital nomad

Selain mengembangkan sektor pariwisata Bali, WFB juga dinilai mampu mendorong kesiapan Indonesia terkait digital nomad.

Melansir Kompas.com pada 30 Maret 2021, digital nomad adalah seseorang yang bekerja tanpa terikat waktu dan tempat.

Baca juga: 10 Negara Terbaik untuk Para Digital Nomad

“Inilah langkah kita, inisiatif dari dari Kemenko Marves yang kami cocokkan dengan dengan data-data kita. Kita harapkan akan mampu mendorong kesiapan kita untuk digital nomad, termasuk juga untuk merangkul YouTuber atau selebgram yang sudah dalam koridor hukum melaksanakan digital nomad,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.