Kompas.com - 25/05/2021, 10:10 WIB
Naik sepeda motor di lautan pasir Gunung Bromo. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYANaik sepeda motor di lautan pasir Gunung Bromo.

KOMPAS.com – kawasan Gunung Bromo merupakan salah satu tempat wisata alam favorit masyarakat.

Tak hanya bagi wisatawan domestik, Gunung Bromo juga sudah terkenal sampai mancanegara. Saat tidak ada pandemi Covid-19, banyak wisatawan asing yang berkunjung ke sana.

Menuju Bromo pun bisa dilakukan dengan naik kendaraan pribadi, yakni sepeda motor. Dengan berkunjung naik motor, Bromo seolah lebih bebas untuk dieksplorasi.

Baca juga: Catat! 5 Tempat di Bromo Ini Hanya Bisa Dikunjungi setelah Booking Online

Kompas.com sempat menjajal bagaimana serunya menjelajah Gunung Bromo naik motor pada Selasa (23/3/2021). Perjalanan dimulai dari Kota Solo, Jawa Tengah.

Hari pertama: Menuju kawasan Bromo

Kompas.com memulai perjalanan pada pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB. Naik sepeda motor, perjalanan hanya bisa dilakukan melalui jalan non-tol.

Jika berangkat pagi dan belum sarapan, maka sarapan bisa dilakukan di Kota Karanganyar. Memang banyak warung yang belum buka, tetapi sudah banyak pedagang nasi liwet yang berjualan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harga nasi liwet sangat terjangkau, mulai Rp 5.000 sampai Rp 15.000 tergantung lauk, seperti suwir ayam, telur, atau paha ayam.

Ilustrasi nasi liwet khas Solo.SHUTTERSTOCK/ TUPAITERBANG Ilustrasi nasi liwet khas Solo.

Setelah makan, perjalanan dilanjutkan. Rute yang Kompas.com gunakan adalah melalui Magetan, Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, kemudian Probolinggo.

Kompas.com tiba di Kota Probolinggo sekitar pukul 13.30 WIB dan berhenti makan siang di Alun-alun Probolinggo. Setelah makan, perjalanan dilanjutkan menuju Bromo.

Baca juga: 5 Tempat Menemukan Nasi Liwet di Kota Solo

Sekitar pukul 15.30 WIB, Kompas.com tiba di Homestay Bromo Indah yang ada di Cemorolawang, Ngadisari, Sukapura, Probolinggo, sangat dekat dengan pos retribusi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Menjelang sampai lokasi, pengunjung harus membayar retribusi yakni Rp 20.000. Pos retribusi ini berbeda dari pintu masuk TNBTS.

Hari kedua: Explore Bromo dan pulang

Dini hari sekitar pukul 04.00 WIB pada hari kedua, Kompas.com memulai perjalanan menjelajah kawasan wisata Bromo.

Berikut ini adalah tempat yang Kompas.com kunjungi:

1. Seruni Point

Seruni Point berada tak jauh dari Homestay Bromo Indah. Jaraknya hanya sekitar 2,5 kilometer (km) atau 10 menit perjalanan.

Seruni Point di bawah Bukit Kingkong.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Seruni Point di bawah Bukit Kingkong.

Jika naik motor, perjalanan harus dilakukan dengan menembus gelapnya dini hari. Kondisi jalan pun cukup buruk di beberapa titik, sehingga perlu hati-hati.

Setibanya di area parkir, perjalanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki selama sekitar 15 menit. Jika tidak ingin capek, ada jasa kuda.

Baca juga: Menyaksikan Ombak Awan Bromo, Menaiki The Great Wall Seruni

Setibanya di Seruni Point, pemandangan ke arah Gunung Bromo tersaji dengan begitu indah. Tempat ini juga unik karena terdapat bangunan seperti pura.

2. Menuju Kawah Bromo

Setelah puas menikmati pagi di Seruni Point, Kompas.com melanjutkan perjalanan menuju kaldera Gunung Bromo. Usai kembali ke homestay dan check out, perjalanan dimulai.

Saat melalui pos retribusi TNBTS, maka petugas akan meminta bukti pemesanan melalui scan QRcode. Mulai dari sini, wisatawan yang boleh masuk hanya mereka yang sudah melakukan booking online.

Perjalanan menuju kawah Gunung Bromo,KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Perjalanan menuju kawah Gunung Bromo,

Saat ini, wisata Gunung Bromo sudah buka lagi mulai Senin (24/5/2021). Klik tautan berikut ini untuk informasi selengkapnya seputar aturan booking online Gunung Bromo.

Setelah beres, perjalanan berlanjut. Jalan menurun cukup curam sampai lautan pasir. Setibanya di kawasan berpasir, bersiaplah untuk memacu motor di atas pasir.

Baca juga: Kuota Wisata Gunung Bromo yang Buka Lagi Senin 24 Mei 2021

Pengendara harus pintar memilih pasir yang agak keras agar motor bisa melaju. Jika pasir yang dilalui terlalu lembut, maka bisa menyebabkan kehilangan keseimbangan.

3. Kawah Gunung Bromo

Area parkir kendaraan menuju Kawah Gunung Bromo ada di dekat Pura Luhur Poten. Cukup banyak pula pengunjung yang datang naik sepeda motor saat itu.

Kawah Gunung Bromo, Rabu (24/3/2021)KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawah Gunung Bromo, Rabu (24/3/2021)

Selanjutnya, menuju Kawah Gunung Bromo dilakukan dengan berjalan kaki sekitar setengah jam. Jika tidak ingin capek, pengunjung bisa naik kuda sampai jalan tangga.

Saat sampai di puncak jalan, pengunjung dapat menyaksikan Kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Jika sampai menghirup langsung asap itu, maka cukup menyesakkan di paru-paru.

Baca juga: Wisata Bromo dan Pendakian Gunung Semeru Tutup 13 Mei 2021

Apabila ingin berkunjung ke Kawah Gunung Bromo, maka pengunjung bisa bertanya dulu kepada petugas di pos retribusi apakah boleh atau tidak ke sana. Itu karena pengunjung bisa jadi dilarang mendekat ke kawah saat aktivitasnya meningkat.

4. Membelah lautan pasir Bromo

Setelah puas menikmati Kawah Gunung Bromo, Kompas.com mulai membelah lautan pasir Bromo ke arah selatan menuju pintu Malang.

Kendaraan melintas di lautan pasir Bromo.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kendaraan melintas di lautan pasir Bromo.

Perjalanan melalui lautan pasir ternyata cukup mendebarkan. Di beberapa titik, pasir yang kering menyebabkan motor kehilangan keseimbangan. Pengendara pun mesti lihai dalam mengendalikan motor.

Pengendara motor bisa melalui jalan bekas jeep karena biasanya pasirnya menjadi cukup padat.

Baca juga: Wisata Gunung Bromo Buka Lagi 24 Mei 2021, Ini Syaratnya

Sepanjang perjalanan, kedua mata akan dimanjakan dengan panorama tebing kaldera Bromo yang begitu menawan. Terus ke selatan, maka perjalanan sampai di Bukit Teletubbies.

5. Bukit Teletubbies

Lautan pasir berubah menjadi padang rumput. Ada pula bukit dengan rerumputan berwarna hijau yang indah.

Bukit Teletubbies di Kawasan Wisata Gunung Bromo.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Bukit Teletubbies di Kawasan Wisata Gunung Bromo.

Kawasan ini bernama Bukit Teletubbies yang berada di sisi selatan dari Gunung Bromo, serta dekat dengan pintu masuk via Lumajang dan Malang.

Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang bukit atau savana hijau yang sangat indah di sini sambil ngopi di warung atau membeli jajanan pentol.

Baca juga: Syarat Kunjungan ke Bromo Selama Perpanjangan PPKM

Setelah puas menikmati keindahan Bukit Teletubbies, Kompas.com melanjutkan perjalanan ke selatan dan keluar kawasan wisata Gunung Bromo melalui pintu Malang.

6. Kembali pulang

Tidak jauh dari Bukit Teletubbies ke arah selatan, kondisi jalan ternyata sudah bagus dan terdiri dari aspal keras dan cor, sehingga perjalanan pun lebih mudah.

Kompas.com akhirnya meninggalkan kawasan wisata Gunung Bromo melalui pintu Malang dan memulai perjalanan kembali ke Kota Solo via jalur selatan, yakni Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Wonogiri, Sukoharjo, dan Kota Solo.

Namun karena kemalaman, Kompas.com memutuskan menginap kembali di salah satu hotel di Trenggalek dan melanjutkan perjalanan kembali pada pagi harinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.