Kompas.com - 25/05/2021, 15:31 WIB
Kenampakan gerhana bulan total pada Sabtu, 28 Juli 2018, di Planetarium dan Observatorium, Cikini. Photographer: Muhammad Rayhan.Kenampakan gerhana bulan total pada Sabtu, 28 Juli 2018, di Planetarium dan Observatorium, Cikini.

KOMPAS.com – Fenomena gerhana bulan total atau super blood moon diperkirakan akan dapat diamati di seluruh Indonesia mulai dari hari Rabu (26/5/2021) sore.

Di Jakarta, terdapat sejumlah lokasi yang biasanya dijadikan tempat mengamati fenomena tersebut, di antaranya Planetarium di Jakarta Pusat, Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara, Taman Fatahillah di kawasan Kota Tua di Jakarta Barat, dan Museum IPTEK di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur.

Baca juga: 5 Tips Melihat Gerhana Bulan Total Rabu 26 Mei 2021

Akan tetapi, terkait pengamatan gerhana bulan, tahun ini tempat-tempat tersebut ditutup untuk umum guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Adapun, Planetarium Jakarta masih dalam proses revitalisasi sampai saat ini, sehingga belum dibuka untuk umum.

Sementara pengamatan gerhana di Ancol bersama BMKG, tepatnya di area Columbus Café (Dermaga Cinta), juga ditutup untuk umum guna menjaga protokol kesehatan. Hal yang sama juga terjadi di Museum IPTEK dan Taman Fatahillah.

Cara melihat gerhana bulan total

Apabila ingin mengamati fenomena super blood moon secara langsung dan lengkap, kamu bisa melakukannya secara daring di kanal YouTube Planetarium & Observatorium Jakarta mulai pukul 15.45-21.30 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain memuat hasil observasi virtual dari 20 lokasi di Indonesia, acara tersebut juga menawarkan diskusi bersama pakar seputar astronomi dan komunitasnya serta berbincang dengan pengamat di tiap lokasi.

Adapun, beberapa lokasinya antara lain di Banda Aceh, Kupang, Biak, Pamekasan, Lumajang, Banyuwangi, Surakarta, Yogyakarta, Lampung, Jakarta, dan Surabaya.

Momen gerhana bulan total, 28 Juli 2018 yang mulai memasuki tahap akhir.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Momen gerhana bulan total, 28 Juli 2018 yang mulai memasuki tahap akhir.

Baca juga: Tempat di Indonesia yang Bisa Melihat Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021

Selain itu, kanal YouTube lain yang juga memuat pengamatan fenomena super blood moon adalah kanal YouTube milik LAPAN mulai pukul 15:45 WIB hingga 20:00 WIB.

Selain menawarkan sesi diskusi, acara ini juga melakukan relay pengamatan dari berbagai balai atau stasiun LAPAN di Indonesia, di antaranya Balai LAPAN Biak, LAPAN Kupang, LAPAN Pasuruan, dan BPAA Pontianak.

Apa itu super blood moon?

Melansir dari akun Instagram BMKG, gerhana bulan total terjadi saat posisi matahari-bumi-bulan sejajar. Tepatnya, ketika bulan berada di bagian umbra bumi yang mengakibatkan bulan akan tampak berwana merah saat puncak gerhana terjadi, sehingga disebut blood moon.

Bulan juga akan terlihat lebih besar karena berada di posisi terdekat dengan bumi dan dikenal sebagai super moon.

Meski dapat diamati dari seluruh Indonesia, perlu diperhatikan bahwa tidak semua daerah bisa mengamati fase gerhana sidari awal hingga akhir. Sebab, beda lokasi, beda pula waktu terbit bulan.

Baca juga: Sebelum Corona, Ini 4 Tempat Wisata untuk Melihat Gerhana Matahari

Koordinator Bidang Humas Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Jasyanto mengatakan, super blood moon bisa diamati secara langsung tanpa teleskop, kacamata khusus, dan kertas film agar tidak silau. Namun, rasanya akan kurang nyaman.

“Karena ini gerhana bulan, lihat langsung juga tidak apa. Aman. Biasanya pakai alat bantu untuk lebih jelas hasilnya saja,” kata Jasyanto, Selasa (25/5/2021).

Ia menambahkan, faktor cuaca dan tingkat polusi juga memengaruhi apakah fenomena tersebut bisa dilihat dengan jelas atau tidak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.