Kompas.com - 31/05/2021, 17:05 WIB
Ilustrasi Bali - Pemandangan dari atas bukit di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, Bali. SHUTTERSTOCK / AGUNG KIRANAIlustrasi Bali - Pemandangan dari atas bukit di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, Bali.

KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, terdapat kenaikan kunjungan wisatawan ke Bali sejak program Work from Bali (WFB) dijalankan kementeriannya Januari lalu.

Sebelumnya diberitakan Kompas.com, Minggu (24/1/2021), Sandiaga menyatakan keinginannya untuk berkantor di Bali guna melihat dan merasakan langsung pemulihan pariwisata di provinsi tersebut.

“Berkantor di Bali paling tidak sebulan sekali beberapa hari. Ini berkantor benar ya, bukan berkunjung, tapi berkantor,” ucap Sandiaga, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Pemerintah Siapkan Work From Bali, Efektif Pulihkan Pariwisata?

Ketika menghadiri acara promosi kampanye #RinduLabuanBajo di Jakarta, Minggu (30/5/2021), ia mengatakan bahwa WFB di bulan Januari tersebut membuahkan hasil.

“Kami sudah mulai (WFB) dari Januari dan kami melihat ada peningkatan efektivitas dari kerja kita untuk membangkitkan pariwisata di Bali dari tadinya kunjungan 2.000-2.500 sekarang sudah mencapai 7.000-7.500, jadi ada tiga kali lipat peningkatannya,” katanya dalam keterangan resmi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi Bali - Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.SHUTTERSTOCK / GODILA Ilustrasi Bali - Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.

Tidak ada penambahan anggaran

Sandiaga melanjutkan, peningkatan jumlah wisatawan tersebut tidak disertai penambahan anggaran.

“Dalam anggaran tidak bertambah. Jadi ini yang menarik. Kalau kita bisa melakukan efisiensi, justru tidak menambah anggaran, tapi melakukan realokasi anggaran yang sudah tersedia," ujar dia.

Menurut Sandi, hal itu adalah bentuk adaptasi di tengah pandemi melalui kebijakan pemerintah yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

Melansir dari Kompas.com, WFB difasilitasi negara untuk sekitar 25 persen aparatur sipil negara (ASN) di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Kemenko Marves mengomandoi tujuh kementerian, salah satunya Kemenparekraf.

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Nusa Dua Jadi Lokasi untuk Work From Bali

Nantinya, program WFB akan dilaksanakan di Nusa Dua. Selain karena kelolaan perusahaan BUMN Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC), kawasan tersebut juga lebih mudah untuk dimonitor.

Menurut Kompas.com, alasan Nusa Dua dipilih, antara lain adalah seluruh sektor pariwisata di sana sudah tersertifikasi CHSE (cleanliness, health, safety, environmental sustainability), SDM yang sudah siap, dan adanya layanan end-to-end terintegrasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.