Kompas.com - 01/06/2021, 15:31 WIB
Panorama kawah di Gunung Tambora, Pulau Sumbawa. SHUTTERSTOCK/MARINGANSPanorama kawah di Gunung Tambora, Pulau Sumbawa.

 

KOMPAS.com – Berbicara tentang Hari Lahir Pancasila tahun ini pada Selasa (1/6/2021), sebagian orang mungkin lebih mengenal Kota Ende dan Gedung Pancasila yang berkaitan langsung dengan hari besar tersebut.

Kendati demikian, terdapat lokasi yang tidak kalah menariknya dan cukup bermakna untuk dikunjungi saat Hari Lahir Pancasila, yakni Desa Pancasila di kaki Gunung Tambora.

Melansir Kompas.com, Senin (1/6/2020), desa tersebut mungkin tidak asing di kalangan pendaki yang hendak menuju puncak gunung yang letaknya berada di antara Kabupaten Dompu dan Bima, Pulau Sumbawa.

Baca juga: Tiba di Dusun Pancasila, Willem Daki Gunung Tambora Selama 22 Jam

Desa Pancasila, desa yang penduduknya adalah transmigran dari berbagai wilayah di Indonesia, memiliki sejarah di balik pemberian namanya.

Petugas registrasi pendakian Gunung Tambora dan pemilik penginapan di basecamp Desa Pancasila, Syaiful Basri, menuturkan bahwa dahulu, tepatnya saat zaman Soeharto, terjadi pemerataan penduduk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Desa Pancasila di Dompu, Nusa Tenggara Barat adalah pintu gerbang pendaki Gunung Tambora.KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Desa Pancasila di Dompu, Nusa Tenggara Barat adalah pintu gerbang pendaki Gunung Tambora.

“Orang-orang dari seberang, terutama Jawa, transmigrasi ke pulau-pulau, seperti Sumbawa ini,” ungkap dia beberapa waktu lalu di tengah ekspedisi Jelajah Tanpa Batas.

Syaiful melanjutkan, pemberian nama “Pancasila” terjadi sekitar tahun 1980-an oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada saat itu.

Adapun, penyematan nama dilakukan lantara suku bangsa penduduk desa beragam. Alhasil, hingga saat ini desa tersebut masih disebut dengan Desa Pancasila.

Baca juga: Peringati Hari Pancasila, Ada Bulan Soekarno di Ende

Sama seperti namanya yakni “Pancasila”, para penduduk yang tinggal di sana rukun dan saling bertoleransi satu sama lain.

“Dari awal desa ini tumbuh, sekitar tahun 1970-an, kerukunan antarsuku bangsa benar-benar dijunjung. Desa yang isinya para transmigran bisa rukun,” ungkap Syaiful.

Desa Pancasila, salah satu jalur menuju Gunung Tambora

Gunung Tambora yang sempat meletus pada 1815 dan memiliki catatan sejarah panjang di kancah nasional dan internasional, menurut Kompas.com, Sabtu (11/4/2015), memiliki empat jalur pendakian.

Selain jalur pendakian Gunung Tambora via Pancasila, ada juga jalur via Doro Ncanga, Kawinda Toi, dan Piong.

Jika ingin mendaki Gunung Tambora via Pancasila, para pendaki akan melewati Desa Pancasila yang berada pada ketinggian 600 meter dari permukaan laut (mdpl).

Atlet maraton gunung solo, Willem Sigar Tasiam sesaat usai turun dari Gunung Tambora di NTB.KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Atlet maraton gunung solo, Willem Sigar Tasiam sesaat usai turun dari Gunung Tambora di NTB.

Desa ini terbilang cukup seni. Di sana hanya terdapat beberapa rumah saja. Rumah-rumah tersebut mengelilingi sebuah lapangan besar di tengah desa, satu sisinya terdapat sebuah masjid berukuran besar.

Sementara itu, sudut-sudut lain lapangan tersebut kerap dijadikan sebagai tempat untuk para sapi mencari makan. Ada juga sisi yang merupakan rumah dari basecamp pendakian milik Syaiful.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Kisah Awalnya Ada di Taman Renungan Bung Karno Ende NTT

Meski dekat dengan Pintu Rimba, akses menuju Desa Pancasila terbilang cukup mudah. Dari Pelabuhan Poto Tano, calon pendaki hanya perlu melanjutkan perjalanan selama delapan jam via mobil carteran.

Jika tiba lewat Bandara Bima, mereka dapat menggunakan bus umum dengan durasi perjalanan sekitar 4-5 jam. Biasanya, bus akan beroperasi hingga 16.00 WITA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Tips Aman Bepergian di Tengah Kasus Varian Baru Covid-19

Travel Tips
Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Aturan PCR Saat Nataru untuk Anak Usia di Bawah 12 Tahun Dinilai Mempersulit

Travel Update
Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Angkasa Pura I Catat Kenaikan Pergerakan Penumpang Tertinggi pada November 2021

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pemerintah Yogyakarta Tetap Terapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan

Travel Update
Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Kawasan Malioboro Yogyakarta Tidak Menerapkan Penyekatan saat Nataru

Travel Update
Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.