Kompas.com - 06/06/2021, 12:20 WIB
Kondisi Jalan Tembus Selogiri-Manyaran, 27 Mei 2021. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAKondisi Jalan Tembus Selogiri-Manyaran, 27 Mei 2021.

KOMPAS.com – Kabupaten Wonogiri yang punya banyak perbukitan, tentu punya banyak tempat wisata yang menyajikan aktivitas trekking atau pendakian.

Biasanya, wisatawan berkunjung ke Bukit Cumbri yang ada di Kecamatan Purwantoro jika ingin menjajal trekking di Wonogiri.

Namun, ternyata aktivitas trekking dapat dilakukan di Kecamatan Selogiri, tepatnya di Jalan Tembus Selogiri-Manyaran.

Baca juga: Watu Dukun Manyaran, Wonogiri, Wisata Instagramable di Tengah Perbukitan

Saat ini jalan tersebut masih belum jadi. Dari Kecamatan Selogiri sampai Desa Bera, Manyaran, kondisi jalan masih berupa tanah.

Alhasil, kendaraan biasa pun belum bisa melintas, sehingga orang-orang masih harus berjalan kaki untuk melaluinya.

Menuju Jalan Tembus Selogiri-Manyaran

Jika ingin menjajal trekking di Jalan Selogiri-Manyaran, maka perjalanan bisa dimulai dari Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika menggunakan Google Maps, maka pasang lokasi di “WONOGIRI MANYARAN Jalan Tembus”.

Nantinya, akan ada jalan yang mengarah ke selatan atau ke Pergunungan Gajah Mungkur. Jalan memang sudah dicor. Namun, jalan cor akan habis dan berganti jalan tanah.

Kompas.com sempat menjajal trekking di Jalan Tembus Selogiri-Manyaran itu pada Kamis (27/5/2021).

Adapun, kendaraan dapat dititipkan di rumah terakhir sebelum memasuki Jalan Tembus Selogiri-Manyaran, tepatnya sebuah warung milik Ibu Sarwiji.

Baca juga: Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Buka Lagi Mulai 17 April 2021

Sebenarnya kendaraan dapat diparkir di ujung jalan cor. Namun menurut Ibu Sarwiji, beberapa orang sempat kehilangan bagian sepeda motornya, seperti spion saat diparkir di sana.

“Ya karena enggak ada yang jaga, jadi kurang aman,” kata Sarwiji kepada Kompas.com.

Trekking di Jalan Tembus Selogiri-Manyaran

Setelah menitipkan sepeda motor, Kompas.com pun mulai melangkahkan kaki menapaki jalan cor. Awal perjalanan, jalan cor yang cukup menanjak harus dilalui.

Menurut Ibu Sarwiji, jalan itu biasanya cukup ramai pengunjung saat akhir pekan atau hari libur. Banyak pula pesepeda yang menjajal jalan itu saat libur.

Beberapa saat melangkah, jalan cor pun habis dan berganti jalan tanah berbatu. Tidak ada rumah warga lagi begitu memasuki bagian jalan ini.

Jalan Tembus Selogiri-Manyaran. Jalan cor habis dan berganti jalan tanah.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalan Tembus Selogiri-Manyaran. Jalan cor habis dan berganti jalan tanah.

Jalan yang belum jadi itu berada di tengah kawasan hutan lereng utara Pegunungan Gajah Mungkur.

Memandang ke depan, terlihat deretan puncak-puncak Pegunungan Gajah Mungkur yang memanjang. Panorama lebatnya hutan pun menghiasi pandangan ketika berjalan.

Suara kicau burung dan serangga hutan pun menjadi musik alami yang membuat perjalanan makin mendamaikan.

Baca juga: Museum Sewu Rai, Wisata ala Jepang di Wonogiri

Makin ke atas, hutan pun makin lebat. Meski begitu, kondisi jalan setapak masih sangat jelas dan mudah untuk dilalui.

Pemandangan ke arah utara makin terlihat jelas. Terlihat di sisi kanan jalan, batu raksasa yang menjulang tinggi bagai tiang bernama Gunung atau Watu Soko.

Kawasan hutan di Jalan Tembus Selogiri-Manyaran.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawasan hutan di Jalan Tembus Selogiri-Manyaran.

Sementara itu saat hampir sampai puncak bukit, hamparan terbuka pemandangan ke arah Selogiri dan Kecamatan Bulu, Sukoharjo terlihat begitu menawan.

Menjelang sampai puncak, terdapat bekas tanah longsor. Di sini jalan menjadi menanjak dan licin, sehingga perlu kehati-hatian.

Sampai di puncak: Wisata Watu Dukun, Manyaran

Terus melangkah, akhirnya perjalanan sampai juga di puncak tertinggi Jalan Selogiri-Manyaran.

Ternyata, wisata Watu Dukun yang ada di Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Wonogiri merupakan tempat yang ada di puncak Jalan Tembus Selogiri-Manyaran ini.

Watu Dukun di Manyaran, Wonogiri.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Watu Dukun di Manyaran, Wonogiri.

Tampak pula tugu penanda batas kabupaten, yakni Sukoharjo dan Wonogiri di sana. Kondisi jalan yang masuk wilayah Manyaran juga sudah dicor halus.

Melepas lelah di wisata Watu Dukun Manyaran pun sangat tepat begitu tiba. Ada warung yang menjual makanan dan minuman.

Baca juga: 5 Tips Berwisata ke Watu Dukun Manyaran, Wonogiri, Hati-Hati Pakai Google Maps

Duduk-duduk sejenak sembari menikmati indahnya pemandangan pun Kompas.com lakukan di wisata Watu Dukun Manyaran sebelum kembali lagi.

Adapun, perjalanan dari tempat parkir motor sampai wisata Watu Dukun butuh waktu kurang-lebih 30 menit sampai satu jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Jalan Jalan
Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Travel Update
Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Travel Update
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Travel Update
DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

Travel Update
Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Travel Update
Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update
Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Travel Update
PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

Travel Update
Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Travel Update
Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.