Kompas.com - 08/06/2021, 07:07 WIB
Kemegahan Masjid Hassan II di Maroko Getty Images/MlennyKemegahan Masjid Hassan II di Maroko

KOMPAS.com - Maroko akan membuka kembali bandara dan pelabuhannya untuk lalu lintas perjalanan internasional mulai 15 Juni 2021. Pembukaan ini tidak hanya berlaku bagi warga negaranya saja, melainkan juga turis asing.

Melansir dari Reuters.com, Senin (7/6/2021), pengumuman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri setempat, Minggu (6/6/2021). Kendati demikian, Maroko tetap memberlakukan beberapa syarat bagi para wisatawan asing yang hendak berkunjung ke negaranya.

Dalam pembukaan tersebut, seluruh pelancong akan diizinkan masuk ke wilayah Maroko asalkan mereka telah menerima vaksinasi Covid-19 atau memiliki hasil negatif PCR.

Baca juga: Inilah 5 Wisata Menarik untuk Turis Indonesia di Maroko

Bagi warga asing dari negara yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 atau yang mengantongi sedikit data valid, mereka harus menyerahkan izin khusus dan menyertakan hasil negatif tes PCR untuk masuk Maroko.

Kasbah Ait Ben Haddou, situs warisan dunia di Maroko. Dok. Lonely Planet Kasbah Ait Ben Haddou, situs warisan dunia di Maroko.

Tidak hanya sampai di situ. Melansir dari Maroccoworldnews.com, kementerian setempat mengatakan bahwa negara yang boleh melanjutkan perjalanan ke Maroko akan diklasifikasikan ke dalam dua daftar.

Hal ini berdasarkan permintaan dari Kementerian Kesehatan setempat dan berdasarkan data epidemiologi resmi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Sahara, Sensasi Padang Pasir Maroko

Daftar A mencakup semua negara dengan indikator positif terkait dengan pengendalian penyebaran varian virus Covid-19.

Wisatawan dari negara-negara tersebut (baik warga negara Maroko atau turis asing yang tinggal di Maroko, atau warga negara tersebut), dapat memasuki Maroko jika punya sertifikat vaksinasi atau hasil negatif tes PCR yang diambil 48 jam sebelum keberangkatan.

Sementara Daftar B dimaksudkan sebagai daftar pembatasan bagi semua negara yang mengalami penyebaran varian baru atau tidak adanya statistik yang tepat tentang situasi epidemiologis di negaranya.

Daftar negara B, ada Indonesia

Negara yang masuk dalam daftar B itu cukup banyak, salah satunya Indonesia. Deretan negara lain yang juga masuk daftar B adalah Afghanistan, Aljazair, Angola, Argentina, Bahrain, Bangladesh, Benin, Bolivia, Botswana, Brasil, Kamboja, Kamerun, Cap Verde, dan Chile.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.