Kompas.com - 13/06/2021, 16:08 WIB
Jembatan yang Instagramable di Pantai Boom Banyuwangi. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAJembatan yang Instagramable di Pantai Boom Banyuwangi.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Ketika berlibur di Banyuwangi, Jawa Timur, kurang lengkap rasanya jika tak menikmati kuliner khasnya.

Kini, Banyuwangi mengenalkan destinasi wisata kuliner terbarunya yakni Fish Market Festival di kawasan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi.

Fish Market Festival merupakan pasar ikan segar yang dekat dengan destinasi wisata Pantai Boom dan pemukiman nelayan.

Ikan bisa langsung dimasak di rumah warga

Ikan-ikan segar yang dipilih pengunjung bisa langsung dimasak dengan cara dibakar, dikukus, atau digoreng di rumah-rumah warga di sekeliling Fish Market Festival.

Adapun ikan yang bisa dipilih yakni kerapu, baronang, cakalang, kakap, dan lainnya yang merupakan hasil tangkapan nelayan.

Baca juga: PHRI Banyuwangi: Kita Belum Vaksinasi Covid-19

Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 75.000 ribu per kilogram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika tak ingin dimasak di tempat, pengunjung juga bisa membeli ikan segar untuk dibawa pulang.

"(Hasil tangkapan) kita rata-rata (harganya) Rp 49.000. Ekonomis, kustomer datang beli ikan, bayar, kemudian cari tempat bakar di rumah warga," kata Kepala Pengembangan Usaha Pokdarwis Kampung Mandar, Hilman Syah Anwar, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: Hotel di Banyuwangi Antusias Sambut Tamu, Terhalang Larangan Mudik

Ia mengatakan ada sekitar 24 pedagang yang berjualan di Fish Market Kampung Mandar. Kemudian warga sekitar dilibatkan sebagai tukang masak atau bakar.

Hal ini agar semua warga sekitar bisa mendapatkan keuntungan dalam pengembangan wisata kuliner ini.

"Jadi yang terlibat lebih banyak orang," kata dia.

Berharap dibuka 24 jam 

Salah satu warga membakar ikan pesanan pengunjung di Fish Market Festival, di kawasan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Kompas.com/ Imam Rosidin Salah satu warga membakar ikan pesanan pengunjung di Fish Market Festival, di kawasan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi.

Ke depannya, ia berharap wisata ini bisa lebih ramai dan buka 24 jam.

Nantinya, wisata tersebut akan dikembangkan agar warga sekitar menjual oleh-oleh khas, mulai dari petis, ikan asap, ikan asin, hingga batik.

Jadi selama menunggu ikan matang, pengunjung bisa berjalan-jalan di gang-gang kampung untuk berburu oleh-oleh.

Baca juga: Arabian Street Food Banyuwangi, Nikmati Lezatnya Kuliner Timur Tengah

"Setelah beli ikan, (sambil) menunggu antara sejam, orang-orang jalan-jalan ke gang rumah warga ada oleh-oleh," katanya.

Ia menambahkan, pengunjung sebelum masuk akan diwajibkan untuk cuci tangan dan cek suhu. Hal ini bentuk protokol kesehatan untuk mencegah penularan pandemi Covid-19.

Wasito, warga yang menyediakan jasa bakar ikan mengaku senang dengan adanya Fish Market Kampung Mandar.

Menurutnya, hal ini bisa menjadi sumber pendapatan baru untuk keluarganya. Ia berharap wisata kuliner ini terus berkembang dan ramai.

Baca juga: Aturan dan Larangan di Alas Purwo Banyuwangi

"Senang, ada pemasukan lain untuk kebutuhan sehari-hari saat (pandemi) Corona begini," katanya.

Sementara, salah satu pengunjung bernama Isna mengatakan, senang dengan adanya destinasi kuliner ini. Ia mengaku bisa memilih ikan segar dan langsung dimasak di tempat.

"Saya kebetulan suka ikan bakar, harganya terjangkau dan lokasinya tak jauh dari rumah," katanya.

Tempat strategis untuk destinasi wisata kuliner

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa event ini merupakan upaya untuk menggerakkan ekonomi yang tengah terpuruk di masa pandemi.

Ipuk menilai tempat ini sangat strategis menjadi destinasi wisata kuliner. Sebab masih dekat dengan perkotaan dan pelabuhan Marina Boom. 

Baca juga: 6 Aktivitas Menarik di Pantai Boom Banyuwangi, Bisa Foto Aktivitas Nelayan Hingga Beli Ikan Segar

"Saya harap ini menjadi salah satu pusat kuliner seafood, dan menjadi penunjang Marina Boom," kata Ipuk saat meresmikan Banyuwangi Artweek dan Mandar Food Festival.

Ipuk berpesan kepada warga setempat untuk menjaga kualitas dan kebersihan di wilayah tersebut. Selain itu, warga juga menjadi pelayan wisatawan yang baik dengan keramahanya.

"Semua warga ini nantinya harus murah senyum," imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata MY Bramuda menambahkan, Kampung Mandar saat ini telah menjadi pusat kuliner olahan laut dan telah ramai pengunjung dan pecinta kuliner maupun wisatawan.

Baca juga: 5 Aktivitas di Pantai Boom Banyuwangi, Lihat Pentas 1.000 Penari Gandrung

Sebab, selain harganya yang murah, ikan yang diolah juga harus benar-benar segar.

"Ada sekitar 20 lebih warung olahan ikan yang rata-rata menghabiskan minimal 10 kilogram ikan hingga 20 kilogram di akhir pekan," kata Bramuda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.