Kompas.com - 14/06/2021, 13:05 WIB

KOMPAS.com – Mulai hari Rabu (9/6/2021), Perancis telah melonggarkan pembatasan terkait pandemi Covid-19.

Melansir dari AFP, sebelumnya pada 19 Mei 2021, negara itu juga telah mengizinkan restoran, kafe, dan museum untuk beroperasi kembali.

Kendati demikian, hingga kini klub malam belum boleh beroperasi hingga pengumuman lebih lanjut.

Baca juga: Taman Monet di Perancis Dibuka Kembali untuk Para Wisatawan

Tidak hanya itu, jam malam juga dimundurkan dari yang awalnya pukul 21:00 waktu setempat menjadi 23:00 waktu setempat.

Rencananya, jam malam akan ditiadakan pada 30 Juni 2021 jika situasi berjalan sesuai rencana.

Saat ini, Perancis telah menyambut wisatawan dari negara-negara Uni Eropa (UE) dan sejumlah negara tertentu.

Berikut informasi yang perlu diketahui jika ingin melakukan perjalanan ke Perancis:

Siapa saja yang boleh berkunjung ke Perancis?

Ilustrasi Perancis - Menara Eiffel di Paris, Perancis (Photo by Anthony DELANOIX on Unsplash).Photo by Anthony DELANOIX on Unsplash Ilustrasi Perancis - Menara Eiffel di Paris, Perancis (Photo by Anthony DELANOIX on Unsplash).

Menurut situs Kementerian Luar Negeri Perancis yang diperbarui hari Rabu, aturan untuk berkunjung ke negara tersebut mengikuti negara asal dan status vaksinasi wisatawan.

Perancis telah mengelompokkan negara-negara berdasarkan indikator kesehatan mulai 2 Juni 2021. Adapun, negara-negara tersebut terbagi menjadi “hijau”, “oranye”, dan “merah”.

Baca juga: Perancis Akan Sambut Turis Asing yang Sudah Vaksinasi Covid-19

Negara yang masuk dalam kelompok negara “hijau” adalah UE, Andorra, Vatikan, Islandia, Liechtenstein, Monako, Norwegia, San Marino, Swiss, Australia, Israel, Jepang, Lebanon, Selandia Baru, Singapura, dan Korea Selatan.

Sementara, negara yang masuk dalam kelompok “merah” adalah Argentina, Bahrain, Bangladesh, Bolivia, Brazil, Chile, Kolombia, Kosta Rika, India, Nepal, Pakistan, Afrika Selatan, Sri Lanka, Surinam, Turki, dan Uruguay.

Sedangkan, negara-negara yang tidak termasuk dua kelompok di atas masuk ke grup “oranye”, salah satunya adalah Indonesia.

Tidak hanya itu, berdasarkan situs Kementerian Dalam Negeri Perancis, ada negara-negara yang masuk kelompok “amber”, yakni Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Kanada.

Baca juga: Perancis, Negara Pertama di Eropa yang Luncurkan Paspor Kesehatan Digital untuk Perjalanan

Mengutip dari cnn.com, wisatawan dari negara-negara “hijau” dan telah divaksinasi, misalnya, dapat berkunjung ke Perancis tanpa harus menunjukkan hasil negatif tes PCR Covid-19 atau menjalani karantina.

Namun, bagi yang belum divaksinasi, harus menunjukkan hasil negatif tes PCR atau tes antigen kurang dari 72 jam sebelum penerbangan. Aturan ini berlaku untuk wisatawan berusia di atas 11 tahun.

Wisatawan dari Indonesia bisa ke Perancis?

Ilustrasi Perancis - Museum Louvre di Paris, Perancis (Photo by Chris Karidis on Unsplash).Photo by Chris Karidis on Unsplash Ilustrasi Perancis - Museum Louvre di Paris, Perancis (Photo by Chris Karidis on Unsplash).

Untuk wisatawan berusia 11 tahun ke atas yang telah divaksinasi dan berasal dari negara “oranye”, mereka harus menunjukkan hasil negatif tes PCR yang diambil kurang dari 72 jam sebelum penerbangan.

Atau, mereka juga bisa menunjukkan hasil negatif tes antigen yang dilakukan kurang dari 48 jam sebelum perjalanan.

Namun, bagi wisatawan dari negara tersebut yang belum divaksinasi, mereka hanya boleh berkunjung ke Perancis jika memiliki keperluan mendesak.

Baca juga: Perancis Larang Penerbangan Domestik Jarak Pendek, Ada Apa?

Jika berusia 11 tahun ke atas, mereka tetap harus menunjukkan hasil negatif tes PCR yang diambil kurang dari 72 jam sebelum penerbangan.

Atau, mereka juga bisa menunjukkan hasil negatif tes antigen yang dilakukan kurang dari 48 jam sebelum perjalanan.

Selain itu, ada kemungkinan mereka akan menjalani sejumlah pemeriksaan acak sesampainya di Perancis, dan mereka wajib menjalani isolasi mandiri selama tujuh hari.

Dokumen yang harus disiapkan

Ilustrasi Perancis - Pemandangan Sungai Loire di Perancis (Photo by Bruno Abatti on Unsplash).Photo by Bruno Abatti on Unsplash Ilustrasi Perancis - Pemandangan Sungai Loire di Perancis (Photo by Bruno Abatti on Unsplash).

Selain visa dan dokumen lain yang umumnya wajib disiapkan sebelum berangkat ke Perancis, terdapat sejumlah dokumen tambahan yang harus disertakan, yaitu:

Bukti vaksinasi lengkap

  • Dua minggu setelah vaksinasi kedua untuk jenis vaksin yang memerlukan dua kali suntikan, yaitu Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca.
  • Empat minggu setelah vaksinasi untuk jenis vaksin yang hanya memerlukan sekali suntikan, yaitu Johnson & Johnson.
  • Dua minggu setelah suntikan vaksin yang diberikan untuk orang-orang yang telah mengidap Covid-19 (hanya satu dosis).
  • Hanya vaksin yang disetujui oleh European Medicines Agency (EMA) yang diterima, yaitu Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.

Surat deklarasi sumpah (sworn declaration)

  • Dapat diunduh di situs Kementerian Luar Negeri Perancis.
  • Beberapa isinya antara lain pernyataan bahwa pemilik surat tidak menunjukkan gejala infeksi Covid-19, tidak melakukan kontak dengan pengidap Covid-19 dalam kurun waktu 14 hari sebelum perjalanan, bersedia mengikuti tes RT-PCR untuk SARS-CoV-2 setibanya di Perancis, dan lainnya.

Baca juga: Nuku Hiva, Pulau Mistis Kaya Budaya di Polinesia Perancis

Sertifikat perjalanan internasional

  • Sertifikat ini berlaku untuk wisatawan yang berasal dari negara-negara “merah”.
  • Sertifikat ini juga berlaku untuk wisatawan yang belum divaksinasi dari negara-negara “oranye”.
  • Sertifikat ini bisa diunduh di situs Kementerian Luar Negeri Perancis dan harus ditunjukkan ke petugas perbatasan.

Bukti lokasi isolasi mandiri

  • Bukti ini ditujukan untuk wisatawan yang wajib menjalani isolasi mandiri.
  • Selain lokasi, penting juga disertai detil aksesnya untuk petugas yang akan melakukan pemeriksaan.

Kartu kesehatan (pass sanitaire)

Perancis telah memperkenalkan sebuah kartu kesehatan (health pass atau pass sanitaire).

Kartu tersebut menyimpan informasi digital sang pemilik, mulai dari sertifikat vaksin, bukti hasil negatif tes PCR atau antigen, hingga bukti pemulihan dari Covid-19.

Baca juga: Apa itu Paspor Vaksin Uni Eropa? Ini Penjelasannya

Kartu tersebut dapat diakses melalui aplikasi TousAntiCovid atau QR code, dan dapat digunakan sejak 1 Juli 2021.

Cnn.com melaporkan bahwa versi fisik (kertas) dari kartu tersebut juga bisa digunakan disertai dengan identifikasi foto.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Negara Sumbang Kunjungan Wisman Terbanyak ke Indonesia pada Mei 2022

5 Negara Sumbang Kunjungan Wisman Terbanyak ke Indonesia pada Mei 2022

Travel Update
Kasu Covid-19 Naik, Perancis Imbau Warga Pakai Masker Lagi

Kasu Covid-19 Naik, Perancis Imbau Warga Pakai Masker Lagi

Travel Update
Padang Pariaman Punya Desa dengan Mangrove dan Pusat Wisata Religi

Padang Pariaman Punya Desa dengan Mangrove dan Pusat Wisata Religi

Travel Update
5 Fakta Burj Khalifa, Gedung Tertinggi di Dunia Saat Ini

5 Fakta Burj Khalifa, Gedung Tertinggi di Dunia Saat Ini

Jalan Jalan
Kunjungan Wisman Mei 2022 Tertinggi Sejak Pandemi, Ini Pendorongnya 

Kunjungan Wisman Mei 2022 Tertinggi Sejak Pandemi, Ini Pendorongnya 

Travel Update
Bepergian ke Portugal Kini Tak Perlu Syarat Perjalanan Covid-19

Bepergian ke Portugal Kini Tak Perlu Syarat Perjalanan Covid-19

Travel Update
8 Restoran Jakarta yang Cocok Dijadikan Tempat Dinner Romantis

8 Restoran Jakarta yang Cocok Dijadikan Tempat Dinner Romantis

Jalan Jalan
15 Gedung Tertinggi di Dunia, Ada yang Punya Lubang Kotak di Puncaknya

15 Gedung Tertinggi di Dunia, Ada yang Punya Lubang Kotak di Puncaknya

Jalan Jalan
The Jungle Waterpark: Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Aktivitasnya

The Jungle Waterpark: Harga Tiket Masuk, Jam Buka, dan Aktivitasnya

Jalan Jalan
30 Ucapan Selamat Idul Adha dalam Bahasa Inggris dan Artinya

30 Ucapan Selamat Idul Adha dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Travel Tips
Kata Sandiaga Soal Film Hollywood Berlatar Bali tapi Syuting di Australia

Kata Sandiaga Soal Film Hollywood Berlatar Bali tapi Syuting di Australia

Travel Update
Ascott Akuisisi Oakwood, Perkuat Posisi di Pasar Penginapan

Ascott Akuisisi Oakwood, Perkuat Posisi di Pasar Penginapan

Travel Update
Museum Bahari Bakal Punya Ruang Titik Nol Meridian Batavia, Apa Itu?  

Museum Bahari Bakal Punya Ruang Titik Nol Meridian Batavia, Apa Itu?  

Travel Update
Gembira Loka Zoo Batasi Wahana Interaksi dengan Satwa, Cegah Wabah PMK

Gembira Loka Zoo Batasi Wahana Interaksi dengan Satwa, Cegah Wabah PMK

Travel Update
Nasib Sisa Makanan di Pesawat, Ada yang Dibakar 

Nasib Sisa Makanan di Pesawat, Ada yang Dibakar 

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.