Kompas.com - 17/06/2021, 19:48 WIB
Perahu katiting yang mengantarkan para wisatawan menuju Kampung Berua di tengah batu kapur Rammang-Rammang. Para wisatawan akan dikenakan biaya paket wisata sebesar Rp 250.000 yang termasuk biaya transportasi pulang-pergi menggunakan perahu katingting, mengunjungi taman batu, dan gua prasejarah beserta biaya pemandu wisata. KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoPerahu katiting yang mengantarkan para wisatawan menuju Kampung Berua di tengah batu kapur Rammang-Rammang. Para wisatawan akan dikenakan biaya paket wisata sebesar Rp 250.000 yang termasuk biaya transportasi pulang-pergi menggunakan perahu katingting, mengunjungi taman batu, dan gua prasejarah beserta biaya pemandu wisata.

KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meresmikan Desa Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, hari Kamis (17/6/2021).

Dalam kunjungannya tersebut, Sandiaga juga mengajak influencers Atta Halilintar dan Thoriq Halilintar.

Adapun kawasan Rammang-Rammang merupakan bagian dari Geopark Maros-Pangkep

Destinasi wisata itu terkenal akan panorama gugusan pegunungan kapur atau karst. 

Baca juga: Terpukau Lihat Terowongan Batu, Sandiaga Uno Upayakan Rammang-Rammang Dapat Status UN Double Geopark

Diharapkan, adanya desa wisata akan semakin memperkuat daya tarik, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sandiaga mengatakan, Desa Wisata Rammang-Rammang mampu memberikan multiplier effect yang besar.

“Hadirnya desa wisata ini diharapkan semakin meningkatkan peluang bagi masyarakat, memberikan multiplier effect yang mendalam bagi masyarakat. Ini yang kita dorong, serta saya juga menginstruksikan kepada jajaran Kemenparekraf untuk memberikan pendampingan baik dalam peningkatan sumber daya manusia, pengelolaan homestay, dan lainnya,” ujarnya, menurut rilis yang diterima Kompas.com, Kamis.

Menparekraf Sandiaga Uno (kanan) bersama Atta Halilintar (tengah) dan Thoriq Halilintar (kiri) saat mengunjungi Desa Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (17/6/2021).Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf Sandiaga Uno (kanan) bersama Atta Halilintar (tengah) dan Thoriq Halilintar (kiri) saat mengunjungi Desa Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (17/6/2021).

Selain itu, ia berupaya meningkatkan fasilitas di kawasan tersebut, mulai dari listrik hingga pengelolaan sampah. Sehingga, kawasan tersebut layak menjadi destinasi UNESCO Global Geopark.

Tidak hanya dikenal akan panorama alamnya, Desa Wisata Rammang-Rammang juga dikenal akan tari tradisional Paduppa. Tarian tersebut biasanya ditampilkan saat menyambut tamu.

Baca juga: Agustus Ini ke Sulsel, Ada Festival Rammang-Rammang

Wisatawan yang berkunjung ke sana dapat menikmati produk ekonomi kreatif, di antaranya kerajinan tangan daun nipah, abon telur, ikan bandeng tanpa tulang, dan ikan bambu.

Selama menghabiskan waktu di Desa Wisata Rammang-Rammang, mereka bisa menginap di homestay dan bersantap di Eco Lodge Coffee.

Baca juga: Sandiaga Minta Desa Wisata Beradaptasi agar Ciptakan Lapangan Kerja

Melansir dari Kompas.com, kawasan wisata ini berjarak sekitar 40 kilometer dari utara Kota Makassar.

Jika ingin berkunjung ke sana, wisatawan disarankan naik perahu menuju Kampung Berua.

Harga sewa perahu bervariasi tergantung muatannya. Untuk perahu berkapasitas satu hingga empat orang, misalnya, tersedia dengan harga Rp 200.000 untuk pulang-pergi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai 2 Agustus 2021, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Perpanjang Masa Penutupan

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai 2 Agustus 2021, Wisata Gunung Bromo dan Semeru Perpanjang Masa Penutupan

Travel Update
Asyik! Pendakian Gunung Bismo akan Dibuka Lagi 26 Juli 2021

Asyik! Pendakian Gunung Bismo akan Dibuka Lagi 26 Juli 2021

Travel Update
Jika PPKM dilonggarkan, Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata Gunungkidul Siap Sambut Wisatawan

Jika PPKM dilonggarkan, Dinas Pariwisata dan Pelaku Wisata Gunungkidul Siap Sambut Wisatawan

Travel Update
Pesona Lain dari Geylang yang Dikenal Jadi Red District Singapura

Pesona Lain dari Geylang yang Dikenal Jadi Red District Singapura

Jalan Jalan
Geylang, Distrik Dekat Bandara Changi Singapura yang Punya Banyak Hotel Murah

Geylang, Distrik Dekat Bandara Changi Singapura yang Punya Banyak Hotel Murah

Jalan Jalan
Oleh-oleh Unik Olimpiade Tokyo 2020, Dari Kimono sampai Teko

Oleh-oleh Unik Olimpiade Tokyo 2020, Dari Kimono sampai Teko

Jalan Jalan
NTB akan Kembangkan 16 Desa Wisata Baru

NTB akan Kembangkan 16 Desa Wisata Baru

Travel Update
5 Negara yang Terima Paspor Vaksin Covid-19 Jepang, Ada Indonesia?

5 Negara yang Terima Paspor Vaksin Covid-19 Jepang, Ada Indonesia?

Travel Update
Mengenal Kabuki, Teater Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Mengenal Kabuki, Teater Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Travel Update
Ada Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Sampai 25 Juli 2021, Ini Lokasinya

Ada Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Sampai 25 Juli 2021, Ini Lokasinya

Travel Update
Liverpool Resmi Kehilangan Status Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Liverpool Resmi Kehilangan Status Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Travel Update
Vaksinasi di Tempat Wisata Juga Ada di Tuban, Pantai Kelapa Jadi Lokasinya

Vaksinasi di Tempat Wisata Juga Ada di Tuban, Pantai Kelapa Jadi Lokasinya

Travel Update
Disebut Cegah Seks Bebas, Ini 4 Fakta Ranjang Kardus Olimpiade Tokyo 2020

Disebut Cegah Seks Bebas, Ini 4 Fakta Ranjang Kardus Olimpiade Tokyo 2020

Travel Update
Berkhayal Kelana ke Ubud, Gara-gara Slank dan Lagu Tepi Campuhan...

Berkhayal Kelana ke Ubud, Gara-gara Slank dan Lagu Tepi Campuhan...

Jalan Jalan
5 Sentra Vaksinasi di Tempat Wisata, Disuntik Sambil Lihat Pemandangan Indah

5 Sentra Vaksinasi di Tempat Wisata, Disuntik Sambil Lihat Pemandangan Indah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X