Wisata Batu Belimbing di Bangka Selatan, Granit Berusia Jutaan Tahun

Kompas.com - 24/06/2021, 10:04 WIB
Pengunjung berpose dengan replika sepeda di gugusan batu belimbing, Toboali, Bangka Selatan, Rabu (23/6/2021). KOMPAS.com/HERU DAHNURPengunjung berpose dengan replika sepeda di gugusan batu belimbing, Toboali, Bangka Selatan, Rabu (23/6/2021).

BANGKA SELATAN, KOMPAS.com - Batu Belimbing, bebatuan granit yang relifnya mirip buah belimbing itu banyak terdapat di Kepulauan Bangka Belitung. Salah satunya bisa ditemukan di Toboali, Bangka Selatan.

Pemerintah Kabupaten setempat menjadikan gugusan batu belimbing sebagai tempat wisata ikonik yang layak dikunjungi.

Berada persis di pinggir jalan, bebatuan langka ini terpaut sekitar 2 kilometer (km) dari pusat Kecamatan Toboali atau sekitar 80 km dari Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Secara administratif wisata Batu Belimbing ini berada di Desa Tanjung Ketapang dengan topografi perbukitan yang menghadap Laut Jawa.

Area wisata batu belimbing ini telah dilengkapi podium untuk pementasan, mushalla dan sejumlah gazebo sebagai tempat beristirahat.

Selain itu, ada taman dan replika sepeda yang ditempeli kosakata "Toboali", cocok untuk foto instastory kamu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menuju wisata Batu Belimbing Toboali

Namun, perlu dicatat, menemukan geowisata batu belimbing Toboali bukanlah perkara mudah.

Pengunjung harus melintasi jalan yang tidak terlalu lebar, membelah permukiman penduduk. Ada banyak persimpangan, belokan dan tanjakan.

Agar tidak tersesat, mata harus jeli melihat plang penunjuk arah yang kadang tidak terlihat dengan mudah dari dalam kendaraan. Alhasil, bertanya pada penduduk setempat bisa menjadi pilihan yang tepat dan efisien.

Baca juga: Babel Tambah Wisata Bawah Laut Buatan di Perairan Pulau Bangka

"Dulunya pernah touring ke sini. Cuma kali ini lupa jalannya lewat mana," ujar salah seorang pengunjung sekaligus driver minibus yang ditumpangi Kompas.com bernama Aswandi, Rabu (23/6/2021).

Akhirnya setelah dua kali "offside" rombongan pun tiba di batu belimbing. Bagi Aswandi, keberadaan batu belimbing tidak hanya sekadar memanjakan mata dan tempat melepas lelah.

Batu Belimbing menjadi pengingat besarnya kuasa sang Maha Pencipta. Batu-batu tersebut diyakini tidak hadir begitu saja, tapi telah melewati proses alam yang begitu panjang.

"Situs ini harus terus dipertahankan seperti batu-batu ini yang berdiri kokoh hingga saat ini," ujar Aswandi.

Suasana di Batu Belimbing Toboali

Rintik hujan membasahi kawasan batu belimbing saat Kompas.com menikmati pemandangan alam purba tersebut. Raungan mesin pemotong rumput ikut menyelip menghinggapi suasana.

Petugas yang mengoperasikan mesin tersebut tampak ingin bergegas karena hari makin beranjak sore. Namun usahanya itu seperti bertepuk sebelah tangan.

Beberapa kali alat pemotong itu mati mesin. Seakan enggan menunaikan tugasnya. Saat diamati, mesin berwarna kuning itu terlihat tua dan kelelahan. Raungannya kadang tersendat, seperti ada yang tersumbat pada selang asupan bahan bakar.

Baca juga: Pemprov Babel Berencana Hadirkan Island Hopping untuk Wisatawan

Salah seorang penjaga taman batu belimbing bernama Bagong mengatakan, pihaknya berencana mengajukan pembelian mesin pemotong rumput yang baru. Mesin yang digunakan saat ini kerap kali rewel dan boros bahan bakar.

Selain mesin pemotong ruput, Bagong juga berencana meminta bantuan baju seragam juru parkir.

Selama ini ia mendapatkan jasa penjagaan taman batu belimbing dari pengunjung yang memarkirkan kendaraannya. Itu pun belum ada tarif parkir resmi yang diberlakukan. Pengunjung mengulurkan uang parkir sesuai keikhlasan mereka masing-masing.

Meskipun belum resmi, jasa parkir merupakan satu-satunya biaya yang dikeluarkan pengunjung di tempat tersebut.

Bagaimana Batu Belimbing terbentuk?

Pegawai Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Rambat Menduyung, Ardianeka mengatakan bahwa batu belimbing adalah batuan granit yang terbentuk secara intrusi (perembesan) di Bangka Belitung.

Secara umum ada tiga jenis batuan, yakni batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

Gugusan Batu Belimbing di Toboali, Bangka Selatan, Rabu (23/6/2021).KOMPAS.COM/HERU DAHNUR Gugusan Batu Belimbing di Toboali, Bangka Selatan, Rabu (23/6/2021).

"Batu granit masuk dalam batuan beku. Umurnya di Bangka Belitung ini diperkirakan sudah 210 sampai 215 juta tahun," ujar Ardianeka yang kerap disapa Eka.

Menurut dia, keberadaan bebatuan granit erat kaitannya dengan kandungan timah di Kepulauan Bangka Belitung.

Baca juga: Kampoeng Reklamasi Bangka, Bekas Tambang Kini Jadi Lahan Konservasi

Secara geologi, dasar Pulau Bangka dan Belitung terbentuk dari bebatuan granit. Hal itu membuat Babel juga disebut sebagai tin belt atau sabuk timah-nya Indonesia.

"Jika kemudian berbentuk seperti belimbing bisa jadi karena faktor suhu dan cuaca, mengingat usia batu tersebut yang sangat lama," tutur Eka. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Desa Wisata Carangsari Bali, Desa dengan 14 Daya Tarik Wisata

Jalan Jalan
Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Menparekraf Sandiaga Tanggapi PHRI yang Menolak Sertifikasi CHSE

Travel Update
Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Setelah Bali, Batam dan Bintan Ditargetkan Buka untuk Turis Asing

Travel Update
Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Syarat Turis Asing yang Boleh Wisata ke Bali, Sehat dan Bervaksin Covid-19

Travel Update
Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Ada Hoaks soal Wisata Jogja, Ini Daftar Resmi 7 Tempat Wisata di Sana yang Buka

Travel Update
Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Rencana Argentina Terima Turis Asing Mulai November 2021

Travel Update
Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Norwegia Akan Buka Perbatasan secara Bertahap

Travel Update
Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Kedai Kopi Pucu'e Kendal Ramai Pengunjung, meski Buka Saat Pandemi

Jalan Jalan
Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Ingin Wisata ke Magelang? Yuk Kunjungi Desa Wisata Candirejo

Jalan Jalan
4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

4 Tipe Glamping di The Lodge Maribaya Lembang, Mulai Rp 800.000 Per Malam

Jalan Jalan
Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Fasilitas Glamping Lakeside Rancabali, Resor Tepi Situ Patenggang yang Indah

Jalan Jalan
3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

3 Spot Foto Favorit di Kawah Putih Ciwidey, Bisa Lihat Sunrise

Jalan Jalan
Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

Bosan di Rumah Terus karena Pandemi? Berikut 3 Ide Piknik Bersama Pasangan Tanpa Keluar Mobil

BrandzView
Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di The Lodge Maribaya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik Buka Lagi, Ini Syaratnya

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.