Kompas.com - 26/06/2021, 08:11 WIB
Kapal pesiar MSC Orchestra berlayar meninggalkan Venesia pada 5 Juni, 2021. Kapal pesiar yang berlabuh di Venesia pada 3 Juni 2021 pertama kalinya dalam 17 bulan itu, mengisyaratkan kembalinya wisatawan setelah pandemi Covid-19, namun membangkitkan amarah orang-orang yang peduli akan dampak dari kapal raksasa tersebut terhadap situs warisan dunia. AFP/MIGUEL MEDINAKapal pesiar MSC Orchestra berlayar meninggalkan Venesia pada 5 Juni, 2021. Kapal pesiar yang berlabuh di Venesia pada 3 Juni 2021 pertama kalinya dalam 17 bulan itu, mengisyaratkan kembalinya wisatawan setelah pandemi Covid-19, namun membangkitkan amarah orang-orang yang peduli akan dampak dari kapal raksasa tersebut terhadap situs warisan dunia.

KOMPAS.comVenesia di Italia direkomendasikan untuk menjadi bagian World Heritage in Danger atau daftar Warisan Dunia yang Terancam Punah UNESCO.

Melansir dari CNN Travel, rekomendasi tersebut telah dirumuskan hari Senin (21/6/2021) setelah pembuatan laporan konservasi tahunannya.

Baca juga: Lestarikan Lingkungan, Kapal Besar akan Dialihkan dari Venesia

Adapun, kemungkinan Venesia untuk dimasukkan ke dalam daftar tersebut telah ditambahkan ke agenda sementara untuk sesi pleno pada 16-31 Juli 2021.

Keputusan akhir berada di pihak Komite Warisan Dunia.

Kapal pesiar jadi salah satu “ancaman”

Pemandangan kapal pesiar dan beberapa kapal lainnya di Kota Venesia, Italia (UNSPLASH/Miranda Salzgeber).UNSPLASH/Miranda Salzgeber Pemandangan kapal pesiar dan beberapa kapal lainnya di Kota Venesia, Italia (UNSPLASH/Miranda Salzgeber).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kapal pesiar yang berlayar di antara pusat kota yang bersejarah merupakan salah satu “ancaman” yang disebutkan dalam laporan tersebut.

Pada bulan Maret, pemerintah pusat telah mengeluarkan dekrit yang isinya melarang keberadaan kapal berukuran besar, termasuk kapal pesiar. Pemerintah juga menuntut dibukanya tender pengadaan pelabuhan di luar laguna.

Baca juga: Turis di Venesia Diusir dari Bus Air karena Tak Pakai Masker

Namun, kapal tetap dijadwalkan berlabuh di laguna sampai pelabuhan baru dibangun. Sementara, otoritas kota mendorong adanya pelabuhan industri di dalam kawasan laguna, meski bukan di pusat kota.

Pada saat yang bersamaan, pelabuhan komersil belum siap dipakai untuk kapal pesiar.

Baca juga: Jalan-jalan ke Venesia Italia, Kota di Atas Air yang Selalu Memesona

“Meski larangan hukum untuk kapal lebih dari 40.000 gross ton untuk memasukki Venesia sudah ada, namun (larangan) itu tidak memiliki dampak, lantaran tidak ada alternatif untuk menambatkan kapal-kapal besar ini,” tulis UNESCO dalam laporannya.

Halaman:


Sumber CNN,APnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fasilitas di Curug Cikuluwung Bogor, Ada Jaringan WiFi dan Area Kemah

Fasilitas di Curug Cikuluwung Bogor, Ada Jaringan WiFi dan Area Kemah

Jalan Jalan
Curug Cikuluwung, Wisata Dua Air Terjun di Bogor

Curug Cikuluwung, Wisata Dua Air Terjun di Bogor

Jalan Jalan
4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

Travel Tips
Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Jalan Jalan
Maroko Cabut Bebas Visa WNI, Harga Paket Wisata Jadi Lebih Mahal

Maroko Cabut Bebas Visa WNI, Harga Paket Wisata Jadi Lebih Mahal

Travel Update
Hotel dan Paket Wisata Belum Dipesan Turis Asing, Ini Kata Pelaku Pariwisata

Hotel dan Paket Wisata Belum Dipesan Turis Asing, Ini Kata Pelaku Pariwisata

Travel Update
Indonesia Sudah Terima Turis Asing, tetapi Belum Ada yang Beli Paket Wisata

Indonesia Sudah Terima Turis Asing, tetapi Belum Ada yang Beli Paket Wisata

Travel Update
Maskapai di Selandia Baru Ubah Pesawat Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

Maskapai di Selandia Baru Ubah Pesawat Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

Travel Update
Dari Sekadar Penghangat hingga Jadi Simbol Budaya, Berikut Kisah tentang Ulos

Dari Sekadar Penghangat hingga Jadi Simbol Budaya, Berikut Kisah tentang Ulos

BrandzView
Thailand Akan Cabut Syarat Karantina untuk Turis dari 10 Negara

Thailand Akan Cabut Syarat Karantina untuk Turis dari 10 Negara

Travel Update
Gunungkidul Siapkan Lokasi QR Code Bus Pariwisata, Antisipasi Macet Saat Uji Coba Buka Wisata

Gunungkidul Siapkan Lokasi QR Code Bus Pariwisata, Antisipasi Macet Saat Uji Coba Buka Wisata

Travel Update
Seperti Indonesia, Thailand Kurangi Periode Karantina Turis Asing

Seperti Indonesia, Thailand Kurangi Periode Karantina Turis Asing

Travel Update
KAI Kembali Hadirkan Livery Jadul 1953-1991 pada KA Legendaris

KAI Kembali Hadirkan Livery Jadul 1953-1991 pada KA Legendaris

Travel Update
Bukit Pinteir Bangka Tengah yang Dekat Bandara dan Hotel, Pas untuk Pencinta Hiking

Bukit Pinteir Bangka Tengah yang Dekat Bandara dan Hotel, Pas untuk Pencinta Hiking

Jalan Jalan
Rute ke Angkringan Griyo Aji Somo, Rumah Makan Bernuansa Jawa-Bali di Wonogiri

Rute ke Angkringan Griyo Aji Somo, Rumah Makan Bernuansa Jawa-Bali di Wonogiri

Travel Tips

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.