Kompas.com - 27/06/2021, 08:08 WIB
Menjelang Matahari Terbenam di Bukit Paralayang Watugupit, Yogyakarta, Minggu (19/1/2020). KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAMenjelang Matahari Terbenam di Bukit Paralayang Watugupit, Yogyakarta, Minggu (19/1/2020).

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Bukit Paralayang Watugupit di Kalurahan Giricahyo, Kapanewon (Kecamatan) Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tutup sementara sejak Kamis (24/6/2021) hingga 14 hari ke depan.

Bukit yang dikenal untuk melihat matahari tenggelam ini ditutup sementara karena ada pelaku wisata di Kawasan Watugupit yang menunggu hasil swab klaster hajatan.

Lurah Giricahyo Suparyana mengatakan, penutupan sementara ini berawal dari adanya hajatan di Padukuhan Gabuk, Kalurahan Giricahyo pada 20 Juni 2020.

Baca juga: Bukit Paralayang Watugupit, Indahnya “Sunset” Sempurna di Lautan

Selesai hajatan, ternyata ada empat orang warga terkonfirmasi positif. Satgas Covid-19 Kapanewon Purwosari pun langsung melakukan tracing terhadap 71 orang.

Pelaku wisata ikut hajatan

Dari jumlah 71 orang, beberapa orang di antaranya adalah pelaku wisata di Watugupit. Adapun, mereka bertugas seperti petugas parkir, pemandu, dan penjual. Mereka terlibat dalam hajatan warga.

"Akhirnya daripada menyebar di luar wilayah Pedukuhan Gabuk, Giricahyo, diputuskan untuk ditutup dari tanggal 24 (Juni) sampai 14 hari ke depan. Apalagi ini masih menunggu hasil swab sekitar 71 orang," kata Suparyana kepada Kompas.com, Sabtu (26/6/2021).

Pemandangan foodcourt di Bukit Paralayang Watugupit, Bantul, Yogyakarta. Tempat ini menyediakan makanan dan minuman yang bisa dibeli wisatawan.Nicholas Ryan Aditya Pemandangan foodcourt di Bukit Paralayang Watugupit, Bantul, Yogyakarta. Tempat ini menyediakan makanan dan minuman yang bisa dibeli wisatawan.

Ia melanjutkan bahwa apabila nanti para pelaku wisata dinyatakan negatif, maka Bukit Paralayang Watugupit akan dibuka lebih cepat.

"Jadi kalau hasil swab (pelaku wisata Watugupit) negatif (Covid-19), bisa membuka sana lagi," ujar Suparna.

Baca juga: Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti penutupan wilayah watugupit. Untuk destinasi wisata yang lain tetap buka seperti biasa.

"Belum ada intruksi (penutupan kawasan wisata)," kata Harry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.